Salah satu acara pasar komik Indonesia kembali dihelat pada awal 2017. Comic Frontier (Comifuro) 8 yang telah dilaksanakan pada Sabtu (21/1) di Integrity Convention Center Kemayoran, Jakarta, berhasil menciptakan antusiasme yang begitu luar biasa.

Sejumlah perbaikan dari segi konten acara dapat dilihat di sini. Comifuro kali ini berhasil menggaet sejumlah komikus dari kalangan akar rumput yang luput dari aliran komikus mainstream Indonesia, di antaranya Ghosty Comics dan Mukhlis Nur yang memang sudah beberapa kali mengikuti Comifuro.

Salah satu partisipan dalam Comifuro 8. (Kevin W)

Dalam bincang-bincang bersama di panggung Comifuro, Ghosty Comics yang kini sudah tersedia di platform Line Webtoon ini berbagi pengalamannya dalam menciptakan komik yang disenangi oleh kalangan penggemar anime. Salah satu pengalaman menarik yang dibagi oleh sang komikus Fajar adalah bagaimana ia menciptakan kedekatan situasi antara pengalaman-pengalaman di dunia penggemar anime dengan komik strip yang ia buat, membuat orang tertarik dan “engaged” dengan komik dan karakternya.

Sedangkan Mukhlis Nur meluncurkan karya Only Human dalam format buku. Proyek Only Human menjadi salah satu contoh menarik ikatan komikus Indonesia dengan acara fandom karena Only Human pertama kali dijual dalam acara Comifuro secara perlahan-lahan, kemudian berlanjut ke penerbitan resmi dan kini telah diterbitkan oleh Bentang Pustaka.

Advertisement Inline
Panggung Utattemita. (Kevin W)

Sementara itu, peningkatan pelayanan juga terasa di panggung Utattemita. Tempat khusus untuk berkaraoke dengan teman-teman dan penonton dari pengunjung acara Comifuro ini lebih nyaman karena tersedia dalam satu ruangan sendiri. Sembari menunggu giliran menyanyi, calon peserta dapat duduk dan menikmati nyanyian dari peserta lain dengan ruangan yang cukup nyaman dan lega.

Antrian pengunjung Comifuro 8 yang membludak. (Kevin W)

Sisi besar yang disorot pada Comifuro 8 adalah masalah antrian yang semakin kronis dan ketiadaan food court karena ketentuan dari pihak gedung. Sudwi Karyadi selaku ketua pelaksana Comifuro Indonesia memahami keluhan yang dirasakan dan tidak menyangka akan terjadi peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan, walau venue kali ini jauh lebih luas dibandingkan Comifuro 7 di Smesco Pancoran. Masalah akses menuju venue yang menjadi keluhan pun akan kembali dievaluasi.

“Mohon maaf sebesar-besarnya harus mengantri lama,” ujar Sudwi.

KAORI Newsline | oleh Kevin W

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.