Presiden Filipina, Rodrigo Duterte bersama PM Jepang, Shinzo Abe

Filipina, negara tetangga di bagian utara Indonesia kini sedang gencar untuk melakukan pembenahan serta pembangunan di tiap sektor, tidak terkecuali sektor perkeretaapiannya. Pada Kamis (12/1), pemerintah Filipina secara resmi mengumumkan akan segera membangun jalur antara Manila hingga Malolos pada kuartal ke-4 tahun 2017.

Diilansir dari International Rail Journal, jalur sepanjang 38 km ini merupakan bagian dari rencana Presiden Filipina, Rodrigo Duterte untuk modernisasi sistem perkeretaapian di Filipina yang sudah mulai menua dan tidak sesuai standard. Menurut Duterte, pembangunan serta peningkatan infrastruktur perkeretaapian dapat meningkatkan perekonomian serta dapat mengurangi kemacetan di jalan. Jalur ini nantinya akan menghubungkan distrik komersial yang ada di ibukota Filipina dengan Provinsi Bulacan.

Dalam proyek ini, Jepang sebagai salah satu mitra Filipina juga ikut membantu dengan ikut melaksanakan studi kelayakan melalui Agensi kerja samanya yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA). Selain studi kelayakan jalur Manila – Malolos, JICA juga mengerjakan studi kelayakan pada jalur sepanjang 55 km yang menghubungkan Malolos dengan Clark yang diperkirakan akan selesai pada bulan April 2017, dan akan memakan waktu selama 4 tahun untuk proses konstruksinya.

Advertisement Inline

Tidak hanya itu, Jepang juga menawarkan bantuan untuk mengerjakan jalur kereta api (KA) sepanjang 100 km pertama pada sistem perkeretaapian di pulau Mindanao. Menurut juru bicara Deparmen Transportasi Filipina, Cherie Mercado, Presiden Duterte menginginkan pembangunan infrastruktur di Mindanao dan Visayas untuk lebih difokuskan agar setara dengan pembangunan di Luzon.

Rencana pembangunan infrastruktur sistem perkeretaapian di pulau Mindanao | Sumber; Sky Scraper City
Rencana pembangunan sistem perkeretaapian di pulau Mindanao | Sumber; Sky Scraper City

Pada tahap pertama, sistem perkeretaapian di Mindanao akan menghubungkan beberapa kota seperti Tagum, Davao, dan Digos yang terletak di Provinsi Davao del Sur. Rencana pembangunan jalur KA sepanjang 2,000 km di Fiiipina juga akan menghubungkan wilayah-wilayah seperti Cagayan de Oro, Iligan, Zamboanga, Butuan, Surigao, dan General Santos.

Selain proyek jalur KA konvensional, Filipina kini juga mempertimbangkan kerja sama proyek KA bawah tanah dengan Jepang yang akan menghubungkan Quezon City dengan Bonifacio Global City.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.