Dahulu saya pernah mengulas OVA Otaku no Video yang berupa mockumentary terhadap budaya otaku di Jepang, di mana saya membahas dari segi perjalanan seorang mahasiswa awam menjadi seorang otaku sejati. Bagi saya pribadi OVA itu sudah dapat menangkap sekilas bagaimana kisah perjalanan awal saya mengenali dunia otaku. Namun sayangnya visual akan OVA ini dapat dibilang telah termakan oleh zaman khususnya di visual “moe” seperti saat ini. Akan tetapi tidak perlu khawatir lagi karenanya telah hadir anime dengan pendekatan yang hampir serupa namun dengan latar sekolahan. Inilah anime orisinal yang berawal dari animasi pendek untuk Toho Cinema pada tahun 2015 – 2016 dan dilanjutkan sebagai seri anime TV dengan judul Anime-Gataris.

Dapat dikatakan, Anime-Gataris merupakan salah satu anime yang “sadar bahwa ini adalah anime” sehingga kalian akan sering menemukan berbagai macam sindiran akan budaya otaku terkini (baik pada saat maupun sebelum tahun 2017). karena itu juga kalian tidak perlu berharap tinggi akan cerita maupun animasinya. Namun perlu saya catat kalian akan menemukan akhir cerita yang cukup “di luar dugaan”. Baiklah lebih dari itu, apakah Anime-Gataris adalah salah satu anime yang harus kalian tonton? Mari simak ulasan berikut ini.

Premis Cerita

anime-gataris
© DMM.futureworks / JY Animation • Sakaneko School Animation Research Department
Anime Gataris © Animation Gatari

Sebagai anime orisinal, Anime-Gataris memiliki premis sederhana berlatarkan komedi dan parodi akan budaya otaku. Apakah kalian merupakan generasi yang sering menonton anime/tokusatsu sewaktu kecil? Anime ini memulai cerita dengan memperkenalkan penonton dengan seorang perempuan bernama Minoa. Di mana pada suatu hari ia teringat akan sebuah anime lama yang dulu sering ia tonton sewaktu kecil, khususnya pada satu adegan yang sangat ia kenang selalu. Namun ketika ia mencoba untuk mengingat nama anime itu, ia tidak dapat mengingatnya sama sekali. Karena itu ia mencoba untuk bertanya kepada teman sekelasnya, percakapan Minoa dengan temannya terdengarkan oleh seorang perempuan yang terkenal di kelasnya. Pada saat itulah Minoa mengenali bahwasannya perempuan bernama Arisu yang sangat terkenal di kelasnya ternyata adalah seorang otaku garis keras. Namun setelah mendengar adegan yang diceritakan Minoa, Arisu juga tidak dapat mengingat nama anime itu.

Di sisi lain karena Minoa masih merasa bimbang untuk memasuki klub apa di sekolahnya, bersama dengan Arisu, mereka mencoba untuk membuat sebuah klub riset anime dengan tujuan untuk menemukan nama anime yang ingin Minoa ingat itu. Dalam perjalanannya Minoa akan bertemu dengan berbagai teman sehobi dan mendalami dunia otaku ini.

Perjalanan menuju seorang otaku bersama teman-teman

animegataris
© DMM.futureworks / JY Animation • Sakaneko School Animation Research Department
Anime Gataris © Animation Gatari

Dengan premis cerita yang sederhana, sebenarnya saya tidak berekspektasi besar terhadap cerita ini dan hanya tertarik seputar lelucon yang akan dibahas di cerita ini. Ekspektasi tersebut hampir sepenuhnya terpenuhi (setidaknya dalam 1-8 episode anime ini), saya merasakan sekali lelucon ini khususnya ketika masa SMA saya di mana saya sangat sulit mencari teman yang sehobi atas dunia jejepangan hingga proses untuk membuat klub / ekstrakurikuler baru di SMA. Proses itulah yang saya cukup sukai di mana saya merasakan adanya progres maupun usaha bersama dalam membangun relasi sehobi. Bagi saya pribadi Anime-Gataris mampu menggambarkan dan menceritakan kisah pertemuan teman sehobi dan perangkulannya dengan baik yang disertai lelucon otaku masa kini.

Sebagai salah satu contoh, pada awal cerita penonton disajikan oleh dilema yang sering dialami oleh penggemar anime yaitu saat menilai adaptasi anime. Di mana kerap akan terjadi argumentasi “apakah kalian perlu menikmati karya aslinya dahulu (novel ringan, komik, gim, dan animasi singkat)?” ataukah “cukup dengan menonton adaptasi anime saja”. Adegan perdebatan ini cukup diceritakan dengan baik kelebihan maupun kekurangannya dan diilustrasikan dengan baik. Bahkan three episode rule juga dapat ditampilkan dengan baik bersamaan lelucon permainan katanya.

anime-gataris
© DMM.futureworks / JY Animation • Sakaneko School Animation Research Department
Anime Gataris © Animation Gatari

Penceritaan Anime-Gataris tidak hanya sekedar memperlihatkan lelucon maupun parodi dalam dunia anime, terdapat pula episode yang terfokus untuk menjelaskan anime tersendiri dari sisi produksi maupun proses pembuatan anime itu sendiri (mengingatkan saya kembali akan anime Shirobako).

Kurang lebihnya alur cerita di sini cukuplah baik dan sangat menyenangkan (walau terkadang terasa cringe). Namun cerita Anime-Gataris semakin terasa anehnya ketika menyentuh episode 9, di mana akan terjadi plot-twist yang cukup “aneh” di awal. Ya saya tidak akan membahas hal itu, namun episode 9-12 adalah pada saat “anime ini sadar adalah anime”. Lebih dari itu, saya pribadi merasa malah ingin melihat anime ini dilanjutkan ke musim kedua maupun film tersendirinya, karena akhir dari episode 12 sangat dapat dikembangkan lebih banyak lagi.

Sosok otaku yang kalian kenali dalam sebuah komunitas

animegataris
© DMM.futureworks / JY Animation • Sakaneko School Animation Research Department
Anime Gataris © Animation Gatari

Sebagai anime yang berfokus pada kehidupan otaku, Anime-Gataris memiliki berbagai macam karakter yang dapat kalian tebak berdasarkan desain karakternya. Anime ini memperkenalkan 6 karakter utama yang merupakan anggota dari klub riset anime yaitu:

  • Minoa Asagaya, seorang perempuan yang awam terhadap dunia anime namun karena ingatan masa kecilnya, ia menjadi tertarik untuk mengetahui anime kembali.
  • Arisu Kamiigusa, serang perempuan kaya raya yang merupakan penggemar anime garis keras yang menyukai anime secara keseluruhan.
  • Miko Kouenji, seorang perempuan kutu buku yang menggemari novel ringan, ia menonton anime karena tertarik seperti apa adaptasi dari novel yang ia baca.

  • Kouki Nakano, seorang lelaki terkenal di dalam sekolah dan luar sekolah yang tidak segan-segan untuk menunjukkan kesukaannya terhadap anime khususnya anime idol.
  • Kai Musashisakai, seorang lelaki yang terkena sindrom chuunibyou, ia sangat menggemari anime pertempuran ataupun aksi serta tokusatsu.
  • Erika Aoyama, seorang perempuan yang menggemari cosplay baik membuatnya maupun memakainya.

Mulai dari karakter yang tidak paham apapun mengenai dunia anime hingga para “senior” maupun teman sepantaran yang sudah memiliki pemahaman kuat akan dunia anime, penonton akan disajikan sebagai pandangan Minoa, yang tidak memahami anime hingga menjadi penggemar garis keras seperti Arisu juga.

Perkembangan karakter Minoa sangat terasa sekali dari awal hingga akhir, akan tetapi anggota klub lainnya dapat dikatakan cukup hambar akan perkembangan karakternya sehingga pada akhir episode sangat tidak terasa sekali perjalanan mereka selain sebatas interaksi bersama sebagai teman.

Ulasan anime Animegataris berlanjut ke halaman berikutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.