BAGIKAN
(© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee)

Anime dengan genre romance selalu mampu menarik banyak penonton. Musim demi musim, selalu ada satu atau dua anime romance yang menjadi favorit. Bahkan, judul besar seperti Kimi no na wa alias your name. sanggup untuk menarik perhatian khalayak umum yang jarang menonton anime. Dengan banyaknya judul – judul anime romance, penikmat anime tentunya memiliki pilihan yang bervariasi dalam menikmati genre ini, dengan jalan cerita dan ciri khas yang berbeda – beda.

Tsurezure Children merupakan salah satu anime romance, tepatnya romantic comedy, yang tayang pada musim panas tahun 2017 lalu. Bercerita mengenai kisah – kisah romansa para remaja SMA yang penuh dengan warna dan drama. Diadaptasi dari komik 4-panel karangan Toshiya Wakabayashi, anime dengan durasi singkat ini mampu menyuguhkan scene – scene yang fresh dan menghibur. Sudut pandang cerita yang cukup unik dan banyaknya pengisi suara populer menjadi daya tarik utama dari anime ini.

Premis Cerita

Ketika anime romance pada umumnya berfokus pada lika liku cerita romansa sang karakter utama dan pasangannya, hal yang sebaliknya terdapat pada anime Tsurezure Children. Dalam anime ini, tidak ada karakter utama yang paling ditonjolkan. Karakter utamanya terdiri dari beberapa pasangan yang memiliki kisah cintanya sendiri – sendiri. Setiap episodenya berisi 3 – 4 cuplikan singkat mengenai kisah tiap pasangan dengan karakter khasnya masing – masing, misalnya pasangan Ryouko dan Akagi yang sedikit mesum, atau pasangan Gouda dan Ayaka yang penuh dengan kesalahpahaman. Hal ini merupakan daya tarik utama dari anime ini, di mana penonton dibawa ke dalam nuansa cerita dan atmosfir romansa yang variatif. Banyak adegan mesra dan konyol yang berbeda – beda yang datang dari couple yang berbeda – beda pula, sehingga setiap episodenya terasa fresh dan tidak membosankan. Namun dengan banyaknya karakter yang disuguhkan, membuat cerita romance itu sendiri kurang dalam dan berkesan.

Salah satu couple dalam Tsurezure Children (© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee)

Hiburan Singkat yang Menyegarkan

Advertisement Inline

Diadaptasi dari manga 4-koma, anime Tsurezure Children ditampilkan dalam konsep yang serupa, di mana tiap episode nya hanya berdurasi 12 menit, dan berisi scene – scene pendek dengan cerita yang berbeda. Durasi ini ternyata mampu membuat Tsurezure Children menjadi tontonan ringan yang selalu dinanti tiap minggunya. Atmosfir romantic comedy yang selalu terasa di setiap episodenya mampu menghibur dengan durasi yang singkat. Walaupun tidak mengangkat plot yang berbobot dan menghidangkan romance yang dalam, anime ini mampu menyegarkan para penonton dan cocok untuk pelepas stres setelah melalui hari – hari yang melelahkan.

Tsurezure Children cocok sebagai tontonan pelepas stres (© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee)

Karakter: Unik dan Variatif

Dalam kehidupan nyata, terutama di lingkungan sekolah, kita selalu menemui berbagai macam sifat dan karakter orang yang sangat banyak macamnya. Ada yang pendiam, pemalu, optimistis, hingga sifat – sifat lainnya. Hal ini diterapkan dalam Tsurezure Children, di mana tokoh yang diperkenalkan cukup banyak dan tentunya memiliki sifatnya sendiri – sendiri. Dengan tema romantic comedy yang diangkat, anime ini ingin menyampaikan pesan bahwa semua orang dapat merasakan dan mengalami jatuh cinta, terlepas dari bagaimanakan sifat orang tersebut. Ide ini dieksekusi dengan sangat baik, terlihat dari para tokoh dan pasangan yang memiliki permasalahan cintanya masing – masing.

Dengan banyaknya tokoh yang ditampilkan, dan durasi tayang yang singkat, tentunya character development dalam anime Tsurezure Children tidak terlalu menonjol. Namun dengan konsep dan tema yang diangkat, character development memang tidak terlalu diperlukan disini. Penonton cukup perlu mengetahui sifat dasar dari satu tokoh, dan seperti apa permasalahan yang akan ditemuinya sepanjang episode. Beberapa karakter pendukung juga turut meramaikan anime ini. Menariknya, karakter pendukung juga bisa ditonjolkan ciri khasnya, walaupun dengan durasi tampil yang singkat. Misalnya saja karakter Motoyama, yang setia ‘mengabdi’ dengan dunia 2D dan selalu mengutuk para temannya yang memiliki pacar atau teman yang disukainya. Tokoh yang banyak dalam anime ini berhasil ditampilkan dengan seimbang, sehingga tidak ada karakter yang terlalu mendominasi ataupun justru terlihat tidak penting. Walaupun mungkin para penonton tidak bisa mengingat semua karakter yang ditampilkan, anime Tsurezure Children mampu membuat penontonnya memilih sendiri siapa karakter dan pasangan favoritnya.

Karakter yang ditampilkan sangat banyak (© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee)
Penonton memiliki tokoh dan pasangan favorit masing – masing(© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee)
Karakter pendukung mampu ditonjolkan (© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee)

Desain dan Kualitas Animasi

Studio Gokumi sebagai studio animasi mampu mengeksekusi anime ini dengan baik. Desain wajah karakter dibuat dengan gaya moe namun tidak berlebihan, sehingga terlihat manis dan menggemaskan. Mimik wajah lucu dan menjengkelkan sering kali dipakai untuk meningkatkan nuansa komedi. Hal yang sama juga diaplikasikan dalam animasinya, di mana banyak adegan lucu yang didukung dengan gerakan aneh para karakternya. Sayangnya, desain dan kualitas animasinya terlalu menonjolkan komedi yang ada, sehingga adegan – adegan romantis kurang didukung dari segi ini. Sedangkan atmosfir school life cukup didapatkan dengan penggunaan berbagai macam latar belakang seperti banyak siswa dan gedung – gedung sekolah.

Banyak mimik lucu yang dipertontonkan(© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee)
Unsur komedi didukung dengan animasinya (© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee)

Musik dan Soundtrack

Walaupun tidak terlalu menonjol, penggunaan soundtrack dalam anime Tsurezure Children mampu memperkuat scene yang ada, baik itu adegan romantis maupun komedi. Opening dan ending dari anime ini dinyanyikan oleh seiyuu yang mengisi suara tokoh dalam seri ini. Openingnya dinyanyikan oleh Inori Minase dengan judul “Aimai Moko (アイマイモコ)“, dan endingnya dinyanyikan oleh Yui Ogura dengan judul “Dear”. Selain nama – nama tersebut, terdapat juga beberapa pengisi suara populer yang turut meramaikan anime ini, seperti Kana Hanazawa, Kensho Ono, dan Ayane Sakura.

Kesimpulan

Dengan durasinya yang singkat, Tsurezure Children ternyata mampu menjadi sebuah tontonan yang cocok sebagai pelepas penat setelah menjalani hari – hari yang berat. Romantic comedy yang diangkat berhasil dieksekusi dengan baik sehingga mudah dinikmati. Banyaknya tokoh yang diperkenalkan, dengan masing – masing ciri khasnya menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri.

Kelebihan

  • Sebuah anime Romantic comedy yang mudah untuk dinikmati
  • Banyaknya tokoh yang unik dan khas
  • Desain karakter yang manis dan cocok dengan tema
  • Deretan pengisi suara popular yang cukup banyak

Kekurangan

  • Komedi yang  tebal terkadang menutupi adegan romantis
  • Tokoh mungkin dirasa terlalu banyak untuk sebagian penonton

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.