Setelah sekian lama akhirnya Yugi Mutou dan Seto Kaiba kembali dipertemukan dalam sebuah film animasi layar lebar Yu-Gi-Oh! yang dirilis dalam rangka peringatan 20 tahun dirilisnya seri karya Kazuki Takahashi ini. Film yang berjudul Yu-Gi-Oh! The Dark Side of Dimensions ini merupakan film animasi layar lebar ke-empat yang dirilis. Sebelumnya pada tahun 2010 telah dirilis film berjudul Yu-Gi-Oh! Bonds Beyond Time, Yu-Gi-Oh! The Movie: Pyramid of Light yang rilis pada tahun 2004 dan film animasi pertama Yu-Gi-Oh! The Movie yang rilis di tahun 1999.

Film Yu-Gi-Oh! The Dark Side of Dimensions ini pertama kali rilis di Jepang pada tanggal 23 April 2016. Setelah sukses dengan pendapatan sebesar 800 Miliar Yen, film ini turut tayang juga di bioskop Indonesia. Pihak Jive Entertainment bekerjasama dengan Odex merilis film ini di bioskop tanah air pertama kali pada tanggal  9 November 2016.

yu-gi-oh

Film ini disutradarai oleh Satoshi Kuwabara yang juga menyutradarai seri anime Yu-Gi-Oh! Zexal. Cerita di film ini ditulis oleh Satoshi Kuwabara dengan kreator serial Yu-Gi-Oh!, Kazuki Takahashi, serta Masahiro Hikokubo yang telah berpartisipasi dalam serial ini dari awal hingga serial Yu-Gi-Oh! Arc-V. Desain karakter di film anime ini ditangani langsung oleh Kazuki Takahashi dengan bantuan Takahiro Kagami yang pernah berpartisipasi dalam Galaxy Express 999: Eternal Fantasy, dan Yu-Gi-Oh! Bonds Beyond Time. Musik di film anime ini ditangani oleh Kazuhiro Nakamura, Shinkichi Mitsumune, serta Yoshihiro Ike.

Advertisement Inline

Pengisi suara yang terlibat di film anime ini diantaranya adalah Shunsuke Kazama sebagai Yugi Mutou, Kenjiro Tsuda sebagai Seto Kaiba, Hiroki Takahashi sebagai Jounouchi Kazuya, Maki Saito sebagai Anzu Mazaki, Hidehiro Kikuchi sebagai Hiroto Honda, Rica Matsumoto sebagai Ryo Bakura, serta Tadashi Miyazawa sebagai Sugoroku Mutou. Selain itu ada juga pengisi suara yang berperan sebagai karakter baru di film ini seperti Kento Hayashi sebagai Aigami/Diva, Kana Hanazawa sebagai sebagai Sera, dan Satoshi Hino sebagai Mani.

Sinopsis

Cerita di film Yu-Gi-Oh! The Dark Side of Dimensions ini dibuka dengan wahana elevator luar angkasa milik Kaiba Corporations. Dalam wahana luar angkasa itu Seto Kaiba sedang melakukan ujicoba teknologi duel disk terbaru miliknya. Dengan teknologi ini, Kaiba berusaha untuk bisa kembali melakukan duel melawan Atem, sang Fir’aun yang menjadi diri “Yugi yang satu lagi” yang telah kembali ke alam barzah setelah tujuh Millenium Items dipasang pada tempat asalnya di Mesir. Demi bisa kembali melawan Atem, Kaiba pun melakukan penggalian di kuil desa Kul Elna, Lembah Para Raja bermaksud untuk menyusun kembali Millenium Puzzle demi mengembalikan jiwa sang Fir’aun tanpa nama tersebut.

siaran-pers-yu-gi-oh-dark-side-dimensions-8

Di sisi lain, Yugi Mutou dan teman-temannya akan menyongsong upacara kelulusan SMA. Namun tiba-tiba kelas Yugi kedatangan murid pindahan baru bernama Aigami. Suatu hari Aigami pun berkenalan dengan Yugi dan ia mengajak duel Yugi. Saat hendak menunggu Aigami datang ke toko milik kakeknya, Yugi merasakan ada sesuatu yang aneh. Disaat yang bersamaan di berbagai belahan dunia terjadi insiden hilangnya manusia secara misterius. Siapakah pelaku yang bertanggung jawab atas insiden tersebut? Siapa sebenarnya sosok Aigami? Apa misteri lain yang ada di balik keberadaan Millenium Puzzle?

Kembali Mempertemukan Yugi dengan Kaiba

Saat pertama mendengar kabar bahwa Yu-Gi-Oh! akan kembali merilis film anime, satu yang terlintas di pikiran saya adalah “apakah ini akan menjadi movie dari serial Yu-Gi-Oh! Arc-V?”. Namun ekspektasi saya justru menjadi lebih besar saat mengetahui bahwa film terbaru ini justru menghadirkan kembali karakter Yugi Mutou, Seto Kaiba, dan para karakter lainnya dari serial Yu-Gi-Oh! Duel Monsters.

Kisah dalam film ini mengambil setting setelah tamat serial Yu-Gi-Oh! pertama serta tak lama setelah berakhirnya Yu-Gi-Oh! GX. Hal ini dapat dilihat dari awal film saat menampilkan kembali adegan duel terakhir Yugi melawan dirinya yang satu lagi, sang Fir’aun Atem.

siaran-pers-yu-gi-oh-dark-side-dimensions-1

Meskipun Yugi merupakan sang karakter utama namun entah mengapa menurut saya di film ini justru lebih ditampilkan sosok karakter Seto Kaiba. Termasuk usaha mati-matian Kaiba untuk bisa kembali melawan Atem menjadi salah satu inti cerita dari film ini. Adegan duel yang ada di film ini juga lebih banyak menampilkan duel Kaiba, sehingga bagi para penggemar Kaiba atau para pengguna deck Blue-Eyes bersiaplah untuk dimanjakan dengan film yang mungkin seharusnya berganti judul menjadi Kai-Ba-Oh! The Dark Side of Dimensions ini. Betapa tidak, karakter Kaiba ditampilkan sangat nyentrik di anime ini. Dan bahkan nama Kaiba sendiri diabadikan sebagai satu rarity  kartu tersendiri oleh Konami. Dalam ekspansi Yu-Gi-Oh! The Dark Side of Dimensions Movie Pack terdapat 45 kartu yang memiliki rarity Kaiba Corporation Ultra Rare Cards.

Duel Penuh Ketegangan

siaran-pers-yu-gi-oh-dark-side-dimensions-12

Menurut saya pribadi, visual 3D adalah salah satu elemen yang tidak terlepaskan dari anime Yu-Gi-Oh! setidaknya setelah serial Yu-Gi-Oh! 5D’s. Pada film animasi ini, animasi 3D juga tidak lupa kembali ditampilkan. Penggunaan animasi 3D di anime ini digunakan saat memunculkan citra Solid Vision dari kartu, terutama kartu yang berbentuk non-manusia, dari duel disk.

Detail dan Modeling dari animasi 3D di film anime ini tampil dengan kualitas yang menurut saya cukup bagus. Yang bahkan bisa membuat saya berdecak kagum saat melihat kemunculan berbagai macam Blue-Eyes dan monster dengan bentuk abstrak milik Aigami. Bisa dibilang kualitas visual dalam adegan duel di film ini benar-benar ditampilkan dengan sangat epik.

Berbicara mengenai animasi, di film ini terdapat beberapa adegan dengan kualitas animasi 2D yang tak kalah menakjubkan. Seperti saat adegan Kaiba melawan Atem, serta saat Lemon Magician Girl, Apple Magician Girl dan Dark Magician Girl hadir di arena.

Selain melalui visual, suasana tegang dari adegan duel kartu di film anime ini juga semakin terasa dari musik latar yang dimainkan. Berbagai musik latar khas dari serial Yu-Gi-Oh! yang pertama dihadirkan dalam film ini. Tak lupa pula adegan Summoning Chant ketika karakter hendak memanggil kartu ke arena makin menambah keseruan yang ada.

Berkaitan dengan adegan duel di film ini ada satu hal yang cukup menarik. Jika dalam seri anime biasanya duel dilakukan dengan masing-masing duelist memiliki 4000 Life Points, dalam film ini duel dilakukan dengan 8000 Life Points, sama seperti peraturan asli dari permainan kartu ini. Dengan memiliki 8000 Life Points ini adegan duel di film ini semakin lebih menegangkan terutama saat masing-masing duelist mulai beradu Chain saling membalas mengaktifkan kartu di arena.

Lebih dari Sekadar Bermain Kartu

Sudah menjadi tradisi dari serial Yu-Gi-Oh! bahwa anime ini menceritakan sekelompok anak muda yang bermain kartu demi menyelamatkan dunia, entah dari roh jahat, dan semacamnya. Konsep dan tema cerita yang diangkat dalam film Yu-Gi-Oh! The Dark Side of Dimensions ini menurut saya pribadi cukup menarik karena menceritakan mengenai keberadaan dimensi lain (teringat akan konsep isekai?) yang ternyata memiliki keterkaitan dengan cerita Yu-Gi-Oh! sebelumnya.

siaran-pers-yu-gi-oh-dark-side-dimensions-3

Cerita di film ini ternyata memiliki kaitan dengan cerita serial awal Yu-Gi-Oh! terutama setelah kembalinya jiwa Atem. Kemunculan kembali karakter Shadi pun semakin menambah kuat hubungan cerita di film ini dengan kisah asli dari serial Yu-Gi-Oh!, bisa dibilang ini adalah kelanjutan dari akhir kisah Yu-Gi-Oh! pertama. Di film ini juga diangkat kembali kisah mengenai Millenium Item dan perseteruan arwah jahat Yami Bakura yang mendiami Millenium Ring dengan Atem.

Dalam film ini juga dibahas mengenai Collective Consciousness, sebuah istilah yang dicetuskan oleh ahli sosiologi asal Perancis, Emile Durkheim. Namun alih-alih membicarakan mengenai kesadaran ataupun paham yang berlaku di masyarakat, Collective Consciousness dalam film anime ini justru membicarakan mengenai eksistensi orang-orang yang ada karena ingatan orang lain mengenai dirinya. Tema ingatan ini tentu sangat mengingatkan dengan kisah Atem dan dunia ingatannya dalam permainan Shadow RPG.

Penutup

Film Yu-Gi-Oh! The Dark Side of Dimensions secara umum merupakan sebuah film yang menarik dan tak boleh dilewatkan bagi para duelist serta para penggemar Yu-Gi-Oh! terutama karena cerita film ini memiliki kaitan dengan cerita di serial Yu-Gi-Oh! itu sendiri. Film ini tampil memukau dengan kualitas visual yang apik serta musik yang juga mampu membangun suasana aksi yang menegangkan dalam film ini.

siaran-pers-yu-gi-oh-dark-side-dimensions-48

Untuk anda yang belum pernah menyentuh seri Yu-Gi-Oh! sebelumnya mungkin akan sedikit sulit mengikuti kisah di film ini. Selain karena memiliki hubungan cerita dengan serial sebelumnya, di film ini juga tidak dijelaskan peraturan bermain kartunya, dan bahkan di film ini ada ruling baru dalam duel yang hanya ada di film, ya saya harap Dimesions Duel tidak diterapkan di dunia nyata karena di duel ini kekuatan ditentukan dari kerasnya teriakan duelist.

Akhir kata, setelah menonton film ini kini saya mulai mengerti kenapa pada tahun 2016 ini deck Blue-Eyes White Dragon kembali meta dan bahkan pada grand final Yu-Gi-Oh! World Championship 2016 terjadi mirror duel antara sesama pengguna deck Blue-Eyes. Dan sangat disarankan untuk menonton film ini sampai akhir, ya sampai credit title terakhir ditayangkan.

KAORI Newsline | Diulas oleh Rafly Nugroho | Penulis adalah penggemar seri Yu-Gi-Oh! yang saat ini sedang vakum sementara (sepertinya) bermain TCG dan hampir kehabisan suara saat menonton film ini di bioskop karena berteriak.

3 KOMENTAR

  1. “Hampir kehabisan suara saat menonton film ini di bioskop karena berteriak”
    Nonton di bioskop mana min? Kalo Indo emang boleh teriak juga? Bisa ikut nge’chant kaya di jepang gitu? .-.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.