Sebagaimana sebelumnya telah dikabarkan bahwa Oregairu atau Yahari Ore no Seishun Love Come wa Machigatteiru atau My Youth Romantic Comedy Is Wrong, As I Expected versi komiknya akan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo di Indonesia pada tanggal 24 Juni 2020 lalu. Sebelumnya komik ini telah diterbitkan di Jepang untuk pertama kalinya pada tahun 2012 hingga kini, dan telah memiliki 16 volume. Komiknya sendiri ditulis oleh Naomichi Io dengan cerita asli novel ringannya yang ditulis oleh Wataru Watari dan diilustrasikan oleh Ponkan⑧.  Kira-kira, seperti apakah versi komik yang telah diterbitkan di Indonesia ini?

Sinopsis

oregairu
© 2013 Wataru WATARI, Naomichi IO, PONKAN⑧/Elex Media Komputindo

Masa remaja penuh dengan kepalsuan. Orang-orang yang berkelompok hidup dalam kemunafikan. Begitulah pikiran Hachiman Hachigaya sang karakter utama Oregairu sehingga dia diseret oleh gurunya ke Klub Pelayanan, tempat dia akan dipaksa belajar untuk bersosialisasi bersama Yukino Yukinoshita, gadis cantik dan cerdas yang juga sama-sama tak cocok untuk hidup berkelompok.

Penceritaan Komik

My Teen Romantic Comedy SNAFU
© 2013 Wataru WATARI, Naomichi IO, PONKAN⑧/Elex Media Komputindo

Memulai cerita dengan laporan singkat akan masa muda, pembaca diperkenalkan oleh sang protagonis yaitu Hachiman Hachigaya, seorang siswa SMA kelas 2. Laporan tersebut menceritakan pandangan singkat Hachiman terhadap teman-teman sekitarnya dan sayangnya laporan tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh sang guru. Kemudian guru tersebut mengarahkan Hachiman untuk mengikuti salah satu klub. Selama perjalanan menuju ruang klub itu, Hachiman memberikan pandangannya kepada dunia dan sekolah ini mengapa semua itu adalah dusta. Ketika sampai di ruang klub, di sanalah cerita komik ini akan berkembang.

Menurut saya penceritaan volume pertama komik Oregairu ini sudah cukup menggambarkan cerita komik ini ke depannya, dengan alur cerita yang santai tanpa perlu menekankan di awal tujuan akhir dari Hachiman sendiri. Di sini alur cerita terasa mengikuti arus saja, tidak ada momen spesial untuk membawakan topik, semua terasa seperti hari-hari normal yang mungkin dialami selama masa SMA. Sisi itulah yang saya sukai dari penceritaan komik ini, karena pembaca tidak diharuskan untuk membaca seluruh maksud yang ingin dicapai sekaligus. Namun, hal inilah yang saya sangat tidak sukai. Banyak sekali momen-momen pada volume ini yang terlalu sering ditulis oleh kata-kata yang cukup panjang, sehingga terkadang akan sangat membosankan untuk dibaca apalagi dengan arahan visual yang terkadang cukup nyambung dengan dialognya dan terkadang juga tidak.

Penggambaran Komik

My Youth Romantic Comedy Is Wrong As I Expected
© 2013 Wataru WATARI, Naomichi IO, PONKAN⑧/Elex Media Komputindo

Setelah sebelumnya membahas mengenai arahan visual yang terkadang jelas ataupun tidak. Bagi saya pribadi penggambaran cerita di komik Oregairu ini dapat dibilang bisa “cukup”. Seluruh gambar di sini sebenarnya bagus dan indah untuk dilihat (khususnya Hachiman dengan mata ikan busuknya). Namun, seringkali kualitas penggambaran di sini tidak terlalu sama rata. Kebanyakan penggambaran indahnya hanya berada pada momen spesial saja. Tapi hal itulah yang membuat gambar tersebut terasa spesial dan mengena sekali ketika dilihat. Saya hanya berharap saja ke depannya banyak adegan yang digambarkan seperti itu. Walaupun tidak banyak, namun setidaknya penggambarannya bisa lebih banyak dari saat ini.

Kesimpulan

© 2013 Wataru WATARI, Naomichi IO, PONKAN⑧/Elex Media Komputindo

Volume pertama komik My Youth Romantic Comedy is Wrong as I Expected @ (Oregairu) Comic ini dapat memberikan impresi yang bagus untuk dibaca, baik bagi yang belum menonton ataupun telah menonton adaptasi animenya. Pembukanya sendiri sudah dapat menggambarkan kesan “gue banget” karena di awal cerita hingga akhir volume pertama ini sendiri, pembaca hampir tidak diperkenalkan dengan motivasi utama dari Hachiman sendiri. Komik lainnya biasanya pada volume pertama ini seperti ini, pembaca akan disajikan oleh motivasi dari sang protagonis seperti ingin mencari tahu dunia baru di dunia lain, ingin menjadi idol, atau bahkan menjadi seorang raja. Namun tidak, di sini pembaca akan disajikan pandangan Hachiman dalam menyikapi dirinya ketika berinteraksi dengan sekitar. Ia merasa seperti mengikuti arus tanpa perlu repot sana sini memikirkan akhir yang ia inginkan. Mungkin menurut saya itulah momen yang terasa “gue banget“, karena tidak ada yang spesial dalam cerita ini ataupun yang buruk. Tapi bukan berarti ceritanya akan sangat membosankan, melainkan cerita seperti inilah menjadikan momen membaca seperti melihat pembicaraan orang di kehidupan normal. Semakin membaca kelanjutan ceritanya rasanya semakin menyenangkan melihat perjalanan mereka.

Terlepas dari penceritaan, visualnya sendiri dapat saya bilang “cukup” baik, dalam artian komik ini memiliki visual yang bagus. Namun sayangnya tidak semua adegan atau panel membawakan kelas visual seperti itu. Akan tetapi dari situlah ketika ada momen spesial, momen tersebut akan benar terasa sekali spesialnya. Saya sendiri masih senang dengan desain Hachiman yang memiliki mata seperti ikan busuk daripada Hachiman yang ganteng.

Singkat kata, penceritaan volume pertama ini cukup santai tanpa memberatkan pembaca dengan beban cerita yang berat dan pembaca dapat menikmati ceritanya sambil menantikan perkembangan karakter selanjutnya seiring waktu.

Baca juga:

Bukan Ulasan Anime: Yahari Ore no Seishun Love Come wa Machigatteiru Zoku

KAORI Newsline | Oleh Cakra Bhirawa

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.