BAGIKAN

Pemublikasian adalah sebuah kegiatan rutin untuk mempromosikan sebuah acara. Terlebih untuk acara sekaliber Comic Frontier (Comifuro), salah satu acara jejepangan paling ditunggu-tunggu kehadirannya. Pemublikasian dapat hadir dalam bentuk pengumuman dan terlebih lagi poster. Melalui tangan-tangan kreatif, Comifuro selalu menghadirkan pemublikasian yang eye-cacthy lewat poster-poster mereka.

Maka dari itu, KAORI Nusantara berkesempatan untuk berwawancara singkat dengan sosok kreator di balik poster Comifuro 12 kali ini, Lien Tsu, lewat jejaring sosial.

Advertisement Inline

Inilah petikan wawancara kami bersama Lien Tsu. Naskah wawancaranya sudah diubah untuk keperluan jurnalistik tanpa menghilangkan esensi dari topik yang telah dibahas.

Pertama-tama bisa perkenalkan diri Anda dulu dan kesibukan saat ini?
Halo, saya Lien, sekarang sedang berdomisili di Bandung. Sekarang (juga) sedang kuliah sambil freelance.

Mulai serius di dunia gambar sejak kapan?
Kalau gambar, udah sejak kecil sih. Tapi kalau mulai serius, waktu masuk SMA sekitar tahun 2012-an.

Bagaimana perasaannya bisa diberi kesempatan untuk ambil andil dalam pembuatan poster resmi Comifuro 12?
Pertamanya kaget, soalnya out-of-nowhere. Sempet ngerasa kena pressure juga, tapi akhirnya seneng juga sih.

Kalau untuk konsepnya sendiri siapa yang menentukan? Lien sendiri atau pihak Comifuro?
Waktu di-brief oleh pihak panitia cuma dikasih tema dan ukuran kanvas. Sisanya baru saya konsep sendiri.

Apa tema yang dimaksud itu termasuk tema musim dingin di posternya?
Iya. Temanya “Winter in Jakarta” gitu.

Bagaimana dengan dua karakter di posternya itu?
Dua-duanya karakter baru sih. Cuma terinspirasi waktu saya lagi jalan bareng teman waktu mau ke Comifuro 11 kemarin. Karena waktu itu lagi rame-rame, akhirnya saya buat dua karakter biar nggak sendirian, haha.

Jadi bisa dikonfirmasi kalau dua wanita jelita di poster itu bukan Naoko dan Evelyn, ya?
Yes.

Bagi mereka yang sudah tidak asing dengan nama pena Lien Tsu, pasti sudah tidak asing juga dengan Naoko maupun Evelyn. Mereka berdua bisa dibilang Original Character (OC) yang didesain sendiri oleh Lien dan sering muncul dalam akun sosial media Instagram maupun Artstation miliknya.

“Kanan: Tsuchiya Naoko. Kiri: Evelyn Gandana” © Lien Tsu
  • Tsuchiya Naoko, 23, biasa dipanggil Naoko, seorang barista handal meracik kehangatan meskipun tatapannya dingin dan tajam.
  • Evelyn Gandana, 20, biasa dipanggil Evelyn, barista dan juga co-worker dari Naoko yang berdarah Amerika-Sunda.

Sebelum masuk ke pertanyaan penutup, ada artist yang cukup mempengaruhi/meng-influence dalam proses menggambarkah? Atau mungkin punya artist favorit?
Kalau artist yang influence kayaknya banyak banget. Saya suka cari referensi ke Pixiv dan juga Artstation. Kalau ada yang bagus ya jadi inspirasi, gak bisa nyebutin yang spesifik.

Untuk pertanyaan terakhir. Melihat perkembangan industri kreatif saat ini, ada harapan atau pesan untuk sesama artist, yang baru merintis maupun juga untuk yang sudah lama berkecimpung?
Pesan buat kawan-kawan, sekalian buat pengingat ke saya sendiri, jadi artist harus pede, jangan takut buat main ke komunitas luar negeri juga, banyak belajar, sama jangan lupa buat tetap enjoy apapun yang kalian lakukan.

Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah dicurahkan oleh Lien Tsu pada wawancara singkat kali ini. Dan juga terima kasih untuk karya-karya memukaunya.

Acara Comfuro 12 telah digelar pada tanggal 23 dan 24 Februari kemarin. Para pengunjung pun berkesempatan untuk mendapatkan poster resmi jika membeli tiket bundle package di sana.

comifuro 12 - bundle package

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.