BAGIKAN

Acara perhelatan pop culture Indonesia Comic Con (ICC) 2018 telah selesai digelar pada 28-29 Oktober lalu di arena Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Seperti gelaran tahun sebelumnya, gelaran ICC tahun ini kembali menghadirkan berbagai konten menarik dan bintang tamu dari berbagai penjuru pop kultur dunia. Mulai dari dunia komik barat, jagat jejepangan, dan tak ketinggalan dunia pop kultur Indonesia yang akhir-akhir ini semakin menggeliat.

Salah satu bintang tamu yang datang di acara Indonesia Comic Con 2018 adalah Taku Inoue. Ia adalah salah satu komposer game ternama yang pernah bergabung bersama Bandai Namco yang pernah menggarap musik di berbagai judul game yang dirilis oleh mereka, seperti seri Ridge Racer, Tekken, dan Idolm@ster Cinderella Girls. Setelah keluar dari Bandai Namco, Taku Inoue kini masih berkarya sebagai komposer lepas. Ia pun menggarap salah satu lagu di game Dance Rush yang dirilis oleh Bemani.

Intip video salah satu lagu garapannya di game Idolm@ster Cinderella Girls yang dinyanyikan oleh Kanade Hayami (disuarakan oleh Yuko Iida) berjudul Hotel Moonside di bawah ini.

Di sela-sela berlangsungnya acara Indonesia Comic Con 2018, kami berkesempatan mewawancarai Taku Inoue secara eksklusif! Dalam wawancara eksklusif ini, kami mencoba mengulik lika-liku pembuatan musik game, baik ketika masih bersama Bandai Namco dan menjadi komposer freelance, serta mengetahui karakter Idolm@ster Cinderella Girls favoritnya!

Penasaran dengan wawancaranya? Berikut adalah petikan wawancara kami bersama Taku Inoue!

Kita sudah tahu bahwa Anda telah keluar dari Bandai Namco dan sekarang menjadi komposer lepas. Apakah Anda memiliki rencana untuk berkolaborasi dengan komposer lain?
Saya akan membuat lagu bersama DAOKO. Albumnya sendiri akan dirilis pada bulan November. Saya juga akan mengerjakan berbagai proyek lagu lainnya, jadi ditunggu saja.

Pertanyaan selanjutnya tentang Idolm@ster. Sebagai seseorang yang pernah membuat lagu untuk game ini, siapa karakter favorit Anda? Konon katanya suka sama Natalia ya?
Wah, pertanyaan agak sulit ini. (tertawa) Ya benar, saya suka Natalia. Alasannya suka, pertama karena dulu pernah belajar bahasa Portugis di kampus (karakter Natalia sendiri berasal dari Brazil, red). Saya sebenarnya suka sama semua karakternya, tetapi saya lebih menyukai karakter yang lagunya pernah saya tangani.

Natalia dari seri Idolm@ster Cinderella Stage (sumber: www.project-imas.com)

Anda membuat satu lagu untuk game Synchronica yang berjudul Yoake Made ato 3-byo. Saya kebetulan juga suka memainkan lagu ini di gamenya. Dari mana Anda mendapatkan inspirasi untuk membuat lagu ini?
Dulu saya diberi waktu tiga hari untuk membuat lagunya. Untuk lagu ini saya tidak memiliki inspirasi khusus. Saya sendiri membuat lagu ini dengan berbagai ide yang sudah saya inginkan sebelumnya dan proses pembuatannya ternyata tidak terlalu sulit.

Ngomong-ngomong software apa yang digunakan ketika membuat lagu dan tampil di atas panggung?
Untuk membuat lagu saya menggunakan Ableton Live, sedangkan buat nge-DJ di panggung saya memakai rekordbox dengan USB memory.

Anda sekarang sudah membuat lagu baru untuk game Dance Rush. Apakah Anda ada kesempatan untuk muncul di game-game Bemani lainnya?
Wah, saya mau banget, tetapi untuk sekarang masih belum ada rencana lebih lanjut.

Ada rencana untuk membuat album solo?
Sebenarnya mau-mau saja membuat album solo di kesempatan mendatang, cuma untuk sekarang lagi tidak ada waktu karena saya lagi sibuk sekali.

Kalau program TV Minna no Uta masuk game Idolmaster Cinderella Girls: Starlight Stage (Deresute), Anda ingin buat cover lagu untuk karakter siapa?
Wah, pertanyaan sulit lagi. Minna no Uta sendiri berarti “lagu semua orang”, jadi mungkin lagu cover-nya bakal dinyanyikan semua karakternya.

Selama di Bandai Namco Anda membuat lagu untuk berbagai judul game, mulai dari Ridge Racer hingga Idolm@ster. Apakah ada tantangan atau hal menarik ketika membuat lagu untuk game dengan genre yang berbeda-beda?
Ketika membuat lagu di game-game ini, tantangannya itu saya selalu ingin mencoba hal-hal baru di lagu-lagu tersebut.

Anda juga dikenal sebagai komposer stage (arena bertarung) di game Tekken, terutama Tekken Tag Tournament. Bagaimana cara Anda membuat lagu tersebut? Apakah Anda melakukan riset ketika membuat lagu di stage tertentu?
Saya pertama-tama melihat model stage-nya dulu, seperti hutan atau reruntuhan. Dari sini akhirnya saya mendapatkan inspirasi untuk membuat lagunya.

Apakah Anda ingin datang lagi ke Indonesia?
Ya, saya suka sekali dengan Indonesia. Ini pertama kalinya saya ke sini. Saya harap suatu hari nanti bisa datang lagi ke sini.

KAORI Newsline | Wawancara: Dean Astarada | Foto: Dody Kusumanto | Teks: Tanto Dhaneswara

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.