BAGIKAN
Gambar hanyalah ilustrasi ©Izuru Yumizuru, OVERLAP/Project IS ©2011 Izuru Yumizuru, MEDIA FACTORY/Project IS

Sejak tahun 2018, warga negara Tiongkok tercatat menjadi populasi warga negara asing terbesar yang bermukim di prefektur Okinawa, Jepang, melebihi warga negara Amerika Serikat, tidak termasuk personel tentara AS dan keluarganya.

Setidaknya pada akhir bulan Desember 2018 lalu, tak kurang dari 18025 warga asing yang bermukim di Okinawa, naik 13,7 persen dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data dari Nansei Shoto Industrial Advancement Center (NIAC), di antara warga asing tersebut terdapat 2600 warga Tiongkok, 2530 warga AS dan 2153 warga Filipina. Tercatat kenaikan jumlah warga Tiongkok yang bermukim di Okinawa umumnya bekerja sebagai guru bahasa, penerjemah, maupun berkutat di bidang pariwisata di Okinawa. Adapun populasi warga asing keempat terbesar di Okinawa adalah warga Nepal yang berjumlah 2139, dan wagar Vietnam yang berjumlah 2047 jiwa.

Jumlah warga Tiongkok di Okinawa ini mengalami kenaikan sejak tahun 2015, atau lebih tepatnya sejak dibukanya rute perjalanan ke pelabuhan Naha, yang banyak menarik minat pendatang dari Tiongkok daratan dan Taiwan. Jumlah warga Tiongkok yang bermukim di Okinawa sendiri tercata mengalami pertumbuhan sebesar dua digit sejak tahun 2016, dengan angka pertumbuhan 10,2 persen per tahun, jauh lebih besar dengan jumlah warga AS yang bermukim di Okinawa yang hanya mengalami pertumbuhan sebesar 0,2 persen.

Advertisement Inline

Sebelumnya warga negara AS merupakan populasi warga asing terbesar di Okinawa selama periode 2012 – 2017, dengan jumlah populasi sekitar 2100 hingga 2500. Namun jumlah itu sendiri tidak termasuk dalam jumlah personel militer maupun para pekerja di pangkalan militer AS.

Jumlah populasi warga AS sendiri umumnya terkonsentrasi di dekat kawasan pangkalan militer AS. Di Okinawa misalnya, tempat di mana pangkalan militer AS di Jepang berada, jumla warga negara AS mencapai 14 persen dari keseluruhan warga asing di tahun 2018, jumlah yang lebih tinggi dibandingkan prefektur lainnya. Angka ini diikuti oleh prefektur Aoimori, tempat dari pangkalan udara Misawa, dengan jumlah warga AS mencapat 6,7 persen. Di Nagasaki, tempat pangkalan Sasebo, jumlah warga AS mencapai 4,6 persen. Sementara itu Okinawa sendiri merupakan tempat dengan pertumbuhan warga asing tertinggi keenam di Jepang, dengan pertumbuhan mencapai 13,7 persen, dan terus bertumbuh mencapai lebih dari 10 persen sejak tahun 2014.

Sementara itu pada tahun 2018 jumlah warga negara Vietnam di Okinawa mengalami mengalami kenaikan sebesar 61,2 persen, dan warga negara Nepal mengalami kenaikan hingga 13,7 persen, kebanyakan adalah para pelajar. Adapun jumlah warga negara Filipina yang telah bertumbuh sejak era 1980an, kebanyakan bekerja di restoran di pangkalan militer AS. Menurut NIAC, kebanyakan warga Filipina memiliki status penduduk permanen, karena telah tinggal di Jepang selama lebih dari 10 tahun, dan telah memenuhi sejumlah syarat.

KAORI Newsline | Sumber: The Okinawa Times & The Japan Times

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.