Membangkitkan Harapan 44: Menguji Kemampuan Berpikir dan Bertindak

0

mhetgrdrghr

Ketika penghujung hari Minggu mulai berlalu, saya selalu bergidik, memikirkan apa saja yang sudah saya lakukan selama seminggu sebelumnya. Tentu saja, berarti ada waktu mengevaluasi apa saja yang sudah dilakukan selama seminggu sebelum itu.

Saat SIMAK KAORI utama berakhir minggu lalu, saya berpikir bagaimana supaya staf yang baru ini bisa lebih mau belajar dan lebih bekerja. Setidaknya, boleh sedikit bekerja namun sekalinya bekerja, harus menghasilkan hal yang luar biasa.

Kebetulan hal yang selalu saya ungkapkan dalam perekrutan staf selama minggu ini adalah melihat dunia. Staf harus punya keinginan tidak hanya sekadar bekerja, namun juga keinginan untuk belajar melihat perubahan apa saja yang terjadi di luar KAORI,

Misalkan salah satu staf yang melamar di subforum FC, yang ditugasi untuk mempelajari seperti apa operasional FC-FC di luar sana. Yang dipelajari adalah operasional FC di grup Facebook, melihat seperti apa interaksi dan pengasuhannya.

Dari sini, ada ide-ide untuk mengubah operasi FC saat ini di KAORI yang menurutnya kurang menarik. Bagaimana caranya supaya FC ini dapat menarik pengguna di KAORI, mudah-mudahan bisa dilaksanakan bila yang bersangkutan ternyata diterima sebagai staf.

Berkaca dari hal ini, maka saya memutuskan bahwa penugasan esai untuk calon staf yang ikut SIMAK KAORI Susulan, seluruhnya harus menulis tentang melihat dunia.

Semangat melihat dunia ini juga saya amanatkan ke perekrutan calon staf Newsline. Untuk bisa memahami pola pikir seorang otaku, saya menugaskan calon staf ini menulis tentang “esensi” dari loli, harem, dan bishoujo. Tidak lupa sembari memperbaiki kerja timnya yang masih keteteran sampai sekarang ini.

Tidak berhenti sampai di situ saja, staf Newsline eksisting pun juga saat ini mulai melihat dunia luar. Melihat kalau ternyata situs sejenis KAORI toh ukurannya hanya lima kali lebih besar dari KAORI Newsline saat ini. Toh ternyata beritanya tidak sekencang yang dikira banyak orang.

Ternyata, melihat dunia juga bermanfaat untuk mengetahui seperti apa kompetitor kita di luar. Sehingga bermanfaat dalam penyusunan strategi berikutnya untuk membenahi Newsline.

Tanpa melihat dunia luar, KAORI tidak akan mampu berubah dengan cepat, bertransformasi dengan cepat dan melawan arus pelambatan forum secara global. Lebih berbahaya lagi kalau KAORI sampai kalah bersaing dengan situs-situs yang sebenarnya tidak lebih berkualitas dari KAORI, namun lebih populer karena dipopulerkan oleh “alay”, seperti situs striming kartun yang sumber teksnya entah dari mana misalnya.

Di sisi lain, kemampuan berpikir pun diuji dalam studi kasus yang diberikan saat tes wawancara SIMAK KAORI.

Ada yang menjawab normatif saja. Ada yang jawabannya masih terjebak dalam wacana. Ada pula yang mencoba menjawab nyeleneh, tetapi realistis dan bisa diwujudkan.

Misal ada yang menjawab bahwa sesungguhnya Kementerian BUMN bisa membantu Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan impor pangan, namun juga membantu Indonesia swasembada berhala seperti nendo.

Atau ada pula yang menjawab besar kemungkinan sukses bila Iis Dahlia diduetkan dengan Mizuki Nana dalam acara konser dangdut di Pasuruan. Membawakan kolaborasi lagu Rindu dan Heart-shaped chant.

Keteguhan hati dalam bertindak juga diuji di sini. Dibuktikan dengan salah satu calon staf, yang saat disodorkan nukilan statistik sensus mantan, dengan mudah ia mengambil kesimpulan, “jadi kalau mantan lebih baik di lupakan, itu.”

Kedengarannya sepele diucapkan, tapi jarang sekali orang yang bisa memberikan pernyataan selugas ini, lalu istiqomah menjalankannya! Terutama bagi mereka yang sudah merasakan “berakhir cuma berteman”, beratnya semakin bertambah-tambah.

Akhir kata, saya berharap semoga setelah reformasi forum yang bulan ini genap satu tahun dijalankan, hasilnya akan mulai bisa dirasakan dalam 1-2 bulan ini.

Sementara itu, semakin banyaknya pengguna baru yang mulai aktif belakangan ini menandakan bahwa perubahan-perubahan yang sudah dijalankan KAORI dalam beberapa bulan lalu, mulai menunjukkan hasilnya.

Hal yang juga mulai dirasakan oleh KAORI Fansub, yang hari ini jauh lebih baik dibandingkan saat dahulu memulai Little Busters! musim pertama. Episode satu musim kedua jauh lebih baik baik dari segi kualitas maupun segi peminat.

Demikian pula yang terjadi dengan Newsline dan jejaring sosial KAORI yang semakin hari semakin besar pangsa pasarnya. Saya optimis, target 15 ribu meskipun agak sulit diraih, namun mencapai 12 ribu saja KAORI sudah sangat dekat sebagaimana yang direncanakan tahun lalu.

Semoga segala kegiatan melihat dunia itu tidak hanya berakhir sebagai esai formalitas belaka, namun bisa benar-benar dilaksanakan dan membawa perubahan yang lebih baik dalam berKAORI.

Shin Muhammad
Administrator KAORI

Ilustrasi: hoshimawa

———–

NB: Esai-esai para calon staf dan artikel kerja tim KAORI Newsline nanti akan diposting bertahap di forum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.