BAGIKAN

orenji

Mengawali bulan November 2014, Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Diponegoro kembali mengadakan  festival budaya pop Jepang tahunannya. Festival yang memiliki nama resmi Orenji bertempat di area Kampus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro, Semarang.

Dengan mengusung konsep  Koizakura atau berarti “Festival Musim Semi”, acara ini berlangsung pada hari Minggu, 9 November 2014. Pemilihan ini memiliki makna tersendiri. “Kami melanjutkan trend selama 2 tahun kebelakang, dimana tahun-tahun sebelumnya kami menggunakan tema musim dingin dan musim panas. Kami juga ingin pengunjung dapat merasakan moment cinta dan kasih sayang yang kental, karena hal tersebut merupakan salah satu ciri khas Musim Semi”, ungkap Intan Rachmadani, Ketua Orenji 2014.

Advertisement Inline

Orenji_1

Sejak pukul 9 pagi, pengunjung sudah mengantre untuk masuk tempat acara walaupun gerbang masuk baru saja dibuka. Setelah melewati gerbang masuk yang berbentuk bagaikan gerbang kuil di Jepang, pengunjung dapat menemui dekorasi besar berbentuk kata “ORENJI” yang segera saja diserbu sebagai spot untuk mengambil foto oleh para pengunjung. Selain itu, tempat acara juga dihiasai dengan berbagai dekorasi dan ornamen bertemakan musim semi, seperti Payung Cinta yang berhiaskan ornamen bunga sakura, Pajangan boneka khas Jepang dari kertas, dan beberapa dekorasi lain yang ditempelkan. Berjalan sebentar dari gerbang, terdapat joglo yang digunakan Akineko (Klub Seni Universitas Diponegoro) untuk memajang beberapa karya dari para anggotanya, serta karya peserta lomba ilustrasi tahun ini.

 

Tempat skripsi gagal dibuang. Pantas berhantu
Tempat skripsi gagal dibuang. Pantas berhantu

Pada tahun ini, penataan stand komunitas dan komersil dibedakan. Stand komunitas yang contohnya berisi komunitas gambar, idol, hingga vocaloid terlihat tertatata rapi, di area dekat gerbang. Area ini dibedakan dengan area utama yang berisi panggung dan stand komersil, dibatasi dengan sebuah jembatan kecil yang sudah didekorasi secara apik. Hal ini terlihat untuk membuat massa menjadi fokus, serta mampu membuat ruang lingkup acara lebih luas daripada tahun sebelumnya.

Setelah sambutan dari pihak Universitas, serta tanda simbolis dengan peniupan  terompet dan pelepasan banner, acara Orenji 2014 resmi dibuka. Pertunjukkan pertama adalah tarian Shoran Boshi dari panita dan mahasiswa Undip. Dilanjutkan dengan penampilan para peserta karaoke individu. Setelah itu ada pertunjukkan kabaret Kazahana yang membawakan lakon percintaan antar dua maskot acara, Mikan Haruko dan Mikan Haruki. Setelah itu, giliran para peserta Cover Dance yang ikut memanaskan suasana, mengingat waktu yang makin mendekati siang hari. Suasana juga semakin panas karena para peserta membawakan berbagai macam tarian enerjik dari beberapa tembang jejepangan yang terkenal

Penampilan salah satu peserta Song Cover
Penampilan salah satu peserta Song Cover

Di area stand komersil sendiri juga terdapat pengumpulan massa yang cukup padat. Mulai dari pengunjung yang membeli makanan maupun minuman, maupun pengunjung yang berburu pernak-pernik anime yang dibanderol murah. juga terdapat photobooth dimana dengan membayar Rp15000, sudah dapat meminjam yukata dan berfoto bersama dengan 2 maskot Orenji 2014. Selain itu disana terdapat juga lomba makan Takoyaki dan Kakigori yang seru, terutama para peserta yang menahan panasnya Takoyaki atau dinginnya Kakigori. Terdapat pula stand Obake atau rumah hantu, yang cukup membuat histeris beberapa pengunjung yang masuk ke dalamnya.

Hayo... SIapa yang suka diskon?
Hayo… SIapa yang suka diskon?

Selepas istirahat siang, kerumunan massa semakin banyak, termasuk pengunjung yang datang untuk cosplay. Perihal banyaknya jumlah massa juga kembali diamini oleh Intan “Kami memperkirakan sekitar 4000 orang akan datang kesini, berkaca pada tahun lalu yang tembus 3000 pengunjung.”. Pengunjung juga banyak yang mendatangi cosplayer-cosplayer yang datang, untuk meminta foto bersama atau hanya ingin mengabadikan para cosplayer dalam balutan kostum mereka.

Tembus 5000 pengunjung. Sebuah prestasi
Tembus 5000 pengunjung. Sebuah prestasi

Di panggung utama, acara juga masih berlanjut. Guest Star tampil untuk meramaikan suasana. Drematorium dan Everlight membawakan tembang-tembang pilihan, yang turut menyemarakkan acara. Tidak luput pula aksi para peserta lomba cosplay serta kabaret. Hampir semua pengunjung mengerumuni area panggung selama hampir 2 jam, demi menyaksikan para peserta beraksi. Acara lalu dilanjutkan dengan penampilan peserta-peserta lomba band, dan penampilan dari internal Undip, termasuk ketika maskot Haruko mebawakan tembang dari Yui dan grup band Supercell. Walau langit mendung sudah menggelayut, namun sebagian pengunjung masih tetap menikmati setiap suguhan yang ada.

Beruntung tidak ada penonton pingsan karena terlalu histeris
Beruntung tidak ada penonton pingsan karena terlalu histeris

Memasuki petang hari, pengunjung disuguhi penampilan Harukaze yang membawakan tembang-tembang pilihan dari Office48. Harukaze yang merupakan idol lokal intern Undip mampu membuat para pengunjung yang masih setia menonton sedari pagi kembali semangat. Setelah itu muncul penampila sebuah idol pria-pria tampan. Penonton wanita kemudian mengambil alih suasana, mendukung penampilan para pria tampan tersebut dengan penuh semangat. Setelah 2 penampilan tersebut, acara dihentikan sebentar untuk rehat.

Selepas rehat, 2 Guest star yang terakhir mampu memanaskan suasana, walaupun kondisi sudah turun hujan. The Monkey Circus membuat para penonton berjingkrak-jingkrak dan bernanyi bersama, terutama ketika tembang “We Are Fighting Dreamers” dari Flow dimainkan. Suasana sempat mereda setelah The Mockey Circus turun dari panggung, namun suasana kembali panas ketika Giga of Spirits naik panggung. Penonton kembali mampu dibuat berjingkrak-jingkrak melalui musik metal yang dimainkan oleh Guest Star terkahir tersebut. Apresiasi harus diberikan kepada para penonton yang tetap tertib, serta panitia keamanan yang selalu bersiaga walau diguyur hujan.

Giga of Spirit memanaskan arena walau hujan turun
Giga of Spirit memanaskan arena walau hujan turun
Kembang Api!
Kembang Api!

Setelah Guest Star selesai tampil, agenda selanjutnya adalah pembacaan pemenang lomba. Kegiatan terakhir adalah Flashmob, dimana para pengunjung diajak untuk berjoged dalam lantunan tembang dari AKB48 dan Kyari Pamyu Pamyu. Penutup acara adalah Hanabi, atau pesta kembang api yang ditembakkan oleh panitia dari atas gedung. Hanabi kali ini lebih meriah, dihitung dari jumlah kembang api yang digunakan dibanding tahun lalu. Dengan letupan kembang api yang memeriahkan langit malam Undip, Orenji 2014 pun dinyatakan selelsai.

Secara keseluruhan perhelatan Orenji kali ini terbilang cukup menarik, selain sebagai festival budaya pop Jepang, Orenji juga dibalut dengan konsep-konsep unik serta berbagai macam lomba dan kegiatan yang seru. Dengan fakta bahwa pengunjung yang datang mencapai 5000 orang, acara yang berlangsung tertib serta teratur , juga antusias pengunjung yang tinggi, tidak salah bahwa Orenji 2014 kali ini dapat dikatak sebagai festival yang sukses. Ditunggu kembali penyelenggaraan Orenji untuk tahun depan!

Berikut momen-momen lain yang ada di Orenji 2014:

 

This slideshow requires JavaScript.

KAORI Newsline | Teks oleh Shofa Pranata | Foto oleh Marwa Pranata

3 KOMENTAR

  1. semakin taun semakin seru! tarian tradisionalnya juga makin banyak. 😀
    gue bangga sebagai mantan panitia orenji 2012.
    terima kasih buat yang nulis artikel~

  2. lagu flashmob ga ada yg kyari pamyu pamyu. ada dari e-girls ama lagunya si ashida mana ama tmen cwoknya itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.