BAGIKAN
film dreadout

Film yang diadaptasi dari game horor asal Indonesia yang fenomenal, resmi tayang dalam bentuk film layar lebar sejak (3/12) lalu. DreadOut, hadir sebagai film horor pertama yang Indonesia yang diadaptasi dari game yang memiliki nama yang sama dengan judul filmnya. Film yang diadaptasi dari game buatan studio Digital Happiness ini disutradarai oleh Kimo Stamboel, menghadirkan cerita yang berbeda dengan gamenya, film ini menjadi prequel dari seri utama game tersebut.

Dalam film DreadOut diceritakan tentang para remaja yang mencoba untuk menjelajahi gedung tua di kota tempat mereka tinggal, dengan tujuan untuk meraih follower di akun sosial media mereka dengan melakukan live intagram di gedung tersebut. Para remaja tersebut adalah Jessica (Marsha Aruan), Dian (Susan Sameh), Beni (Muhammad Irsyadilla), Alex (Ciccio manassero), Erik (Jefri Nichol) dan Linda (Caitlin Halderman).

Poster dari film DreadOut

Tanpa diduga, aksi iseng mereka tersebut berujung malapetaka setelah Linda tanpa sengaja membaca sebuah ‘mantra’ yang membuka sebuah portal ke dunia lainnya. Linda berserta teman-temannya pun berusaha untuk menyelamatkan diri dari tempat tersebut.

Hadir Sebagai film Thriller Dibandingkan Horor

Diperkenalkan sebagai film horor, DreadOut tampil sebagai film yang lebih memacu adrenalin dibandingkan menimbulkan rasa takut kepada para penontonnya. Awal cerita dibuka dengan adegan yang cukup intents, berhasil menarik perhatian para penontonnya. Ditambah dengan scoring dan visualisasi yang tepat, membuat suasana pada bagian awal film menjadi sebagai mencekam.

Pada bagian pertengahan film pun, aksi kejar-kejaran antara Linda sang karakter utama dengan sosok hantu Kebaya Merah atau dalam game kita kenal sebagai Lady In Red berhasil membuat penonton ikut merasakan ketegangan yang dirasakan oleh tokoh dalam film. Tidak hanya itu saja, selama film berlangsung pada penonton akan disambut oleh berbagai macam aksi-aksi menegangkan lainnya yang akan menemani sampai film berakhir.

Dibandingkan mendapatkan jumpscare, rasanya perasaan takut lebih didapatkan saat melihat bagaimana aksi Linda dan para tokoh lainnya menghadapi para hantu dalam dunia lainnya tersebut. Oleh karena itu, meskipun dikatakan sebagai film horror. DreadOut lebih seperti sebuah film Thriller dengan sosok hantu yang mengejar dan siap membunuh para tokoh yang ada.

Ajang Unjuk Kemampuan Para Pemain

Melihat kembali para pemain dalam film ini yang terbilang masih muda, tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tampil maksimal dalam film ini. Sebagai peran dapat dimainkan dengan sangat baik. Caitlin yang berperan sebagai Linda dapat dengan sangat baik memainkan perannya tersebut meskipun film ini merupakan film horor pertama yang pertama kali Ia mainnya. Penulis pun turut memberi apresiasi kepada Jessica yang memerankan dengan baik karakter tersebut, terutama setelah pertengahan dan akhir cerita, mengingat perubahan drastis yang terjadi pada karakter tersebut. Jangan lupa, Rima Melati yang berperan sebagai hantu Kebaya Merah yeng memberikan teror kepada Linda dan kawan-kawan selama film berlangsung.

Para pemain DreadOut setelah Screening

Rima dengan amat sangat baik memainkan sosok hantu tersebut, serta memberikan ketegangan setiap kali sosoknya tersebut hadir. Selain itu, peran dari Mike Lucock sebagai seorang satpam penjaga apartement pun berhasil menghibur jalannya cerita.

Tidak hanya berbicara dengan kemampuan para pemain dalam memerankan setiap karakter, Kimo berhasil membuat dialog yang terasa mengalir seperti percakapan para remaja pada umumnnya. Mengingat, para tokoh dalam film tersebut juga merupakan para remaja, maka tidak jarang akan mendengar beberapa kata-kata kasar yang akan terdengar pada dialog para tokoh, yang terkadang malah berhasil membuat penonton tertawa.

DreadOut hadir sebagai film horor yang mampu menghibur para penontonnya, meskipun masih terdapat beberapa hal yang menjadi sebuah pertanyaan bagi para penonton yang tidak memainkan gamenya, seperti kenapa Linda menggunakan handphone untuk mengalahkan para hantu yang tidak berhasil dijelaskan dengan baik dalam film tersebut. Namun, bagi yang mengikuti gamenya akan mengenal lebih jauh dari sosok Linda dalam film ini, serta bagaimana hubungannya dengan Hantu kebaya merah akan dijelaskan di sini.

Film ini bukanlah sebuah film yang sempurna tanpa kesalahan, terdapat beberapa kesalahan kecil yang sedikit menganggu jika disadari oleh penonton, serta dalam beberapa adegan masih dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi. Terutama beberapa adegan yang mampu membuat suasana film menjadi lebih menegangkan dan mengerikan, jika saja tidak terhalang dengan rating yang diperuntukan untuk 17+ namun rating 21+. Menurut penulis film ini dapat tampil lebih maksimal.

DreadOut menjadi salah satu film yang menarik untuk ditonton pada awal tahun 2019 ini. Terutama jika kamu yang sudah mengikuti gamenya, bagi kamu yang tertarik untuk bermain gamenya pun, film ini dapat menjadi awal untuk menjelajahi universe dari DreadOut. Mengingat Digital Happiness pun akan meluncurkan game DreadOut 2.

Sebagai penutup, berikut beberapa foto yang didokumentasikan oleh staff KAORI Nusantara saat penayangan Gala Premier DreadOut:

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.