Tak terasa musim panas 2021 telah berakhir. Apakah ada lagu anisong favorit #Kaoreaders yang tayang pada musim lalu? Tak hanya Anda sebagai fans, para staf KAORI Nusantara juga telah memilih lagu-lagu anisong Summer 2021 terfavorit lewat rubrik Lagu Anisong Pilihan Staf! Apa saja lagu-lagu yang dipilih oleh rekan-rekan staf KAORI? Dengan lebih dari 30 lagu, inilah daftarnya!

1. sasanomaly – Sora to Utsuro (OP Vanitas no Carte)

Bayangkan para ikemen dan pemandangan Paris yang indah di dalam opening ini, membuat saya menyukai seri ini karena cerita dan suasananya yang misteri nan indah (Widya Indrawan – KAORI Newsline)

2. Marika Kohno – New Story (OP Seirei Gensouki)

Bayangkan adegan pembuka dari suatu anime yang terasa vibe dari animenya, seperti opening  dari Seirei Gensouki yang menggambarkan Rio (alias “Kirito MK II”) hadir dalam cerita baru di isekai, dengan opening yang mengspoiler sampai akhir kisah di volume 5 novelnya. (Widya Indrawan – KAORI Newsline)

3. RONDO – BLACK LOTUS (ED D_CIDE TRAUMEREI)

Sebagai pecinta (baca: budak) franchise Bushiroad, memang kurang kalau tidak menyebut ending dari anime D_CIDE TRAUMEREI ini. Tak hanya merupakan lagu dari salah satu unit di D4DJ, lagu ini berhasil memikat hati saya dengan tema yang sangat pas dengan dunia penuh misteri Traumerei. Suara Rihona Kato di lagu ini yang sangat ekspresif dan eksepsional membuat saya takjub. Selain itu, lagu ini memiliki MV yang tidak hanya keren, tapi juga menarik karena seiyu anggota RONDO memakai baju midwinter casual karakter mereka dari game D4DJ Groovy Mix. (Keinda D. Adilla – Indonesia Anime Times)

4. Aimi – KAZANEAR (ED Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki)

Lantunan yang santai dari Aimi ini sangat pas sekali untuk menutup anime isekai “Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki“. Lagu ini berhasil memikat saya untuk terus menerus mendengarkannya sepanjang musim panas 2021 ini. Santai namun bersemangat, itulah sensasi yang saya rasakan, selain itu lagu ini juga pas untuk didengarkan kapanpun dengan suasana apapun juga. (Cakra Bhirawa – Media Sosial)

5. Humbreaders – World is Mine (ED Meikyuu Black Company)

Hal yang saya senangi ketika mendengarkan berbagai macam lagu anime adalah kesempatan untuk mendengarkan berbagai artis yang belum pernah dengar, salah satunya adalah band Humbreaders. Ketika mendegarkan lagu ini pertama kalinya sebagai lagu penutup anime Meikyuu Black Company, saya merasa tidak terlalu tertarik. Namun setelah  mengikuti anime ini, lagu ini terasa semakin nikmat, terutama pada saat pertengahan lagunya. Liriknya yang enak untuk didengarkan dan juga dengan nadanya yang kalem tapi menyenangkan, membuatkan lagu ini menjadi lagu hidden gem baru yang saya temui dari artis yang belum saya kenali. (Cakra Bhirawa – Media Sosial)

6. Ging Nang Boyz – Shonen Shojo (ED Sonny Boy)

Harus diakui, alasan saya menyukai lagu ini tidak bisa lepas dari fakta bahwa saya sangat menyukai gaya penceritaan anime Sonny Boy. Kecuali beberapa insert song, Sonny Boy merupakan anime sureal yang sangat minim background musik. Serius, anime ini tidak memiliki lagu opening. Suara yang dihadirkan anime ini hanya berasal dari dialog antar karakter dan suara ambient di lingkungan sekitar. Karena itu ketika credit roll muncul, lagu ini benar-benar terasa menyayat hati. Lagu ini seolah-olah mengingatkan penonton untuk tidak berlarut memikirkan apa yang terjadi di animenya dan “bangun” kembali ke dunia nyata. Saya pikir ini lagu yang sangat cocok untuk anime filosofis seperti Sonny Boy. (Dany Muhammad – Indonesia Anime Times)

7. Saji – Hoshi no Orchestra (OP Kageki Shojo)

Beat-nya nempel banget di telinga. Suara vokalnya juga enak. Btw, jangan ketipu. Lagu sama panel warnanya mungkin ceria, tapi Kageki Shojo sebenarnya anime yang berani mengeksplor tema-tema yang cukup berat seperti trauma, beban ekspektasi, dan guilt feeling. (Dany Muhammad – Indonesia Anime Times)

8. fhána – Love Supreme! (OP Kobayashi Chi no Maid Dragon S)

Opening musim pertamanya lebih enak? Awalnya saya juga berpikir begitu, tapi semakin lama lagu ini semakin nempel di telinga saya. Mungkin karena video openingnya yang Nichijou-ish, tapi bagian vokalnya seperti orang nge-rap. Intinya adalah, saat ini saya malah lebih suka opening Miss Kobayashi’s Dragon Maid musim kedua daripada musim pertama. (Dany Muhammad – Indonesia Anime Times)

Lagu pembuka baru fhana untuk anime Kobayashi-san Chi no Maid Dragon S bisa dibilang unik ya. Lagu ini aransemennya tetap funky dan energik, tapi sekarang banyak variasinya. Masuk intro dibuka sama paduan suara, begitu masuk chorus langsung disambut sang vokalis, towana, dengan nge-rap. Apalagi sang keybordi nya, Kevin Mitsunaga, ikutan nge-rap, jadinya berasa duet yang bagian rap-nya ganti – gantian. Ini jarang saya dengar di lagu – lagu nya fhana sebelumnya. Baru banget, apalagi bagian paduan suaranya yang nyanyi “Sing Along Paparapapa~” itu bikin jadi ikutan “sing along” juga, lengkap sama tepuk tangannya. Meskipun lagu ini funky-nya tidak seperti Aozora no Rhapsody yang mana ketika dengar “Chu Chu Yeah~” sekilas bawaannya otomatis ingin joget.

Tapi saya rasa ini, lagu Ai no Supreme ini memberikan rasa baru yang tetap bisa dinikmati dengan ciri khas lagu nya tersendiri. Bahkan kalau bisa dibilang, bagi saya lagu ini adalah suksesor Aozora no Rhapsody yang saya yakin akan membekas seperti lagu sebelumnya untuk penonton anime Kobayashi-san Chi no Maid Dragon. (Ferdian Tiraska – KAORI Newsline)

8. MARY×jon-YAKITORY – Koko de Ikiteru (OP Tantei wa Mou, Shindeiru)

Kalau ada yang pernah mendengar lagu – lagunya jon-YAKITORY sebelumnya. Mungkin bisa sepakat kalau Koko de Ikiteru rasanya seperti sisi lembut yang paling lembut dari jon-YAKITORY. Tapi saya suka banget dengan lagu ini yang jadi lagu pembuka anime Tanmoshi, aransemennya emosional bukan main jadi sedihnya dapat. Ditambah dengan suaranya MARY yang pas banget lembut nya. Jadi kalau digabungkan, rasa lost and grief tapi berharapnya itu kena, apalagi dalam konteks anime ini tentang sosok Siesta yang sudah jadi kenangan. Secara keseluruhan, Koko de Ikiteru dari depan sampai belakang rasa bikin nangisnya dapat semua, cocok banget sebagai lagu pembuka anime Tantei wa Mou, Shindeiru. (Ferdian Tiraska – KAORI Newsline)

9. Poppin’Party – Koko kara Saki wa Uta ni Naranai (OP Bokutachi no Remake)

Lagu yang menjadi lagu pembuka anime Bokutachi no Remake ini meninggalkan rasa yang berkesan untuk seri ini. Aransemennya sangat mencirikan khasnya Poppin’Party, tapi ketika masuk bagian chorusnya, “Fumidashita koko kara saki wa~” langsung dibuat ekstra mengawang-ngawang, bahkan lebih mengawang dari chrous sama yang pernah mereka nyanyikan di lagu sebelumnya. Tak hanya itu, lagu ini juga memberikan pesan mendalam untuk menikmati dan memaksimalkan masa kini untuk masa depan yang lebih indah. Memang nilai – nilai positif, jatuh bangun, serta optimistis yang selalu dibawakan oleh Poppin’Party sangat cocok dengan konteks anime Bokurema, sehingga Poppin’Party melakukan yang terbaik untuk mengisi anime ini. (Ferdian Tiraska – KAORI Newsline)

10. Inori Minase – HELLO HORIZON (OP Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki)

Saya suka suara Inori Minase yang kembali dengan nada serius seperti yang digambarkan dalam lagu ini. Transisinya ke bagian chorus dengan nada yang lebih cerah juga sangat mulus, sehingga rasa naik turun – naik turun dalam lagu ini menarik untuk didengar. Apalagi bila menyesuaikan dengan tema anime Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki, lagu ini cocok untuk mengambarkan sang “hero” dalam membangun ulang kerajaan dengan strategi politis yang jatuh bangun tapi damai. (Ferdian Tiraska – KAORI Newsline)

Artikel Anisong Summer 2021 Pilihan Staf KAORI berlanjut ke halaman selanjutnya.

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.