BAGIKAN
Kereta (Rolling Stock) MRT Jakarta di Dipo MRT Lebak Bulus | Foto: Fasubkhanali

Dua rangkaian rolling stock atau rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta telah tiba di Jakarta. Kedua rangkaian kereta tersebut kini sedang dipersiapkan di Depo MRT Lebak Bulus.

Pada kegiatan Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta bulan April 2018, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar memaparkan beberapa informasi terbaru terkait proyek MRT Jakarta. Salah satunya yaitu terkait dengan spesifikasi teknis dan informasi terkini kereta MRT Jakarta.

Kereta MRT Jakarta dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo asal Jepang. Posisi kemudi masinis berada di sisi sebelah kanan karena disesuaikan dengan arah jalur perjalanan kereta. Seluruh kereta MRT Jakarta dibuat dari material stainless steel. Satu rangkaian kereta MRT Jakarta dapat menampung sebanyak 1200 penumpang dan jika sangat padat dapat mencapai 1950 penumpang. Satu unit kereta memiliki 2 unit air conditioning (AC).

Spesifikasi kereta (rolling stock) MRT Jakarta
Advertisement Inline

Satu rangkaian kereta terdiri dari 6 kereta. Pada kereta 1 dan 6 yang merupakan kereta dengan kabin masinis merupakan kereta tanpa motor penggerak atau disebut juga trailer car (Tc). Untuk kereta 2 hingga 5 yang merupakan kereta tanpa kabin masinis memiliki masing-masing 1 pantograf tipe single arm dengan motor penggerak atau disebut juga motor (M).

Pada bagian bogie menggunakan tipe axle beam dan bolsterless. Sistem pengereman didukung dengan sistem Electrical Command Electro-Pneumatic. Untuk tipe coupler atau alat penyambung kereta memiliki tipe yang sama seperti coupler kereta di Jepang. Selain itu, sistem propulsi menggunakan VVVF Inverter yang sudah lumrah digunakan oleh armada kereta api di Jepang. Daya listrik diambil dari elektrifikasi Listrik Aliran Atas (LAA) dengan daya sebesar 1500V DC.

Pengoperasian kereta MRT Jakarta didukung oleh sistem persinyalan Communcation-Based Train Control (CBTC) yang dikontrol langsung di Operation Control Centre (OCC). Selain itu, sistem operasional juga didukung Automatic Train Operation (ATO) dan Automatic Train Protection (ATP). Kereta dapat melaju hingga kecepatan 100 km/jam dengan percepatan 0,92 m/s2 dan perlambatan 0,8 m/s2 hingga 1,0 m/s2 untuk pengereman darurat.

Seorang petugas sedang mengecek kereta (rolling stock) MRT Jakarta | Foto: Fasubkhanali

Untuk 2 rangkaian kereta MRT Jakarta yang telah tiba di Depo MRT Lebak Bulus akan dilakukan serangkaian uji coba. Untuk rangkaian pertama dilakukan uji coba di depo pada bulan Juni dan rangkaian kedua di bulan Juli 2018. Uji coba di jalur utama akan dilakukan pada Agustus untuk rangkaian pertama dan pada November 2018 untuk rangkaian kedua. Sertifikasi rangkaian kereta MRT Jakarta dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) akan dimulai pada Desember 2018.

Total keseluruhan rangkaian kereta MRT Jakarta yang dipesan yaitu 16 rangkaian kereta dengan 2 rangkaian kereta telah tiba terlebih dahulu di Jakarta. Untuk rangkaian kereta ke-3 hingga 8 memasuki tahap perakitan badan kereta, rangkaian ke-9 dan 10 memasuki tahap persiapan perakitan badan kereta dan bogie, rangkaian ke-11 dan 12 memasuki tahap perakitan part kereta dan bogie sedangkan sisanya yaitu rangkaian kereta ke-13 dan 16 memasuki tahap perakitan part kereta. Rencananya, sisa 14 rangkaian kereta MRT Jakarta akan dikirim secara bertahap dari Juli hingga November 2018. Sebanyak 2 rangkaian kereta akan dikirim pada setiap pengiriman.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.