BAGIKAN
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee

Selamat datang dalam ulasan mingguan untuk seri anime Saenai Heroine no Sodatekata (Saekano) Flat. Ini adalah rubrik uji coba. Silakan sampaikan saran dan kritik Anda melalui Halo Kaori (halo@kaorinusantara.or.id) maupun grup #Kaoreaders di Facebook. 

Jadi, aku harus bilang apa? Kayak “Iye, iye, dasar fanatik,” gitu?

Dalam sore pada musim gugur yang dingin, Iori dan Izumi Hashima, saingan bisnis Tomoya, menunggu di sebuah turunan. Tomoya datang menemui Iori, dan ia diperkenalkan “senjata pamungkas” lingkar mereka, tidak lain tidak bukan, adiknya sendiri. Semula Izumi hendak menyapa Tomoya dengan gaya yang keren banget, tetapi Megumi datang, memberikan salam, dan Izumi kembali ke dirinya yang dahulu.

Tomoya mencecar Iori dengan sejuta pertanyaan. Menahan tendangan dan dampratan Eriri, ia mempertanyakan mengapa Iori menyeret Izumi ke dalam “proyek busuknya.” Tak lama kemudian, Izumi angkat bicara. Ternyata, Izumi ingin berkompetisi dengan Eriri. Iori yang tidak punya pilihan lain akhirnya merekrut penulis papan atas, lalu memadukannya dengan artwork buatan Izumi. Sebagai orang dengan idealisme tinggi (setinggi Soe Hok Gie), Tomoya terkejut, bertanya mengapa Izumi yang dahulu begitu tulus ingin berkarya, menciptakan sesuatu dengan dasar rasa cinta, tiba-tiba berubah haluan menjadi pencipta doujin yang ingin mengeruk keuntungan besar.

Advertisement Inline

Tetapi momen paling menyenangkan di bagian awal adalah bagaimana Eriri dan Izumi saling beradu pendapat. Memanfaatkan kemampuan, pengetahuan, dan ukuran dada masing-masing, mereka berdua terlihat baku hantam. Tomoya meminta Iori untuk melerai mereka berdua.

Saat mereka berpisah, Iori menyampaikan keyakinannya bahwa ceritanya tidak mungkin kalah dari produk Tomoya. Tahu, Tomoya menyampaikan bahwa ia juga punya senjata pamungkasnya. Iori bertanya, Utako Kasumi, bukan.

Justru, masalahnya ada di sosok Utako Kasumi itu sendiri. Membuat novel visual adalah kerja tim.

Esok hari, Megumi berdiskusi dengan Tomoya, mendiskusikan kata-kata Iori. Saat Tomoya sedang asyik merenung, tiba-tiba Megumi menghilang. Dengan nada yang berbeda dari biasanya, ternyata Megumi dipanggil secara khusus oleh Utaha. Utaha bertanya, dengan nada dere-dere, apakah Tomoya sudah “menentukan pilihannya.”

Saat pulang bersama, di dalam trem Megumi bertanya apakah jangan-jangan Utaha punya makna terselubung. Tomoya tidak dapat menentukan pilihannya bila ia belum memainkan game-nya karena menurutnya, naskah dan gambar adalah satu kesatuan pengalaman yang membangun dalam sebuah novel visual. Tersentak, Megumi menyerahkan tasnya, menawarkan diri untuk membantunya mengode.

Setelah kembali dari sekolah, aku langsung ke sini

Mereka berdua bekerja bekerja dan bekerja, sampai siang menjelang. Michiru datang, mendekap keras-keras, bertanya “ooo ternyata sudah sekian jauh perkembangan hubungan kalian berdua.” Megumi suka menambah kesalahpahaman, sehingga ia menjawab dengan polos.

Tomoya akhirnya menyadari suatu ide bagus. Ia menyuruh teman-teman Michiru yang bergabung dalam band binaannya, Icy Tail, untuk membantunya mengode. Mereka semua berhasil datang setelah Michiru menjalankan tipu dayanya, menyatakan bahwa akan ada sesuatu yang penting mengenai nasib band mereka. Setelah semuanya terkumpul Megumi segera datang ke rumah Eriri untuk meminjam sejumlah laptop, dan seluruh member (kecuali Michiru) aktif mengerjakan game.

Eriri terlihat percaya diri saat meminjamkan laptopnya, namun setelah Megumi pergi, ia merenung, meratapi kertas-kertas yang berserakan di bawah ruang kerjanya.

Akhirnya Tomoya memutuskan pilihannya. Utaha yang sudah berharap Tomoya hendak menjatuhkan kodenya harus menahan rasa kecewanya. Tomoya memutuskan menolak kedua-duanya. Skenarionya sampah, dan harus ditulis ulang.

Jelang Adegan Panas Dalam Satu Ranjang

Pada episode berikutnya, kita akan diajak menemui momen puncak Utaha dan Tomoya. Pengembangan hubungan Utaha akan mencapai titik tertinggi pada episode berikutnya, dan menit-menit terakhir sebelum lagu penutup memberikan kode bahwa “rute” berikutnya adalah “rute” Eriri.

Detail lain yang patut diperhatikan adalah setelah sekian lama, akhirnya sosok teman dekat Tomoya dimunculkan dalam anime ini, hanya sebagai pihak ketiga. Dalam novelnya, Tomoya digambarkan memiliki seorang teman yang hampir selalu menemaninya dalam dunia anime, namun tidak dimunculkan dalam animenya.

Akankah adegan panas ranjang Utaha nanti akan lebih “hot” dibandingkan musim pertama animenya? Kita lihat saja.

KAORI Newsline | oleh Kevin W

Kumpulan Adegan Terbaik Saekano Flat Episode 3

© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.