BAGIKAN
(c)2017 "MIXED DOUBLES" Film Partners

Gelaran Japanese Film Festival akhirnya kembali lagi ke Indonesia. Festival film tahunan ini akhirnya digelar pada akhir tahun 2018 dan akan menyambangi berbagai kota besar di Indonesia. Kota Makassar akhirnya terpilih sebagai kota pertama penyelenggaraan festival filmnya, tepatnya di bioskop CGV Daya Grand Square. Berbagai film-film Jepang terpilih akan siap diputar dalam gelaran Japanese Film Festival 2018. Salah satunya Mixed Doubles, film yang disutradarai oleh Junichi Ishikawa dan dibintangi oleh Yui Aragaki dan Eita Nagayama. Seperti apa film drama olahraga yang satu ini?

Tamako Tomita adalah anak ajaib di bidang tenis meja. Namun ternyata selama ini, dia menjalani latihan tenis meja yang keras bersama ibunya  karena terpaksa. Setelah ibunya meninggal, Tamako akhirnya berhasil keluar dari dunia tenis meja, dan memilih untuk bekerja di perusahaan. Namun, masalah di kantor membuatnya berhenti bekerja dan ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Hubungan percintaan yang kandas membuat Tamako berinisiatif mengambil alih klub tenis meja yang dijalankan oleh mendiang ibunya. Ia pun memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam turnamen nasional tenis meja.

Fim ini memiliki pemain yang sangat familiar dan terkenal yaitu Yui Aragaki sebagai Tamako Tomita, Eita Nagayama sebagai Hisashi Hagiwara, Ryōko Hirosue sebagai Yayoi Yoshioka, Hayato Sano sebagai Yuma Sasaki, Kenichi Endō sebagai Motonobu Ochiai, Misako Tanaka sebagai Mika Ochiai, Hiroyuki Morisaki sebagai Cho, Yū Aoi sebagai Yo, Yōko Maki sebagai Hanako Tomita ibu dari Tamako Tomita, Fumiyo Kohinata sebagai Tatsuro Tomita ayah Tamako Tomita,Koji Seto sebagai Akihiko Ejima, Mei Nagano sebagai Airi Ogasawara

View this post on Instagram

#JFF2018 #JFFIndonesia Mixed Doubles『ミックス』- Mikkusu . SUTRADARA : Junichi ISHIKAWA TAHUN: 2017 DURASI: 119 minutes PEMAIN: Yui ARAGAKI/ EITA/ Mei NAGANO/ Koji SETO GENRE: Family Drama, Sport TEKS: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris . SINOPSIS: Tamako Tomita adalah anak ajaib di bidang tenis meja. Namun ternyata selama ini, dia menjalani latihan tenis meja yang keras bersama ibunya karena terpaksa. Setelah ibunya meninggal, Tamako akhirnya berhasil keluar dari dunia tenis meja, dan memilih untuk bekerja di perusahaan. Namun, masalah di kantor membuatnya berhenti bekerja dan ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Hubungan percintaan yang kandas membuat Tamako berinisiatif mengambil alih klub tenis meja yang dijalankan oleh mendiang ibunya. Ia pun memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam turnamen nasional tenis meja. . Japanese Film Festival 2018 Website: id.japanesefilmfest.org Facebook: Japanese Film Festival – Indonesia Twitter/Instagram: @jf_jakarta

A post shared by The Japan Foundation, Jakarta (@jf_jakarta) on

Dibalik layar film ini ada Junichi Ishikawa sebagai sutradara, Hiroaki Narikawa/Kei Kajimoto/Shinya Furugori dan Ryota Kosawa sebagai penulis skenario. Mixed Doubles mulai dibuat pertengahan bulan Februari 2017 dan rampung Maret 2017. Lagu tema atau sering disebut soundtrack dibawakan oleh Shishamo dengan judul Hora, waratteru (ほら、笑ってるs

Film Mixed Doubles membawa saya menikmati alur cerita yang ringan tapi tetap memiliki konflik yang berarti dalam perkembangan alur ceritanya. Selama menonton saya disungguhkan dengan candaan yang ringan sampai mengelitik sehingga membuat seisi bioskop tidak bisa menahan ketawa mereka. Dengan pembawaan cerita yang ringan saya tetap bisa santai menonton film ini tapi saat yang tepat film ini mulai memberikan konflik secara berlahan sampai membuat saya merasa kesedihan, ketegangan selama menonton. Bagi saya film ini dibuat dengan konsep setiap orang bisa menonton tanpa memikirkan alur cerita yang terlalu rumit.

Hal positif dan negatif dalam film Mixed Doubles:

+ Bertema olahraga tapi dikemas simpel dan candaan yang mudah ditangkap oleh penonton.
+ Perkembagan tokoh utama yang sangat unik dan tokoh pendukung yang membuat alur cerita menjadi menarik.

– Fase alur cerita yang terlalu cepat
– Latar belakang tokoh pendamping yang sangat kurang diceritakan dan hanya focus di tokoh utama saja.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.