BAGIKAN

Glasslip

Apa yang akan kamu lakukan jika kamu dapat membaca masa depan? Terlebih jika kalian mengetahui ternyata ada seseorang yang juga dapat membaca masa depan yang kamu lihat? Fukami Touko, seorang gadis yang menikmati hidup santai di pinggir desa bersama teman – temannya, mengalami kejadian – kejadian menarik setelah seorang pemuda datang dalam hidupnya menjelajah cuplikan kehidupannya di masa depan. Menyadari akan kemampuannya itu, apakah yang akan dilakukan oleh Touko?

Begitulah kira-kira cerita dari anime “Glasslip“, sebuah karya orisinil yang diproduksi oleh P.A. Works, yang telah sukses memproduksi anime populer lainnya seperti Angel Beats!, Canaan, dan Tari-Tari, dibawah arahan Junji Nishimura. Bersama Rika Satou sebagai penulis naskah cerita dan Miki Takeshita yang mendesain setiap karakternya, Glasslip mencoba menangkap penonton dengan sebuah cerita klasik, namun memiliki lebih dari sekedar cerita yang menarik. Glasslip akan menghiasi layar kaca selama musim panas ini, dalam 12 episode berdurasi 24 menit.

Advertisement Inline

Jika sebuah karya orisinil membuat kualitas sebuah anime dipertanyakan, baik dari segi cerita maupun adaptasi, ada baiknya kalau mencoba menyaksikan karya anime orisinil ini terlebih dahulu. P. A. Works memberikan hasil kerja yang luar biasa pada seri ini. Nuansa pedesaan yang dikombinasikan dengan gaya kontemporari memberikan warna baru pada konsep ‘pedesaan’ pada umumnya. Pemilihan profesi pekerjaan pada cerita menciptakan kompleksitas, dan juga pengarahan pada cerita. Seperti Touko yang mampu membaca masa depan menggunakan gelas, mengkorelasikan dirinya dengan profesi orang tuanya membuat perabotan gelas sepanjang hidupnya. Animasi terlihat sangat luwes dan indah, memberikan nilai tambah pada anime ini. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana dalam cerita, Glasslip memiliki efek khas dalam membaca masa depan. Semua efek yang telah ditunjukan memberikan efek – efek yang dapat ditemukan dari gelas, baik itu pantulan maupun refleksi, membuat anime ini tidak hanya simpel dan indah, namun memiliki daya tarik pada beberapa aspek lainnya.

‘Natsu no Hi to Kimi no Koe’ yang dilantunkan di awal anime ini menjadi sebuah lagu yang juga memberikan nilai tambah pada anime ini. Lagu yang dibawakan oleh ChouCho ini dengan indah menggambarkan nuansa tenang dan tentram yang dimiliki oleh anime ini. Hal yang sama juga dilakukan dengan lagu penutup oleh nano.RIPE, ‘Toumei na Sekai’. Penyanyi dengan suara unik ini memberikan bukan hanya rasa ceria, namun juga menggambarkan akan indahnya hidup dalam rutinitas yang membosankan.

Sebagai pesan moral, yang bisa dipelajari dari seri ini ialah tentang pengorbanan antar-sahabat. Menjadi sahabat untuk sekian lama, pada waktunya tentu akan dihadapkan dengan kondisi dimana kita harus memilih antara sahabat kita atau pilihan lain. Sebagai sahabat yang baik, maka selayaknya kita mendukung sahabat kita untuk mendapatkan yang terbaik baginya, dan bagi persahabatan yang sudah ada, tentunya, apapun akibatnya, selama hal itu tidak merugikan pihak lain.

Glasslip mungkin sepintas terlihat sebagai hanya sebuah anime dengan cerita generik, dan tidak begitu spesial. Hanya saja, desain karakter yang menarik, animasi disertai dengan pewarnaan yang nikmat untuk dilihat, dan belum lagi dilengkapi dengan lagu – lagu yang menyegarkan telinga, mungkin tidak ada salahnya untuk meluangkan waktu untuk secangkir kopi sambil menikmati anime yang satu ini.

Berikut adalah cuplikan gambar dari episode awal seri ini

This slideshow requires JavaScript.

KAORI Newsline  | Oleh Krisma Budianto Irawan dan Jonathan M. Simananda | Ikuti diskusi seri anime Glasslip di KAORI Forum

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.