BAGIKAN

Jepang telah mengirimkan probe yang canggih untuk mempelajari atmosfer Venus, dengan tingkat kedalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Satelit ini dinamakan "Akatsuki".

Jepang meluncurkan satelit Akatsuki yang akan mengorbit di Planet Venus. Akatsuki yang diluncurkan hari ini di sebuah sebuah landasan pacu luar angkasa di sebelah selatan Jepang, Tanegashima, dalam bahasa Jepang berarti "permulaan".

Advertisement Inline

Akatsuki diperkirakan akan tiba di Venus pada bulan Desember tahun ini. Japan Aerospace Exploration Agency menyatakan satelit ini akan mengorbit di Venus selama dua tahun. Para ilmuwan Jepang berharap satelit ini dapat mengetahui tentang kondisi cuaca, lapisan udara, suhu dan kecepatan angin di planet kembaran bumi yang selalu diliputi awan asam sulfur tebal tersebut. Pembangunan Akatsuki membutuhkan dana sekitar 25 juta Yen atau sekitar US$ 280 juta.

Salah satu ilmuwan di proyek Akatsuki, Takeshi Imamura menjelaskan, "Meskipun Venus dipercaya terbentuk dalam kondisi seperti bumi, namun ia berada dalam kondisi yang benar-benar berbeda dari planet kita, dengan suhu yang tinggi karena efek rumah kaca gas karbon dioksida, dan dengan atmosfer yang berputar sangat cepat yang diselimuti oleh awan tebal dari asam belerang."

"Menggunakan Akatsuki untuk menyelidiki atmosfer di Venus dan membandingkannya dengan Bumi, kami berharap unttuk belajar lebih banyak faktor-faktor apa saja yang membentuk lingkungan di sebuah planet."

Misi ke Venus ini meneruskan misi sebelumnya yakni ketika Jepang meluncurkan satelit ke bulan pada tahun lalu. Satelit yang mempelajari bulan selama 19 bulan ini memberikan informasi tentang pemetaan permukaan bulan dan kandungan mineral yang ada di dalamnya.

TEMPO Interaktif | BBC | KAORI Newsline

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.