BAGIKAN

Dikutip dari korantempo.com

Suatu siang, di lantai dua Kelapa Gading Mall, seorang bocah cilik berusia 9 tahun larut mencorat-coret sketsa gambar Dragonball Z. Didi, nama bocah tersebut, asyik berkutat dengan kertas-kertas yang memuat sketsa anime (kartun Jepang) idolanya. Kertas-kertas itu sengaja diletakkan begitu saja oleh pemilik toko Animemachi. Masih di toko yang sama, tetapi yang ini berada di Mal Taman Anggrek, terlihat sekelompok pengunjung remaja asyik membongkar pangsang dan mengecat tubuh robot Gundam. “Liburan seperti sekarang asyik juga ke toko ini. Selain bisa ketemu sesama anggota Animemachi, aku bisa terus mengasah kemampuan. Lihat saja, kemarin aku sukses mengecat dan menata tubuh Gatchman, lo!” kata Ria, remaja berusia 13 tahun, dengan bangga sambil memperlihatkan hasil kerjanya.

Diakui Yanuar, pemilik toko Animemachi, di saat liburan seperti sekarang, para anggota klub anime yang diorganisasi tokonya ramai melakukan aktivitas. “Dalam sehari jumlah anggota yang datang ke sini jumlahnya bisa lebih dari lima orang. Mereka berkumpul, asyik menekuni kesibukan yang ditawarkan di toko saya,” kata pria berkacamata ini, yang membuatkan meja khusus, lengkap dengan kursi serta peralatan bagi mereka yang ingin mengutak-atik tokoh anime-nya. Meja khusus itu letaknya di bagian tengah toko sehingga menarik perhatian para pengunjung biasa. Saat ini ada sekitar seribuan anggota klub ini.

Advertisement Inline

Syarat untuk menjadi anggota klub di tokonya hanya membayar iuran setahun Rp 127 ribu. Bila sudah tercatat menjadi anggota, mereka bisa bebas melakukan kegiatan seru seperti bongkar-pasang, menata ulang, dan mengecat robot tokoh anime. Robot anime bongkar-pasang yang paling digemari adalah Strike Gundam, Wing Gundam, Lupin, Gatchman, Dragonar, DragonBall Z, Robotech, Black Heaven, Cybernetic Guardian, Star Ocean Ex, Voltes V, Google V, Bastard, dan Sent Seaay.

“Bagi pehobi berat anime, bila sudah berhasil melakukan bongkar-pasang yang mudah dan simpel, mereka pasti tertantang melakukan yang lebih rumit,” tutur pria yang sudah lima tahun menekuni anime ini. Dalam satu kardus robot anime, jumlah elemen bongkar-pasangnya beragam. Kalau yang bentuknya mudah dan kecil biasanya cuma puluhan potong. Semakin besar robot anime-nya, semakin banyak jumlah bongkar-pasangnya (sampai ratusan) dan semakin rumit pengerjaannya.

Harga robot anime di sana bervariasi, mulai dari yang termurah (Rp 35 ribu) sampai Rp 3,5 juta. Hal itu berdasarkan urutan atau tingkatan kesulitan, termasuk ukuran besar-kecilnya, mulai yang berukuran 20 sentimeter sampai 1,5 meter. Karena untuk merakit robot harus menggunakan gunting dan solder, sebaiknya mereka berusia 7 tahun atau lebih.

Selain robot, ada juga gashapon (baca: gachapon, Jepang) yang berarti figur mini berbagai tokoh anime. Di Jepang, gashapon sangat dikenal oleh anak-anak yang memasukkan koin uang 50 atau 100 yen ke sebuah mesin seperti dispenser air aqua. Begitu uang dimasukkan, akan keluar bola-bola gashapon berisi tokoh anime. Bila beruntung akan mendapat tokoh anime yang kita sukai, dan di sana anak-anak akan terus memasukkan koin sampai mendapatkan tokoh anime yang mereka inginkan.

Di sini, penggemar figur mini ini biasanya wanita, baik yang masih anak-anak, remaja, maupun dewasa. Mereka menyukai figur mini anime Prince of Tennis, Doremi, Beautiful Dreamer, Tokyo Mew Mew, Kidou Tenshi Angelic Layer, Love Hina, Sent Seaay, Fruits Basket, Sakura Taisen the Movie, dan en Hunter x Hunter. Harga figur mini anime berkisar sekitar Rp 10 ribu sampai di atas Rp 100 ribu.

Di luar itu dijual juga manga atau komik Jepang, gantungan kunci, handuk, peralatan sekolah, peralatan makan, dan majalah khusus anime dari Jepang yang memberi petunjuk tentang perkembangan terbaru berita anime di sana.

Bermula lima tahun lalu, hingga sekarang Yanuar sudah memiliki tiga toko di Megamal Pluit, Kelapa Gading, dan Taman Anggrek Mall. Ia akan menambah tokonya Oktober tahun ini di Artha

Gading dan tahun depan di Mal Ciputra. “Saya punya obsesi, supaya anggota anime di toko saya bisa membuat acara seminar besar yang menghadirkan para pembuat anime mulai dari penulis sampai sutradara filmnya dari Jepang,” kata pria berusia 33 tahun ini.

Seperti Animachie, ada Animation Technology yang juga terletak di Mal Taman Anggrek. Toko ini memfokuskan diri menjual digital video disk (DVD), merchandise, dan poster. Karena asli dari Jepang, satu keping DVD-nya dijual Rp 70-90 ribu. Setiap paket DVD anime, jumlah kepingnya bervariasi.

Toko ini diburu banyak pembeli, sebab barangnya asli Jepang. Bagi orang Indonesia yang pernah tinggal atau belajar di Jepang pasti menikmati dan penasaran dengan anime terbaru. “Para pelanggan di sini sangat menikmati DVD asli yang mereka beli, dubbing-nya masih berbahasa Jepang dengan teks Inggris. Sekarang bahasa Jepang sedang tren, sangat digemari, kata Nyonya Jackson, pemilik toko itu.

Masyarakat Jakarta kini keranjingan DVD anime terbaru seperti Fruits Basket, Gundam, Sakura Taisen the Movie, dan en Hunter x Hunter. “Toko kami tidak menjual film lama yang sedang diputar di TV seperti Candy Candy, Sailoor Moon, Doremi, Pokemon, Doraemon, Hamtaro, Conan, Hello Kity, Crayoon Sinchan, Kobo Chan, Kamen Rider, dan Kuuga,” katanya. Tetapi, anime lama yang terkenal pada awal 1980-an seperti Voltus V, Google V, Lupin, Perrine En Famille, Yamato Yonko, The Northstar, Eva, dan Weib Kreuz, juga terdapat di sini.

Bagi penggemar anime dari kalangan menengah ke bawah, tak perlu berkecil hati untuk mendapatkan anime kesukaannya dengan harga murah. Beberapa pusat pertokoan di Jakarta seperti di Mangga Dua, Blok M, Jatinegara, dan Mayestik menjual pernik anime dengan harga murah Rp 2.000 sampai Rp 20 ribu. “Yang penting kan anime juga. Nggak peduli, dong mau VCD atau DVD-nya asli atau tidak, nggak ketahuan juga,” ujar Agus, mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Rawamangun, yang memborong anime aspal di ITC Cempaka Mas. hadriani p

Anime: Kartun yang Humanis

Mengapa anime sangat disukai di Indonesia? Di mata Jonathan Lesmana, pemimpin redaksi majalah anime, Animoster, “Ini soal pilihan. Masyarakat kita senang menerimanya. Mulai dari anak-anak, remaja, sampai yang berusia lanjut menyukai anime karena bentuk, karakter tokoh, bahkan struktur cerita anime Jepang sangat bervariasi dan menarik,” tuturnya. Menurut Lesmana, anime tidak melulu menampilkan cerita-cerita heroik atau kepahlawanan, tetapi juga mengambil posisi dominan seperti alur cerita yang bergerak pada kehidupan nyata, sarat dengan aspek psikologis yang lebih menyentuh. “Setiap karakternya begitu kuat, sangat dalam, yang melekat ke masing-masing tokoh. Mungkin budaya Jepang yang berasal dari Timur agak mirip dengan Indonesia, sisi humanisnya beragam dan tepat, mengena pada kehidupan kita tentang etika pergaulan, moral, kepribadian, serta akhlak. Faktor lain, era Amerika Eropa sudah bergeser, mulai digantikan dengan era Timur yang terwakili dari Jepang,” tuturnya.

Karena itu, ia tak heran bila anime menyerang masyarakat kita dengan dahsyat. Ia lalu menjelaskan, istilah anime dipahami sebagai suatu kata yang digunakan untuk menyebut film animasi buatan Jepang. Selain istilah anime, juga ada istilah yang lebih resmi, Japanimation. Sayang, sebutan ini kurang populer. Anime bisa dibilang mirip kartun, tapi gayanya berbeda. Karakter-karakter dalam anime kebanyakan mempunyai mata yang besar, kecuali karakter yang sudah dewasa, mempunyai mata yang sedikit kecil. Rambut dalam anime, diwarnai dengan berbagai macam warna. Bahkan untuk warna yang paling mustahil dipakai dalam dunia nyata sekalipun, seperti merah muda atau hijau. Untuk targetnya, tidak seperti kartun yang kebanyakan ditujukan untuk anak-anak dan remaja laki-laki, anime ditujukan untuk anak-anak, remaja, dewasa, pria atau wanita.

Lantas, ia menambahkan, yang punya hubungan melekat dengan anime adalah manga, atau komik bikinan Jepang. Manga mempunyai sejarah yang cukup panjang di Jepang karena digunakan sebagai salah satu sarana pendidikan. “Namun, biasanya anime dan komik seperti bagian tak terpisahkan,” katanya. hp

Animasi Jepang Saat Liburan

Dalam rangka mengisi liburan sekolah, PT Perdana IMMG Indonesia (pemegang hak siar beberapa program animasi Jepang disiarkan di beberapa stasiun televisi, seperti Yu Gi Oh, Ninja Hattori, Akazukin Cha Cha, Chibi Maruko Chan, Dr. Lin, Dragon Ball, dan Kiteretsu), bekerja sama dengan Mal Taman Anggrek menyelenggarakan acara School Holiday with Japanese Animation pada 9-18 Juli 2004, pukul 10.00-21.00.

Acara tahunan dari IMMG ini digelar untuk lebih memperkenalkan program-program animasi yang hak siarnya dipegang oleh IMMG, seperti Doraemon, Hamtaro, dan Shinchan. Anak-anak yang menjadi target penonton pun menjadi antusias dengan melihat karakter-karakternya secara langsung.

Unsur yang ditekankan bersifat fun dan juga aneka kegiatan bagi anak, seperti permainan, kuis, lomba menggambar, mewarnai, dan berfoto bersama karakter kesayangan yang langsung dibawa dari Jepang. Maskot yang tampil adalah Doraemon, Shinchan, Hamtaro, Doremi, dan Aiko. Disediakan pula ragam hadiah menarik, seperti barang-barang merchandise karakter animasi bagi peserta dan pemenang lomba. evieta (Diperbarui oleh Kabar Anime Indonesia)

5 KOMENTAR

  1. Tak di sangka kalau Indonesia sendiri memiliki komunitas langsung yang lumayan ramai…
    btw, ini bertitanya udah lama blom ya?
    Kan, Jonathan Lesmana belakangan udah pensiun ya?
    Habis di Edisi Animonster Vol.111 dia mengundurkan diri kayaknya.

    Gw mah gak tertarik ananti sama eventnya IMMG.
    Males nntonnya itu-itu ajah.

  2. robot bongkar pasang????

    zzzzz emang lego 😡

    n harus pake solder ngerakitnya????

    zzzzz emang mo bikin radia :nohope:

  3. anime menyerang indonesia? assoy, saiia juga salah satu iang kena serangannya neh… 😀

    Jonathan lesmana?! Joe Lesmana ituh? Lho bukannya dya udah angkat kaki dari Animonz yawh…

  4. hahah …
    anme itu mmg asiikk kok,,
    aku sendiri jga seorg penggemar berat anime lo,,!!
    oh iya slam kenall ,,^^

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.