BAGIKAN
JPOP Music Festival

Kembali lagi kita disuguhkan hiburan musik Jepang pada minggu lalu di bilangan Jakarta. Bertajuk JPOP Music Festival 2018, acara ini diselenggarakan oleh Gleo Records bekerjasama dengan PM Organizer, bertempat di Viky Sianipar Music Centre di Jl. Minangkabau Timur No.43, Pasar Manggis, Jakarta Selatan, pada 29 Juli 2018 lalu.

Dalam event JPOP Music Festival kali ini mengundang banyak performer dan bintang tamu yang sudah tidak asing di mata para fans J-Pop tanah air. Di antaranya adalah:

Solo Performance:
Rachel Florencia
Aya Anjani
Rangga Pranendra

Idol Group Performance:
Twenty Nine Teens
LuSca
Ministry Of Idol

Band Performance:
Thousand Sunny
Honeybeat
Losers Of Today

DJ Performance:
RedShift

SPECIAL PERFORMANCE:
Aimon
Amakusa
Amehana
Aniqueen
Egao
Ghifarr
Hira Dazzle
Niwakaraa

Acara dimulai pukul 13.00 dengan yang dibagi ke dalam 3 segmen (stage), yakni stage 1 dari jam 13.00-15.00, stage 2 jam 15.30-17.50 dan terakhir stage 3 dari jam 18.05-20.55.

JPOP Music Festival

Penampil yang Variatif

JPOP Music Festival

Dari daftar performer yang tampil di atas terlihat banyak bintang tamu mulai dari Idol, band dan penyanyi solo dalam 1 event musik. Rata-rata grup idol lokal membawakan lagu-lagu anime seperti Naruto, Dragon Ball, Digimon bahkan ada yang meng-cover Wake Up Girls! seperti lagu “7 Girls War” di awal event.

Penampilan dilanjutkan dengan Aniqueen ID, grup dance cover asal Bogor, yang mengcover lagu-lagu dari BisH. Aidorumon (Aimon) tampil meng-cover lagu-lagu dari LinQ Project dan 1 lagu original mereka, “Idol Akhir Pekan“. Kemudian Hira Dazzle membawakan lagu dari Appare Harajuku berjudul Kimi dake no Wonderland yang membuat semua penonton bergoyang dan melakukan chant-chant ala Idol Appare Harajuku.

JPOP Music Festival

Bintang tamu band seperti Amakusa, Losers of Today, HoneybeaT, Niwakaraa, Thousand Sunny rata-rata membawakan lagu-lagu anime, JPop dan JRock populer masa kini dan beberapa lagu original mereka. Main event atau penutup di acara ini adalah Lumina Scarlet (Lusca) dan Twenty Nine Teens diletakkan pada slot stage ke-3 (21.00-22.30). Mereka membawakan beberapa lagu original mereka. Lusca juga mencover lagu Kimi dake no Wonderland-nya Appare Harajuku. Tentu saja membuat suasana panggung dan venue menjadi lebih meriah dengan chant-chant ala Idol Appare Harajuku. Selepas Twenty Nine Teens, acara ini masih berlanjut hingga larut malam (22.30) dengan penampilan dari Thousand Sunny dan RedShift. Sayangnya, penulis tidak mengikuti acara ini sampai selesai. Hanya sedikit penonton yang masih berada di venue hingga penampilan terakhir dimulai.

Masih Perlu ada Perbaikan di Area Venue

JPOP Music Festival

Walau acara ini tidak dipungut biaya alias free entry, tapi sebelum masuk para penonton diwajibkan menulis data diri terlebih dahulu di pintu masuk. Tentunya hal ini membuat antrian panjang mengular di bawah terik sinar matahari yang cerah. Suatu hal yang terasa kurang efektif menurut penulis. Beda dengan acara free entry lainnya yang membiarkan para penonton masuk keluar venue, di sini kita harus melewati pengecekan tas, pengisian data, dan pengecekan stempel sebelum bisa masuk ke gedung pertunjukan. Tapi akhirnya hal ini tidak dilakukan lagi pada sore dan malam harinya karena kekurangan sumber daya manusia dari panitianya.

Jadwal acara ini dari awal hingga malam berjalan kurang tepat waktu. Hal tersebut tampaknya dipicu oleh kurang seimbangnya durasi performer yang tampil di panggung. Ada yang berdurasi pendek dan ada yang durasi tampilnya panjang sekali. Antusiasme penonton mulai menurun dan akhirnya banyak yang pulang lebih cepat karena terlihat lelah menunggu. Ketika main event di mana grup Twenty Nine Teens dan Lumina Scarlet tampil, yang menonton hanya sedikit.

Dari segi tempat acara, lighting acara ini masih terlihat cukup simpel dan sederhana. Ventilasi dan sirkulasi udara di dalam venue terasa kurang, sehingga timbul bau tidak sedap akibat keringat penonton dan asap efek panggung. Untungnya, sistem tata panggung dan suara di acara ini sudah memadai untuk menggelar event musik seperti ini.

Selain acara musik, ada lomba makan ramen juga pada sekitar pukul 15.00. Lomba makan ramen ini disponsori oleh Nissin yang merupakan sponsor acara ini. Lomba makan cepat ramen Gekikara dalam waktu 3-5 menit berhadiah stok ramen Nissin seperti Gekikara dan UFO Ramen. Di sela-sela performance para idol, band dan penyanyi solo, di halaman parkir banyak booth-booth makanan dan minuman serta booth sponsor seperti booth Nissin Ramen, Sari Roti, Digibank dan booth-booth kecil untuk para performer menjual merchandise mereka.

Seperti apa suasana event JPOP Music Festival 2018 yang digelar pada minggu lalu? Ini dia galerinya!

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.