BAGIKAN
Memperkenalkan AI Kizuna, gadis YouTuber virtual masa kini (© Kizuna AI)

Siapa yang tidak mengenal situs YouTube? Situs yang telah hadir sejak tahun 2005 tersebut menjadi pilihan utama para netizen untuk mengunggah dan membagikan berbagai video dengan berbagai tema dan tujuan kepada para khalayak. Tak hanya itu, tren video blogging (atau vlog) yang dilakukan oleh para YouTuber juga semakin digandrungi.

Jepang pun juga tidak ikut ketinggalan dengan tren vlog. Di antara para vlogger tersebut, muncul satu nama yang mulai diperbincangkan di dunia maya, khususnya bagi para penggemar jejepangan.

Inilah Kizuna Ai. Ia tampil berbeda dengan YouTuber lainnya dengan menyebut dirinya sebagai virtual YouTuber. Meskipun begitu, AI-chan menyadari bahwa dirinya adalah karakter virtual 3 dimensi. Melalui channel YouTube-nya, ia pun ingin semakin dekat dengan para penontonnya dan bercita-cita menjadi bintang iklan.

Berbagai video yang diunggah oleh AI-chan menampilkan konten yang umumnya lazim ditemui dalam berbagai video vlog, seperti video perkenalan, membicarakan topik populer, melakukan tantangan unik yang dikirim oleh para subscriber, dan memainkan game. Beberapa videonya juga telah dilengkapi dengan takarir (subtitle) berbahasa Inggris dan Indonesia.

Salah satu videonya yang populer adalah video AI-chan ketika memainkan INSIDE, salah satu game platformer indie populer.

Selain di YouTube, ia juga hadir menyapa para penggemarnya di Twitter dan memiliki situs resminya sendiri. Meskipun channel YouTube-nya telah hadir sejak akhir bulan November 2016 yang lalu, AI-chan mulai naik daun karena karakternya yang imut, polos, dan bersahabat dengan para penonton. Ketika artikel ini ditulis, channel YouTube-nya telah mengumpulkan lebih dari 63 ribu subscriber.

Satu hal yang menarik, situs resminya menyediakan model 3D Kizuna Ai untuk software animasi MikuMikuDance dan dapat digunakan oleh para penggemarnya secara gratis. Meskipun begitu, ada syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi oleh para penggemar untuk memakai model 3D tersebut. Hal tersebut di antaranya melarang memakai seluruh atau sebagian model tersebut untuk membuat model baru dan menggunakan model tersebut untuk berbagai tujuan negatif lainnya (seperti SARA dan politik).

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.