Keinginan peningkatan dan perluasan bisnis ke Indonesia oleh perusahaan Jepang di tahun 2016 malahan menurun dibandingkan tahun sebelumnya (2015).

Target perluasan bisnis perusahaan Jepang tahun depan malahan ke Pakistan (76.7%), Myanmar (75.8%), India (74.7%), dan Sri Lanka (73%).

“Meskipun demikian keinginan perluasan perusahaan Jepang untuk perluasan bisnis yang menurun itu bukan hanya ke Indonesia saja tetapi juga ke negara Asean lain seperti Kamboja dan Thailand,” sebagaimana dilansir dari Tribunnews.

Advertisement Inline

Keinginan peningkatan bisnis Jepang ke Indonesia untuk tahun 2016 turun 51.9% atau turun 15.4 points dibandingkan tahun 2015.

Ituah hasil survei Jetro (Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang) antara tanggal 8 Oktober – 13 Oktober 2015 terhadap berbagai perusahaan Jepang yang ada di 20 negara Asia dan Oseania termasuk di Indonesia.

Keinginan perluasan bisnis Jepang di China juga turun 40%. Hal ini merupakan pertama kali penurunan sejak survei tahun 1998.
Masalah manajerial menjadi penghambat keinginan perluasan bisnis tersebut sebesar 69%.

Ketika ditanya tentang bagaimana mereka merencanakan untuk mengurangi biaya bahan? Umumnya menjawab 60% dari biaya produksi, 74,1% perusahaan menjawab dengan “pemotongan biaya dengan meningkatkan tingkat pengadaan lokal.”

Tingkat pengadaan lokal ASEAN 5 (Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam dan Malaysia) terlihat penurunan tarif pengadaan lokal dibandingkan dengan tahun 2010, dengan pengecualian Vietnam. Dalam lima negara tersebut, tingkat pengadaan yang diperoleh dari Cina telah meningkat.

Mengenai perkiraan bisnis untuk 2016, sebanyak 44,8% dari perusahaan mengharapkan keuntungan operasi meningkat. Sedangkan yang memprediksi penurunan menjadi 13,3%.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.