Kimetsu no Yaiba merupakan sebuah anime yang cukup populer di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Kepopulerannya di Indonesia akhirnya juga membuat Muse Communication selaku pihak yang turut mendistribusikan anime ini di sejumlah wilayah Asia termasuk Indonesia belakangan turut merilis animenya dalam versi dubbing berbahasa Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, proses dubbing dari anime ini dilakukan dengan cukup cepat, bahkan termasuk season keduanya yang saat ini masih ditayangkan di Jepang. Praktis Kimetsu no Yaiba menjadi anime pertama yang dirilis dengan sistem simuldub dengan perbedaan jadwal rilis yang tidak terpaut jauh dengan jadwal rilis aslinya di Jepang.

Mengenal Para Seiyu Kimetsu no Yaiba Versi Bahasa Indonesia

Season pertama dari anime Kimetsu no Yaiba versi bahasa Indonesia sendiri bisa ditonton melalui platform iQIYI dan Bstation. Adapun dubbing versi bahasa Indonesianya digarap oleh ATM Studio yang saat ini masih menggarap dubbing season keduanya. Meskipun begitu, season keduanya sendiri juga sudah bisa ditonton dalam versi bahasa Indonesia, masih melalui platform iQIYI dan Bstation, dengan episode-episode terbarunya akan dipublikasikan setiap hari Minggu, pukul 11.00 WIB.

Tim KAORI Nusantara sempat mengintip proses dubbing dari anime ini, langsung dari ATM Studio yang berlokasi di bilangan Jakarta Selatan. Di sana tim KAORI melihat bagaimana proses mendubbing dialog di anime ini oleh seiyunya langsung, termasuk berbincang-bincang dengan pihak produser dari ATM Studio mengenai proyek dubbing anime yang juga dikenal dengan judul Demon Slayer ini.

ATM Studio sendiri merupakan studio dubbing yang tidak terlalu besar. Meskipun begitu studio ini turut dilengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan mutakhir di bidangnya. Tim KAORI juga sempat mengintip salah satu seiyu Kimetsu no Yaiba, yakni Leni M Tarra yang berperan sebagai Zenitsu tengah menjalankan tugasnya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Zenitsu sedang beraksi!

Dalam meliput sesi dubbing anime Kimetsu no Yaiba sendiri, tim KAORI turut didampingi oleh Risa Sondari Apriliantina selaku produser dari ATM Studio, dan juga duo operator dan pengarah dialog/sutradara dubbing di ATM Studio yang kebetulan juga turut serta mendubbing anime tersebut, yakni Sharon yang berperan sebagai Nezuko dan Hermawan yang berperan sebagai Obanai.

Menurut Risa Sondari selaku produser dari ATM Studio, ATM Studio mendapat order langsung dari Muse Communication untuk mendubbing anime Kimetsu no Yaiba ke dalam bahasa Indonesia. Mereka juga menggarap 1 lagi judul anime dari Muse yang hingga saat ini masih dirahasiakan.

Kita juga sempat bertemu kak Irma Afriani (kiri) si seiyu Mitsuri dan Kanao juga lho!

Dalam memilih para seiyu untuk proyek anime dari Muse sendiri, pihak ATM Studio berkoordinasi langsung dengan pihak Muse dalam memilih jajaran seiyunya. Mereka membuka casting yang diikuti oleh berbagai talenta-talenta dari lintas generasi, yang semuanya adalah seiyu freelance yang berkarir di berbagai bidang yang membutuhkan pengisian suara. Keputusan final akan siapa saja seiyu-seiyu yang terpilih sendiri ditentukan langsung oleh pihak Muse.

Sistem castingnya sendiri adalah, untuk setiap karakter di dalam filmnya, pihak ATM selaku vendor studio dubbing akan memberikan setidaknya alternatif 3 suara, untuk kemudian pihak Muse selaku klien akan memilih suara mana yang mereka inginkan. Mereka juga membuat sejumlah pilot 1 episode full sebagai percontohan kepada pihak klien.

Nezuko juga mejeng di studio lho!

Dalam hal pemilihan seiyu sendiri, pihak studio akan selalu bertindak berdasarkan permintaan dari klien. Terkadang ada klien yang tidak terlalu mempermasalahkan mengenai proses casting dan memberikan keleluasaan kepada pihak studio, maupun klien yang cukup aktif turun tangan langsung dalam memilih seiyu yang mereka inginkan. Adapun Muse sendiri termasuk dari klien kategori kedua, alias yang aktif turun tangan langsung dalam memberikan keputusan dalam pemilihan seiyu.

Untuk bisa menyesuaikan kualitas dubbingnya sendiri, pihak studio, tak terkecuali dalam proyek anime dari Muse ini umumnya memilih casting berdasarkan kemiripan suara dengan versi aslinya. Meskipun begitu, pada prakteknya tidaklah mudah menemukan suara yang benar-benar mirip dengan aslinya. Banyak faktor-faktor yang mendasari hal tersebut seperti perbedaan bahasa dan budaya antara Indonesia dengan Jepang, hingga terkadang ada saja seiyu yang awalnya dirasa cocok, namun pada akhirnya tidak menemukan kecocokan dalam segi bisnis. Pada akhirnya yang dicari adalah yang suaranya paling mendekati dengan versi aslinya, atau setidaknya bisa cocok dengan karakternya. Dan sekali lagi, pihak Muse lah yang memberikan persetujuan final mengenai seiyu yang dipilih. Salah satu kasus yang cukup terkenal dalam Kimetsu no Yaiba adalah karakter Tanjiro dan Zenitsu yang di versi bahasa Jepang aslinya disuarakan oleh seiyu pria, yakni masing-masing adalah Natsuki Hanae dan Hiro Shimono, di versi Indonesianya disuarakan oleh seiyu wanita, yakni masing-masing adalah Siti Balqis dan Leni M Tarra. Pemilihan mereka sudah berdasarkan persetujuan pihak Muse setelah melalui proses casting yang cukup intens.

Pengerjaan dubbingnya pun juga melalui deadline yang cukup ketat. Untuk proses dubbing season kedua yang perkembangan episodenya mengikuti perkembangan episode di Jepangnya saja, paling cepat mereka bisa menyelesaikan 3 hari untuk 1 episodenya. biasanya episode baru muncul setiap seminggu sekali mengikuti perkembangan di Jepangnya. Meskipun begitu, kapan hari tepatnya kedatangan episode baru tersebut tidak benar-benar pasti. Seringkali episode baru datang secara mendadak, dan dalam waktu 2 hari setelah kedatangan episode baru, proses dubbing harus sudah segera dimulai dari mulai take pengisian suara, proses mixing, hingga pengiriman ke klien. Bahkan saat dubbing season pertama dahulu, mereka harus menyelesaikan 12 episode sekaligus dalam waktu seminggu, dengan total 26 episode season pertama harus sudah selesai dalam waktu 2 minggu saja. Untungnya naskah terjemahan sudah diberikan langsung oleh pihak Muse, sehingga mereka tidak perlu membuat naskah terjemahan dari awal.

Tentu saja ATM Studio juga harus mengurus proyek dubbing film lainnya, bukan hanya anime Muse saja

ATM Studio sendiri selama ini umumnya banyak mendapat order dubbing dari program-program aplikasi streaming online hingga TV kabel. Karenanya secara keseluruhan, program-program mereka memiliki deadline yang tidak seketat TV terestrial. Apalagi ATM Studio menerapkan sistem jam kerja standar kantor dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Karenanya jadwal kerja lembur hingga larut malam cukup jarang terjadi atau setidaknya ditekan seminimal mungkin. Meskipun begitu, mereka selama ini belum pernah menggarap proyek dubbing dari saluran TV terestrial.

Begitulah garis besar liputan KAORI dari proses dubbing anime Kimetsu no Yaiba ke dalam bahasa Indonesia oleh ATM Studio. Oh ya, ATM Studio juga cukup terbuka bagi mereka-mereka yang ingin meniti karir sebagai seorang seiyu profesional. Tak jarang mereka mambuka informasi casting di media sosial mereka, hingga membuka pelatihan untuk mencetak tenaga-tenaga seiyu generasi baru di masa mendatang.

KAORI Newsline | Liputan oleh Dody Kusumanto | Video courtesy of Aji Darma Susanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.