BAGIKAN

Bagi Anda yang mengatakan Makoto Shinkai adalah Hayao Miyazaki abad ke-21, itu adalah sebuah penghinaan bagi Makoto Shinkai.

Kimi no Na Wa. (Your Name.) atau dalam bahasa Jawa krama Asma Panjenengan, atau dalam bahasa Arabnya, اسمك (ismuka). adalah sebuah film animasi garapan sutradara Makoto Shinkai. Film ini dikerjakan oleh studio CoMix Wave Films dan telah dirilis di Jepang pada 26 Agustus 2016. Film ini memenangkan berbagai penghargaan untuk karya animasi dari berbagai pihak, seperti 49th Sitges Film Festival, 18th Bucheon International Animation Festival, 29th Tokyo International Film Festival, Newtype Anime Award dan 41st Hochi Film Award.

Mitsuha Miyamizu adalah seorang gadis polos yang tinggal di kota Itomori, sebuah kota kecil di prefektur Gifu. Mitsuha muak tinggal di daerah pedesaan yang menurut dirinya membosankan. Membosankan karena tidak ada café di desa, minimarket tutup jam 9, matahari cepat terbenam dan tapi entah mengapa, kota ini memiliki 2 bar. Selain itu, dirinya yang merupakan keturunan pendeta kuil setempat juga merasa muak karena status tersebut membuatnya malu di hadapan teman-temannya karena ia harus mengikuti ritual-ritualnya. Oleh karena itu, Mitsuha berangan-angan menjadi “Lelaki tampan dari Tokyo” di kehidupan selanjutnya.

Advertisement Inline

Ternyata permintaanya terkabulkan. Saat Mitsuha terbangun dari tidurnya, dia bertukar raga dengan sang Lelaki Tampan dari Tokyo bernama Taki Tachibana. Taki dan Mitsuha mengira bahwa kejadian tersebut adalah mimpi, namun ternyata semuanya nyata. Karena harus berinteraksi dengan lingkungan baru secara mendadak, kekacauanpun terjadi. Teman-teman di sekitar lingkungan Taki dan Mitsuha merasa heran karena Taki yang biasanya maskulin mendadak menjadi feminin dan Mitsuha yang sangat sopan berubah menjadi tomboy.

Mitsuha yang berada di tubuh Taki terkejut karena dirinya tiba-tiba menjadi cowok, terlebih pada saat mengetahui ada “sesuatu” di antara kedua kakinya. Mitsuha yang semula tinggal di pedesaan, tiba-tiba berada di Tokyo dan harus menjalani hidup sebagai laki-laki. Taki yang juga bekerja paruh waktu di sebuah restoran italia juga harus dilakukan oleh Mitsuha (dalam tubuh Taki). Karena ulah Mitsuha, Taki secara tidak langsung bisa mendekati seorang senior perempuan di restoran tempat ia bekerja dan membuat koleganya iri hati.

Kondisi yang sama juga terjadi Taki yang berada di tubuh Mitsuha. Semula Taki adalah perjaka yang saya kira cukup ganteng, tiba-tiba berada di tubuh seorang gadis. Untuk memastikan bahwa dia berada di tubuh gadis, dia melakukan apa yang seorang lelaki akan lakukan bila berada di tubuh gadis. Mitsuha yang asli memiliki sifat yang sangat halus dan tingkah laku yang sopan, tiba-tiba menjadi tomboi. Karena ketomboian akibat ulah Taki, Mitsuha menjadi populer di sekolahnya sampai-sampai bukan hanya laki-laki, perempuanpun juga menyatakan rasa suka dan ingin menjadi pacar Mitsuha (versi Taki). Mereka berdua mengeluhkan dampak dari pertukaran raga tersebut karena mereka sebenarnya “single by choice”.

Untuk memecahkan misteri kenapa mereka bertukar raga, mereka selalu bertukar memo sebelum mereka pergi tidur, agar pemilik tubuh sebenarnya mengetahui apa yang telah terjadi saat mereka bertukar raga. Namun setelah komet jatuh, mereka berdua tak pernah lagi bertukar raga. Taki yang merasa penasaran kenapa pertukaran ini berhenti pun mencoba mencari tahu apa yang terjadi.

Digambar dengan teliti dan cermat. (CoMix Wave Films)
Digambar dengan teliti dan cermat. (CoMix Wave Films)

Dari segi animasi, saya mengakui bahwa animasinya digarap dengan sangat apik. Dimulai dari close up, shot panorama pemandangan Itomori, penggambaran garis langit tokyo sangatlah memukau. Khususnya bagian shot up saat komet melintas bumi, Makoto Shinkai dan timnya berhasil menyajikan penyutradaraan yang pantas mendapatkan penghargaan film. Visual dari Your Name sangat dipengaruhi oleh latar belakang Makoto Shinkai sebagai mantan desainer grafis. Tentu saja kesuksesan ini tak luput dari proyek-proyek sebelumnya yang memang menyajikan kombinasi visual dan penyutradaraan yang wow.

Dimulai dari plot dan trailer yang disuguhkan, saya tidak akan terlalu membahasnya dalam-dalam. Pertukaran raga bekerja sebagai plot device namun ternyata kunci-kunci misteri dari konflik utama disajikan secara cerdik. Pengembangan konflik utamanya juga dikembangkan agar membawa perasaan dan pikiran penontonnya. Menariknya, trailer-nya memberikan kunci misterinya tanpa menampilkan konflik utamanya. Transisi dari sisi komedik, drama maupun ketegangannya juga membuat penonton ikut penasaran, khususnya saat konfliknya semakin memuncak. Sayangnya, drama perjalanan mencari jati diri kedua remaja yang disajikan terasa generik. Yang saya sayangkan, apa yang disodorkan pada awal film ini sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi di bagian kedua film ini. Plot yang dibangun di awal film harus dihancurkan dan digantikan dengan plot baru yang terasa “dipaksakan”. Shinkai berhasil menutup lubang-lubang plot minor namun di tengah perjalanan film ini, tiba-tiba ada lubang yang lebih besar dan Shinkai harus memulai dari awal lagi. Ending yang ditampilkan pun sebenarnya menyenangkan, namun dibandingkan dengan konflik yang mendahuluinya, terasa hambar walaupun tetap menarik. Muncul kesan “lho cuma begitu aja?” saat melihatnya.

Mitsuha dan adiknya. (CoMix Wave Films)
Mitsuha dan adiknya. (CoMix Wave Films)

Kehidupan Taki dalam Your Name ternyata tidak memiliki nilai ‘menarik’ di bagian awal film. Peran Taki di menit pertama Your Name mirip sekali dengan tokoh protagonis dari novel visual atau novel ringan umumnya. Bila Taki digantikan dengan “protagonis dari novel visual A” pun tampaknya tak akan membuat ceritanya berubah banyak. Dibandingkan Mitsuha yang kehidupannya dikupas mendalam, alur kehidupan Taki ternyata tidak dikembangkan dengan baik. Kehidupan Taki di Your Name hanya ditampilkan sekilas dan sisanya harus berbentuk monolog dalam adegan montage oleh Radwimps. Bahkan nama ayah sang Taki tidak pernah disebutkan dalam anime ini. Di sisi lain, Taki mendapatkan screen time yang banyak dan berperan penting di paruh kedua film ini.

Your name. tampak memiliki kesamaan premis dengan seri anime Kokoro Connect, di mana para karakter di cerita bertukar raga dan mereka harus memecahkan masalah yang timbul. Kalau Kokoro Connect disajikan dengan suasana yang lebih gelap, Your name. juga memiliki bagian yang gelap namun disampaikan dengan penyajian yang cukup mengejutkan para penontonnya. Misalnya, fakta di balik alasan mengapa Taki tidak pernah bisa menelepon nomor yang ditinggalkan oleh Mitsuha.

Sang nenek ini berperan sangat besar dalam membangun jalan cerita film ini. (CoMix Wave Films)
Sang nenek ini berperan sangat besar dalam membangun jalan cerita film ini. (CoMix Wave Films)

Lalu setelah saya selesai menonton film tersebut, teman-teman saya yang notabene juga otaku mengatakan bahwa tidak seperti otaku-otaku lain pada umumnya, mereka merasa film ini “di bawah rata-rata.” Saya penasaran kenapa penilaian mereka “di bawah rata-rata”. Dari apa yang saya amati, sepertinya Your Name. tidak ditargetkan untuk kalangan otaku dan lebih untuk penonton film secara umum. Tidak adanya referensi-referensi yang hanya bisa dipahami oleh kalangan otaku ataupun konsep sains fiksi yang terlampau tinggi membuat film ini terasa universal dan bisa dinikmati banyak orang. Mungkin saja ini alasan mengapa film ini begitu populer di mana-mana.

Radwimps sebagai band yang mengisi sebagian besar soundtrack di Your Name sukses memberikan lagu yang sangat nikmat. Lagu-lagu yang dimainkan oleh Radwimps benar-benar mewarnai adegan-adegan di film ini. Bahkan beberapa lagu mereka menjadi sebuah monolog yang menarasikan kejadian dan perasaan karakter-karakter di dalamnya, Khususnya Zenzenzense, Yume Toro dan Nandemonaiya. Makoto Shinkai meminta Radwimps secara personal menjadi pengisi soundtrack di Your Name dan Radwimps menjadikan kumpulan OST di Your Name sebagai album mereka yang kedelapan. Albumnya sempat menduduki posisi pertama di Oricon weekly album ranking pada 5 september 2016.

Shinjuku hari ini. (CoMix Wave Films)
Shinjuku hari ini. (CoMix Wave Films)

Melihat eksekusi dalam film ini secara umum, saya sampai pada kesimpulan bahwa sebutan Makoto Shinkai sebagai penerus Hayao Miyazaki adalah sebuah hinaan kepada Shinkai dan Miyazaki. Membandingkan karya Miyazaki dengan Shinkai bagaikan membandingkan apel dengan jeruk, sama-sama buah namun mengandung substansi yang berbeda. Dibandingkan dengan Hayao Miyazaki yang menekankan estetika karya-karyanya dan penceritaan dengan makna yang dalam, Makoto Shinkai menurut saya lebih menekankan di presentasi visualnya. Menurut saya, walaupun sudah cukup lama berada di dunia film, jalan Makoto Shinkai masih cukup panjang.

Your Name adalah film yang menyenangkan bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik Anda casual moviegoer atau pecinta seri animasi. Walaupun pada beberapa titik narasinya terasa klise dan biasa saja, penyajian visualnya benar-benar memukau. Bila film ini dinominasikan pada Academy Award tahun depan, saya tidak akan terkejut dengan hal itu. Setelah menonton film ini, saya tidak sabar menantikan karya selanjutnya dari Makoto Shinkai.

KAORI Newsline | oleh Naufal B. Pawenang | Penulis adalah seorang penggemar animasi jelata yang menjadi cukup emosional harus memegang tangan dan memeluk teman laki-laki sebelahnya saat menonton film tersebut.

Film ini mulai diputar di Indonesia pada 7 Desember 2016 di jaringan bioskop CGV Blitz, Cinemaxx, dan sejumlah cabang Platinum Cineplex

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.