BAGIKAN

Minggu (25/9), lokomotif listrik pertama di Indonesia kembali beroperasi di lintas. Lokomotif listrik dengan nomor ESS-3201 atau dikenal dengan sebutan “Si Bon-Bon” ini beroperasi dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang ke-71. Perayaan dengan tajuk “Karnaval De Stasiun Tanjung Priok” itu selain bisa ikut merasakan sensasi joyride bersama Si Bon-Bon dan 2 kereta Djoko Kendil, pesertanya juga ikut membersihkan kedua jenis sarana yang cukup melegenda tersebut. Selain itu juga ada lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak serta lomba fotografi.

Lokomotif Si Bon-Bon berangkat dari Balai Yasa Manggarai pada malam sebelumnya menuju stasiun Tanjung Priok. Selanjutnya, saat sudah memasuki jam acara Karnaval De Stasiun Tanjung Priok, lokomotif ESS-3201 sambil membawa 2 kereta Djoko Kendil berjalan dari stasiun Tanjung Priok menuju stasiun Ancol. Kemudian rangkaian tersebut kembali berjalan mundur ke Stasiun Tanjung Priok.

Acara kembali dilanjutkan dengan dua kegiatan berbeda. Sebagian ada yang ikut kegiatan sosialisasi di perlintasan kereta api dan sebagian lainnya mengikuti kegiatan lomba fotografi model dengan latar lokomotif ESS-3201 dan Djoko Kendil.

Persiapan kegiatan sosialisasi di perlintasan KA | Foto: Farouq Adhari
Persiapan kegiatan sosialisasi di perlintasan KA | Foto: Farouq Adhari
Advertisement Inline

Lokomotif listrik ESS-3201 adalah lokomotif listrik pertama di Indonesia. Lokomotif ini pernah melayani jalur Batavia (sekarang Jakarta) – Butenzorg (sekaranh Bogor). Si Bon-Bon ini dibuat pada tahun 1926 oleh perusahaan Werkspoor N.V asal Belanda. Pernah beroperasi semenjak era kolonial hingga tahun 1970-an.

Mula-mula lokomotif listrik ini melayani rute Tanjung Priok – Meester Cornelis (sekarang Jatinegara), namun belakangan juga menjalani koridor Depok hingga Buitenzorg (Bogor) setelah elektrifikasi lintasan ini selesai pada tahun 1930.

Saat pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) Rheostatik asal Jepang pada tahun 1976, pengoperasian lokomotif seri ESS-3200 mulai ditinggalkan. Dari enam lokomotif seri ESS-3200, hanya satu lokomotif yang terselamatkan yaitu ESS-3201 walau kondisinya tidak terawat di Balai Yasa Manggarai.

Lokomotif ini akhirnya dirawat dan dilestarikan keadaannya oleh Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) bersama PT KAI dan selesai pada tanggal 29 Juli 2007.

Pada tahun 2009, lokomotif ini kembali muncul di lintas tepatnya di Stasiun Tanjung Priok. ‘Peminjaman’ lokomotif ini digunakan untuk peresmian dan pengoperasian kembali stasiun Tanjung Priok oleh Presiden Republik Indonesia pada saat itu,  Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

Lokomotif seri ESS-3201 "Si Bon-Bon" dan 2 kereta Djoko Kendil di Stasiun Depok | Foto: Andi Ardiansyah
Lokomotif seri ESS-3201 “Si Bon-Bon” dan 2 kereta Djoko Kendil di Stasiun Depok saat uji coba pertama kalinya | Foto: Andi Ardiansyah

Pada saat ini, Bon-Bon mampu berjalan berkat ‘bantuan’ dari KRL Rheostatik yang dulu pernah menyingkirkannya dari lintas Jabodetabek. Suku cadang, mesin dan pantograf yang ada di lokomotif Si Bon-Bon ini merupakan hasil dari ‘kanibal’ bagian KRL Rheostatik. Akhirnya lokomotif ini bisa beroperasi dan dilakukan uji coba pada tanggal 18 Juli 2013 ke Stasiun Depok dengan membawa 2 kereta Djoko Kendil.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.