Kamis (28/1), Tokyu Corporation melalui laman resminya mengumumkan akan membuka kembali museum kereta dan bisnya. Museum ini ditutup sementara sejak bulan September 2015 lalu guna memperbarui dan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada pada museum.

Poster Re-opening Museum Denbus | Foto: Adeliae
Poster Re-opening Museum Denbus | Foto: Adeliae

Museum yang dikenal dengan nama 電車とバスの博物館(Densha to Bus no Hakubutsukan) ini dibangun pada tahun 1982 dalam rangka memperingati ulang tahun ke 60 Tokyu Corporation. Pada awalnya, museum ini berisi simulator, kendaraan-kendaraan dan kereta “jadul”, perpustakaan, dan lain-lain. Oleh penggemar kereta api (Railfans) Jepang, museum ini sering disebut “Den-bus” yang merupakan singkatan dari nama museum ini.

Awalnya, museum ini dibangun dibawah stasiun Takatsu yang terletak di jalur Denentoshi milik Tokyu. Namun, akhirnya museum ini dipindahkan ke bawah stasiun Miyazakidai yang juga terletak di jalur Denentoshi pada tahun 2003 dikarenakan Jalur Oimachi akan diperpanjang dari Futakotamagawa hingga Mizonokuchi.

Museum ini mempunyai banyak keunikan di dalamnya. Pada pintu masuk, setelah membayar bea masuk museum pengunjung akan diberi sebuah tiket dan pergi menuju gerbang (gate) tiket elektronik. Gate tiket lawas dengan tipe GX05 ini merupakan jenis gate yang pernah dipakai di banyak stasiun di Jepang pada era 1990-an, namun saat ini sudah jarang ditemukan di tempat lain dan dapat ditemukan di museum ini.

Gate GX-5 yang biasa dipakai di stasiun, kini ada di museum ini | Foto: Adeliae
Gate GX-5 yang biasa dipakai di stasiun, kini ada di museum | Foto: Adeliae

Keunikan museum ini tidak hanya pada pintu masuknya, tetapi juga di setiap lantai bisa ditemukan banyak hal yang menarik. Pada lantai 2, kita akan menemukan diorama kereta miniatur yang sangat luas, dan dioperasikan secara otomatis seperti yang ada di Floating Market di Lembang. Wahana diorama kereta miniatur ini dikenal dengan nama “Panorama Theater”. Selain menampilkan kereta miniatur, di lantai juga ditayangkan beberapa video kereta api untuk anak-anak. Tidak hanya diorama, pada lantai ini terdapat toko suvenir dan simulator dari kereta model.

Foto: http://bestlivingjapan.com/
Foto: http://bestlivingjapan.com/

Di lantai berikutnya, lantai 3 terdapat satu kereta “jadul” milik Tokyu dengan tipe DeHa 3450 yang dipotong dan dipajang di museum tersebut. Di dalamnya, pengunjung dapat mengoperasikan beberapa peralatan di dalam kereta tersebut.

KRL tipe DeHa seri 3450
KRL tipe DeHa seri 3450

Lantai berikutnya, lantai 4 yang merupakan lantai terakhir museum ini, adalah wilayah yang paling sering dikunjungi sejak museum ini dibuka. Di lantai ini tersedia dua unit simulator kereta yang berbeda yang dapat dimainkan, dimana pengunjung dapat merasakan sensasi bertugas sebagai masinis disini. Jenis kereta-kereta yang digunakan untuk simulator ini merupakan kereta-kereta yang pernah dioperasikan Tokyu yaitu KRL tipe “Jadul” MoHa 517, dan KRL seri 8090. Selain simulator kereta, di lantai ini juga ditampilkan beberapa unit bis milik Tokyu, seperti Mitsubishi B623B dan RB10. Itulah mengapa museum ini acap disebut dengan “Den-bus”.

 

Tampak luar simulator KRL seri 8090 | Sumber: commons.wikimedia.org
Tampak luar simulator KRL seri 8090 | Sumber: commons.wikimedia.org
Bis tipe RB10
Bis tipe RB10 | Foto: Adeliae

Selain empat lantai tersebut, Museum “Den-bus” ini juga memiliki ruangan tambahan yang berisi kereta lawas tipe MoHa 510, simulator pesawat YS-11, dan juga perpustakaan.

MoHa 510
MoHa 510 | Foto: Adeliae
Interior MoHa 510
Interior MoHa 510 | Foto: Adeliae
S__20217860
Peta jalur kereta jaman dahulu yang terdapat di interior MoHa 310

Museum ini sempat ditutup sementara sejak September 2015 lalu untuk direnovasi. Renovasi yang dilakukan meliputi pembaruan wahana yang sudah ada, hingga penambahan beberapa wahana baru. Untuk wahana yang diperbarui adalah wahana Panorama Theater, dan penambahan jalur serta relasi pada simulator KRL seri 8090. Simulator KRL seri 8090 yang sebelumnya hanya menggunakan jalur Denentoshi (relasi Chuo-Rinkan – Shibuya), kini dapat menggunakan jalur Oimachi (relasi Futakotamagawa – Oimachi) dan jalur Toyoko (relasi Shibuya – Yokohama). Dalam simulator ini pengunjung juga dapat memilih mode operasi kereta tersebut sebagai kereta lokal, ekspres, atau ekspres terbatas (Limited Express).

Tampak dalam simulator KRL seri 8090 | Sumber: http://ongakukan.cocolog-nifty.com/
Tampak dalam simulator KRL seri 8090 | Sumber: http://ongakukan.cocolog-nifty.com/

Lalu, apa saja yang baru di museum ini? Tokyu mengumumkan akan ada 4 wahana baru yang akan dipasang di museum ini diantaranya simulator kereta untuk anak-anak, “The Kids World” atau Wahana bermain anak-anak, “N-Gauge Park” atau Taman kereta model, dan Mini Simulator Jalur Toyoko.

Museum ini rencananya akan dibuka kembali untuk umum pada tanggal 19 Februari 2016, dengan harga tiket masuk museum yang dibedakan menurut kategori usia. Untuk anak-anak dan pelajar yang berusia dibawah 16 tahun dikenakan bea masuk sebesar 100 yen atau sekitar Rp12.000,00, dan untuk pelajar SMA keatas hingga dewasa dikenakan bea masuk sebesar 200 yen atau sekitar Rp24.000,00. Pengunjung juga akan dikenakan biaya tambahan sebesar 300 yen atau sekitar Rp36.000,00 apabila ingin bermain simulator, dan 100 yen atau sekitar Rp12.000,00 untuk bermain di N-Gauge Park.

Tertarik untuk berkunjung?

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.