BAGIKAN
©Type Moon

Fate/Grand Order atau dikenal sebagai FGO adalah sebuah gim yang muncul dari waralaba Fate, dikenal bukan hanya di Jepang namun merambah hingga ke seluruh dunia berkat kepopuleran akan sulitnya mendapat karakter dengan rarity SSR dari sistem gacha, desain karakter yang menarik serta penulisan cerita yang kompleks.

Fate/Grand Order sendiri telah menjadi fandom yang besar dan banyak merchandise berdasarkan karakter-karakter FGO telahtdiproduksi oleh banyak perusahaan produsen figure, aksesoris ataupun pakaian. Bahkan disinyalir bahwa kepopuleran FGO mampu untuk medongkrak popularitas waralaba Fate secara besar-besaran.

Pada Agustus 2017 muncul sebuah serial komik dengan judul Fate/Grand Order – Turas Realta yang ditulis oleh Takeshi Kawaguchi sebagai bentuk pemasaran Type-Moon untuk menarik konsumen potensial FGO. Di Indonesia, komik ini telah dirilis oleh penerbit m&c! sejak Februari 2019 dengan rating usia 21+.

Advertisement Inline

Tanpa berlama-lama lagi, berikut adalah ulasan dari komik Fate/Grand Order – Turas Realta Volume 1 yang membahas cerita mengenai chapter pertama gim FGO yaitu Singularity F.

Reimagination Singularity F

Komik Fate/Grand Order -turas realta-
©Type Moon

Komik Fate/Grand Order – Turas Realta Volume 1 hadir dengan cerita mengenai Singularity F dari gim Fate/Grand Order, yaitu bercerita tentang Ritsuka Fujimaru dan Mashu Kyrielight harus menemukan sumber permasalahan di sebuah singularity (semacam dunia pararel) dan mengambil Holy Grail untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran total yang diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun 2016. Namun, cerita pada komik ini hadir dengan sudut pandang penceritaan yang berbeda. Di sini akan dijelaskan apa saja perbedaan yang terdapat dalam komik Fate/Grand Order – Turas Realta volume pertama dan cerita pada versi gimnya sehingga para pembaca baru tidak akan kebingungan.

Pada bagian awal cerita dalam komik ini, Ritsuka telah berada di Chaldea dan bertemu dengan Mashu Kyrielight dan Lev Lainur yang meminta maaf karena telah membawa Ritsuka ke Chaldea tanpa persetujuan atau secara singkat Chaldea menculik seorang pria demi kepentingan organisasi.

Secara singkat runtutan kejadian yang terjadi hingga titik konflik muncul masih sama secara general, namun dalam komik ini lebih banyak unsur humor yang diselipkan untuk adegan tertentu, seperti adegan di mana Ritsuka bertemu Romani Archiman yang sedang mengganti celana di ruangan pribadi milik Ritsuka.

Pakaian Mashu yang dikenakan saat sekarat setelah ledakan besar sebelum RayShift diubah menjadi pakaian Chaldea combat uniform yang notabene pakaian tersebut hanya diketahui oleh para pemain gim FGO.

Dalam komik ini terdapat satu adegan yang sepertinya dibuat sebagai homage untuk Fate/Stay Night di mana Ritsuka di kejar sesosok makhluk yang menyerupai Servant Hassan I Sabbah dan berakhir dalam sebuah rumah yang ditinggali oleh Emiya Shirou, sesaat sebelum Hassan mampu untuk membunuh Ritsuka, Mashu yang telah menjadi Demi Servant berhasil menyelamatkannya.A Adegan ini dibuat sama persis layaknya pertemuan pertama Saber dan Shirou, adegan yang bisa dibilang simple tapi memiliki makna yang sangat spesial bagi fans seri Fate. Karakter rminion dari villian yang seharusnya mengejar Olgamari Animusphere adalah monster dalam bentuk skeleton diubah menjadi monster menyerupai penampilan salah satu Servant yaitu Hassan.

Pertarungan antara Mashu melawan Servant dari class Lancer yaitu Medusa digambarkan sebagai pertarungan yang cukup keras bagi Mashu karena dia belum bisa beradaptasi dengan situasi pertarungan antara Servant, namun di tengah-tengah pertarungan Ritsuka datang membantu dan membuat Medusa lengah sehingga dapat dihabisi oleh Mashu.

Caster Cu Chulain diperkenalkan melalui adegan saat Assassin Hassan of Hundred Face dan Rider Boudica (Corrupted) yang menyandera Olga dikalahkan oleh Cu tanpa kesulitan yang berarti menggunakan Magecraft serta Noble Phantasm Wickerman. Latar belakang mengenai Cu Chulain dibahas secara singkat untuk memberitahu pembaca mengenai legenda pahlawan dari Irlandia tersebut, lalu Cu meminta kepada Ritsuka dkk untuk bekerja sama demi mengalahkan sumber masalah pada Singularity F yaitu Saber Alter Artoria Pendragon serta Archer Emiya.

Perbedaan yang terjadi pada segmen akhir chapter ini adalah Artoria kalah karena tidak mampu untuk menghancurkan Noble Phantasm Mashu “Lord Chaldeas” lalu dihabisi Cu dengan cara yang sama seperti Emiya, yaitu dengan tongkat yang digunakan seperti tombak Gae Bolg miliknya saat dipanggil sebagai Class Lancer di anime Fate/stay night. Impact kematian Olgamarie yang dikhianati oleg Lev terasa lebih tragis pada komik ini karena latar belakang kehidupan Olgamarie dibahas dengan detail.

Selain itu terdapat penjelasan secara singkat mengenai konsep Holy Grail War, Magecraft (Ilmu Sihir), Servant serta Noble Phantasm yang memudahkan para pembaca yang belum familiar dengan serial ini dapat memahami garis besar konsep Fate itu sendiri.

Penggambaran Karakter Yang Lebih Hidup!

©Type Moon

Dalam sebuah komik penggambaran karakteristik tiap-tiap karakter yang ada pada sebuah seri dapat digali dengan cara yang berbeda-beda. Pada kasus Fate/Grand Order – Turas Realta ini setiap karakter memiliki momen masing-masing untuk berekspresi secara bebas.

Ritsuka Fujimaru sendiri dihadirkan sebagai sesosok pria yang memiliki kepribadian santai, humoris, cukup mesum namun kikuk dalam situasi tertentu sehingga interaksi Ritsuka dengan karakter lain terasa lebih alami serta mampu menjadi pemancing momen humor yang unik. Mashu sendiri dihadirkan sebagai sesosok wanita yang cukup kaku pada awal cerita. Perlahan-lahan Mashu mulai merasa ada ketertarikan kepada Ritsuka sehingga mereka terikat satu sama lain. Tak hanya itu, sisi lain dari Mashu pun cukup digali dalam komik ini karena banyak sekali adegan di mana Mashu merasa tidak mampu dan ketakutan untuk menghadapi musuh yang silih berganti datang. Secara singkat hubungan Ritsuka dan Mashu sebagai sepasang couple lebih terasa nendang berkat pengadegan dan dialog yang lucu namun juga cukup menggoda dalam situasi tertentu.

Romani hadir dengan pengekspresian karakter yang lebih humoris dalam memandu Ritsuka dkk. untuk melewati Singularity F, namun sayangnya porsi Romani dalam komik ini dapat dikatakan tidak terlalu banyak.

Olgamarie mendapat posisi yang spesial dalam komik ini karena karakternya digali dengan sangat baik dengan memperhatikan detail akan sikap Olgamari yang disiplin serta tegas, namun memiliki sisi di mana ia hanyalah seorang gadis yang terpaksa untuk melalukan pekerjaan yang ditinggalkan oleh mendiang ayahnya.

Penggalian karakter Villain seperti Artoria dan Emiya diceritakan sebagai sosok yang jahat namun terasa tidak terlalu digali secara detail. Akan tetapi sosok Lev mendapat pendekatan cukup apik saat ia dihadirkan sebagai sosok yang baik dengan ekspresi yang lembut, namun sebagai seorang penjahat ia mendapat penggambaran yang lebih sadis  pada adegan klimaks volume 1 ini.

Kesimpulan

©Type Moon

Komik Fate/Grand Order – Turas Realta Volume 1 adalah sebuah komik adaptasi chapter pertama gim Fate/Grand Order yang memiliki perubahan struktur cerita yang cukup besar namun hal tersebut tidak menjadi menjadi sesuatu yang negatif di komik ini.

Karena perubahan sudut pandang cerita, hal yang perlu digarisbawahi di sini adalah terdapat beberapa detail cerita yang hanya dapat dipahami oleh pemain gim FGO namun dilain sisi komik ini pun turut menjelaskan beberapa hal dan istilah yang asing bagi pembaca baru sehingga komik ini dapat dikatakan cukup newbie friendly.

Pada sneak peek volume ke-2 komik Fate/Grand Order – Turas Realta akan mengadaptasi chapter lain dari gim FGO yaitu Orleans yang tentu saja berfokus kepada karakter Holy Saint Jeanne D’arc dan Jeanne D’arc Alter yang akan dibahas pada kesempatan berikutnya.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.