BAGIKAN
© 2017 Akihito Tsukishi / Takeshobo / Kinema Citrus Production Committee

Awas: Ulasan ini mengandung spoiler

Episode Ini …

Perjalanan mereka akhirnya dimulai. Reg dan Riko tiba di tingkat pertama Abyss, Ujung Abyss. Semua nampak baik-baik saja dan tidak ada halangan berarti. Namun, ketika membaca surat yang ditinggalkan oleh Leader, Reg dan Riko tahu kalau rencana mereka sudah diketahui. Di tengah bahaya Abyss, Reg dan Riko masih harus lari dari kejaran Leader. Bersama dengan bantuan yang tidak terduga-duga, mereka berdua berpetualang lebih jauh menuruni Abyss.

Masih Cepat

Awalnya, aku tidak yakin dengan kesan pribadiku terhadap episode ini. Setelah episode tiga minggu lalu, kupikir tempo alur awal babak kedua akan melambat, dengan nuansa yang lebih ringan. Ternyata, tidak sama sekali. Serial anime ini seperti hanya tahu tempo cepat dan menolak untuk melambat. Sejauh ini, itu bukanlah keputusan yang patut disayangkan. Kualitas cerita episode ini masih relatif apik dan “cukup”.

© 2017 Akihito Tsukishi / Takeshobo / Kinema Citrus Production Committee
Advertisement Inline

Dari semua yang ada di episode keempat ini, yang membuatku tersentak kagum adalah adegan awal. Adegan Reg dan Riko yang terbangun dari istirahat mereka, menurutku, adalah buah hasil tiga episode sebelumnya. Buah yang kecil, tapi menjadi pemanis tersendiri di episode ini: Reg. Di episode-episode sebelumnya, Reg sering kali pasif dan hanya mendengarkan Riko, Nat dan Siggy. Tapi, di adegan awal tersebut, Reg  membuat semacam jaring dari tangan robotnya yang melindungi mereka berdua ketika tidur. Untuk kali pertama di serial anime ini, Reg mengambil inisiatif untuk terlibat dalam cerita. Karena ada di awal, penonton langsung merasakan perbedaan dari episode-episode sebelumnya. Di sepanjang episode keempat ini, kita akan berulang kali melihat Reg mengambil sikap aktif, selalu waspada akan bahaya. Kita juga tak jarang mendengar monolognya tentang nasihat dan peringatan Siggy tentang bahaya dan janjinya pada teman-temannya untuk melindungi Riko di Abyss.

© 2017 Akihito Tsukishi / Takeshobo / Kinema Citrus Production Committee

Tapi, tempo cerita tidak berhenti di sana. Alih-alih memberi ruang untuk “bernafas” dengan menunjukkan keseharian ringan mereka berdua di dunia yang baru, episode empat tidak membuang waktu untuk menaikkan konflik. Bukan dengan laba-laba raksasa, atau monster ular di episode satu, tapi dengan satu surat dari Leader. Sementara Reg percaya kalau surat itu adalah dukungan Leader pada mereka, Riko justru percaya kalau Leader mau menguji mereka. Tekad mereka diuji di tingkat pertama ini. Kemampuan mereka untuk hidup di Abyss dipertaruhkan. Tekad buta tidak akan cukup bagi mereka. Karena itulah, Riko menolak tawaran Habo untuk menolong mereka berdua.

© 2017 Akihito Tsukishi / Takeshobo / Kinema Citrus Production Committee

Karena, dengan bantuan seorang cave rider ahli, ketegangan dan aksi cerita di episode-episode berikutnya tidak akan semenarik yang seharusnya. Dengan menolak tawaran Habo, mereka harus berjuang sendiri di lingkungan yang bisa memangsa manusia biasa.

Setup yang bagus untuk cerita tentang petualangan ke tanah antah berantah yang berbahaya. Tetapi, tanpa adanya sosok berbahaya itu sendiri, setup itu kehilangan daya tarik yang seharusnya. Episode keempat bercerita tentang menemukan kekuatan diri di tengah tempat asing dan berbahaya. Tetapi, Riko dan Reg tidak berpapasan dengan ancaman genting. Mereka bahkan dengan mudahnya lari dari monster laba-laba. Salah satu kekurangan dari tempo yang cepat. Cepatnya tempo membuat episode ini kurang kuat dan kurang menegangkan, tapi berpengaruh kecil pada serial ini secara keseluruhan, kukira. Mari kita tunggu dan lihat episode-episode selanjutnya.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.