BAGIKAN

Mempertingati Hari Film Nasional yang jatuh pada hari ini Rabu (30/3/2016), Persatuan Pewarta Film Indonesia dan Sinematek Indonesia menayangkan hasil restorasi film Darah dan Doa atau The Long March.

Dilansir dari Okezone, film tersebut merupakan hasil karya resmi yang diakui negara dari sineas Usmar Ismail dan sebagai penanda Hari Film Nasional.

1950

Advertisement Inline

“Darah dan Doa sudah direstorasi atau diupayakan kondisinya seperti awal. Darah dan Doa ini menarik karena direstorasi di dalam negeri. Mungkin tidak semaksimal yang dilakukan di Itali,” terang Adi Surya Abadi, Ketua Sinematek Indonesia, dalam diskusi di Perpustakaan Nasional RI, Salemba, Jakarta.

0000359556

Darah dan Doa menjadi film pertama yang bercirikan Indonesia dan dikerjakan oleh putra bangsa sendiri yaitu Usmar Ismail. Film tersebut diproduksi pada 30 Maret 1950, setelah Indonesia merdeka, sehingga yang membuat hari itu menjadi peringatan Hari Film Nasional.

11250-fokus2

Film produksi pertama dari Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia) ini menceritakan tentang perjalanan panjang rombongan yang dipimpin oleh Kapten Sudarto untuk kembali ke pangkalan semula.

Segerombol rombongan prajurit bersama keluarganya dikembalikan dari Yogyakarta ke Jawa Barat. Tak hanya kisah perjuangan, film ini juga diberi bumbu-bumbu kisah percintaan dari Kapten Sudarto yang sempat jatuh hati pada wanita Jerman dan suster anggota rombongan.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.