BAGIKAN
© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee

Eriri dan Utaha memutuskan keluar dari blessing software. Konflik baru? Drama baru?

Bahasan di bawah ini mengandung bocoran (spoiler) jalan ceritanya, stop membaca bila belum menonton sampai episode ini. 

Zulfikar!

Dalam deru KRL Commuter Line yang kini memiliki fungsi baru sebagai tempat berbuat asusila, Tomoya dan Megumi merenungkan kembali nasib blessing software. Tomoya akhirnya sadar bahwa sejak awal ia “memaksa” memasukkan Eriri dan Utaha, serta merasa lebih baik membiarkan mereka mencari kesempatan baru alih-alih bertahan bersama tim kecil. Rasanya miris, melihat kembali bagaimana mereka pernah begitu dekat dan kini semua sudah terlambat.

Advertisement Inline

Beberapa saat kemudian, mereka berdua tiba di mal Rokutenba. Megumi menjelaskan panjang lebar rencananya hari ini dan meminta Tomoya menyusun rute berbelanja yang paling efisien. Tetapi Tomoya masih “dense“, mengira Megumi melakukannya untuk menghibur dirinya. Megumi menjelaskan itu hanya tiga puluh persen alasannya, dan dua puluh persennya karena ia belum ke mana-mana. Sebagai pembalasan karena tahun lalu Tomoya meninggalkannya pulang, Megumi kali ini meminta Tomoya bersamanya sampai selesai.

Dalam “kencan” yang sudah direncanakan sejak episode minggu lalu, Megumi meminta Tomoya memilih baju kesukaannya. Kali ini, Tomoya menyadari dirinya tidak punya selera yang bagus dalam memilih baju sehingga membiarkan Megumi memilihnya (sambil membayangkan ia mengganti baju).

Jelang akhir “kencan” mereka, Tomoya berinisiatif berbelanja. Ia membelikan topi baru, topi yang sama seperti yang dikenakan Megumi setahun yang lalu, sebagai bentuk balas budinya karena telah dibelikan kacamata.

“Apakah karakter utama cerita barumu seperti ini? Apakah karakter baru untuk kegiatan kencanmu seperti ini? Apakah kamu merasakan rasa sesak, rasa gelisah, rasa deg-degan, sebagaimana kamu jatuh cinta dengan gadis beneran? Cerita tentang waktu berharga saat melewatkan waktu bersamanya, yang membuatmu bisa jatuh cinta dengannya dari dalam hatimu.”

Megumi tidak ingin blessing software berhenti di tengah jalan, dan bertekad untuk melanjutkan pembuatan game-nya. Momen ini diakhiri dengan romantis saat Tomoya menangis, entah merasa terharu, atau merasa menyesal. Tomoya melakukan katarsis di tengah-tengah tanjakan.

© Maruto Fumiaki / Kurehito Misaki / Kadokawa Fantasia Bunko / Saekano Flat Production Commitee

Ayo Kita Naik Kereta Api Cepat

Eriri dan Utaha bersiap untuk berangkat menuju Osaka dalam rangka menemui calon perusahaan tempat mereka akan bekerja. Bersiap menumpang KA 211A Nozomi, Eriri mengeluh karena ia tidak bisa menumpang kelas bisnis. Utaha mengingatkannya, tidak etis meminta fasilitas dari orang yang belum pernah ditemui. Bagi mereka berdua, pergi ke Osaka terasa seperti berangkat pergi berjihad.

Tomoya datang tepat sebelum mereka berangkat. Eriri dan Utaha yang menyangka bahwa mereka tidak akan dimaafkan oleh Tomoya semula khawatir dengan kedatangannya. Tetapi Tomoya menjelaskan semuanya, mengharapkan mereka berdua untuk sukses di dunia profesional. Menariknya, Tomoya kembali menjadi dirinya yang dahulu, menjadi otaku yang berharap banyak akan proyek yang disukainya, Fields Chronicle. Betapa maha pemaafnya Tomoya, yang sudah dikhianati dua kali. Oleh teman perempuannya sendiri!

Pertemuan mengharukan ini diakhiri dengan sedikit drama. Eriri menyangka ia akan bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, namun justru ditikung, disalip, disusul, direnggut, oleh Utaha, di depan mata kepalanya sendiri. Tanpa sadar, semboyan telah diberikan dan saat mereka sadari, kereta api telah lama beranjak.

Semester baru dimulai, dan kejutan baru segera menanti dengan kehadiran Izumi Hashima.Dari ujung, Eriri dan Utaha diledek oleh Michiru yang tiba-tiba tampil untuk datang ke rapat lingkar Tomoya di sekolahnya.

Yang Maha Pemaaf

Pada akhirnya episode akhir Saekano Flat berhasil memberikan eksekusi yang sepantasnya. Meskipun jualan Megumi Kato tak terelakkan dan nuansa yang diberikan terasa berat sebelah antara bagian awal dan akhir, bila dipikir-pikir eksekusi yang dilakukan terasa cukup layak.

Saekano Flat tidak dapat memuaskan semua orang, tetapi bila melihat karakter-karakter dalam novel ringan ini dianimasikan merupakan hal yang menggembirakan. Mungkin sama menggembirakannya seperti pengerjaan koridor 13 Transjakarta.

KAORI Newsline | oleh Kevin W

Selanjutnya, yuk baca ulasan animenya…

Ulasan Saekano Flat: Adaptasi yang Terjebak Dalam Krisis Identitas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.