BAGIKAN

Pada awal Juli lalu, Jepang tengah dilanda bencana banjir bandang. Hal ini disebabkan oleh hujan sangat lebat dengan disertai angin kencang yang mengguyur wilayah barat daya negeri Matahari Terbit tersebut, tepatnya di daerah Pulau Kyushu dan sekitarnya.

Dilansir dari Reuters, sedikitnya 200 orang meninggal (sebagian besar berada di wilayah perfektur Hiroshima) dan sedangkan puluhan ribu korban selamat melakukan evakuasi ke berbagai tempat penampungan yang tersedia. Berbagai infrastruktur yang berada di 14 wilayah perfektur mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor, di mana perfektur Okayama disebut-sebut menjadi wilayah dengan kerusakan paling parah.

Bencana yang oleh Agensi Meteorologi Jepang (JMA) disebut sebagai “Hujan Deras di Bulan Juli, Tahun Ke-30 Heisei” ini disebut-sebut sebagai bencana cuaca terburuk yang pernah terjadi pada era Heisei.

Berbagai pihak, mulai dari perusahaan hingga lembaga palang merah dalam dan luar negeri, turut membantu usaha pencarian korban dan pemulihan pasca bencana yang tengah dilakukan oleh pemerintah Jepang, mulai dari menerjunkan relawan, perawatan korban selamat, bantuan makanan obat dan makanan, hingga uang. Salah satu pihak yang turut turun tangan adalah Cygames, perusahaan yang merilis berbagai game yang terkenal di kalangan fans anime dan jejepangan, seperti Granblue Fantasy, Shingeki no Bahamut, Shadowverse, serta Uma Musume yang akan dirilis pada musim dingin nanti.

Diumumkan lewat situs resminya, Cygames menyumbangkan dana sebesar 50 juta yen (atau sekitar 6,25 milyar rupiah) untuk membantu usaha pemulihan Jepang. Sumbangan tersebut dikirimkan melalui dua lembaga, 25 juta yen (sekitar 3,13 milyar rupiah) untuk Lembaga Palang Merah Jepang dan setengah lainnya untuk badan Community Impact Fund. Pihak Cygames pun turut menyampaikan ucapan duka kepada para korban bencana tersebut dan juga menyampaikan doa agar usaha pemulihan pasca bencana di wilayah-wilayah terdampak mulai berjalan.

Cygames, Inc. adalah perusahaan anakan dari CyberAgent, perushaan layanan online dari Jepang. Perusahaan yang didirikan pada 2011 merupakan pencipta dan pengembang tiga mobile game tersebsar di Jepang, Shingeki no Bahamut, Granblue Fantasy, dan Shadowverse (2 judul pertama telah diadaptasi menjadi anime).

Mari kita berdoa agar uang gacha yang disumbangkan oleh Cygames dapat benar-benar tersalurkan untuk usaha pemulihan pasca bencana banjir bandang tersebut.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.