Kira-kira konten, genre, atau artis yang disukai para pembaca itu seperti apa?
K: Kalau untuk pertanyaan tersebut itu jawabannya sangat subyektif ya, karena gak semua orang fetish-nya pun sama. Kalau dari kami sendiri sih, kami lebih suka yang vanilla atau yang fuwa-fuwa gitu biar hati adem, meskipun kami sendiri tidak hanya menerima proyekan vanilla doang. Kami juga gak pernah menolak menerjemahkan doujinshi dengan genre macam-macam asal menyiapkan dana.

R : Sama seperti K jawaban saya, karena pada dasarnya fetish tiap individu itu berbeda. Terkadang ada orang yang suka vanilla, kadang juga ada orang suka netorare. Kebalikan dari circle K yang sukanya yang “fuwa-fuwa” gitu, saya sendiri menerima semua genre, semua saya libas. Dari klien sendiri itu permintaannya bermacam-macam, bahkan ada yang lebih degenerate dari saya. Di saat itu saya heran bagaimana agar bisa menggarap comission tersebut. Intinya semua genre saya terima.

Ada gak sih commision yang terlalu isinya itu terlalu “WTF”, sehingga kalian gak mau kerjain?
K: Sampai sekarang sih hampir saya tidak pernah menolak request apapun, kecuali pas awal merintis karena staf kami sendiri juga tidak kuat untuk menggarap commision tersebut. Sekarang karena circle kami sudah melebar dan menerima banyak staf baru, barulah kami berani mengambil request-request seperti itu. Kalau untuk sekarang sih belum ada yang request aneh-aneh, ya paling aneh sih NTR atau femboy, dan staf kami pun masih sanggup untuk mengerjakannya.

R: Selama ada referensi sih saya kerjakan. Tetapi khusus untuk genre yang degenarete seperti guro atau amputee saya kasih tarif lebih, karena mengerjakannya sendiri itu juga seperti adu ketahanan mental. Nah kalau untuk genre yang lain masih saya terima dengan tarif normal karena tidak ada sesuatu yang… ya… aneh-aneh . Bahkan ada seri bergenre BDSM/CBT yang rilisnya 3 volume dan pervolumenya itu berisi 24 halaman yang kami bisa kerjakan asal dibayar.

Di circle scanlation kalian apakah ada staf perempuannya? Terus kalau ada, mengapa bisa bergabung ke circle kalian?
K: Kalau dari staf kami sendiri memang pernah ada staf perempuan sebagai proofreader, tapi pada akhirnya pada awal 2021 kemarin dia mengundurkan diri karena urusan kuliah. Alasannya mengapa dia bergabung ke circle kami itu, dia ingin mengasah kemampuan bahasa Inggris dan Jepang sekaligus, tetapi saya gak tau alasan sebenarnya. Nah kalau untuk konsumen yang request itu bisa terlihat sendiri dari nama-nama kliennya, yang umumnya itu kalau tidak nama laki-laki ya nama karakter anime. Jadi kemungkinan kalau ada klien kami yang perempuan itu kecil sih.

Terus berapa sih keuntungan yang kalian terima dalam sebulan dari pekerjaan seperti ini?
K: Kalau untuk saya sendiri itu sebenarnya rahasia. Tetapi kalau untuk jumlah commision yang masuk dalam sebulan, biasanya kami terima 2-5 commish. Terkadang kami juga menerjemahkan fanart atau pesan request yang dikirim ke artist di Jepang lewat Pixiv agar terjemahan pesannya pas.

R : Saya sendiri biasanya bisa dapat 2 commision per bulannya, dengan tarif dari $4-$10 per halaman. Jadi bisa dibayangkan untuk doujinshi yang memiliki 18-24 halaman untuk perbukunya tarifnya berapa. Untuk bulan ini saya mendapatkan spesial case mendapatkan commision untuk merecolor 1 buku yang memiliki 240 halaman, kemudian langsung saya kenakan tarif $1400. Itupun dia masih ingin menambah lagi. Dari situ saya juga rada-rada keteteran. Di satu sisi saya juga harus mengerjakan proyek panjang sebanyak 240 halaman tersebut, tapi di sisi lain juga saya ingin mengerjakan proyek sampingan yang saya terima setiap bulannya.

Kalau untuk negara yang paling sering commish ke kalian itu umumnya berasal darimana? Apakah tarifnya sama dengan yang kalian berikan terhadap orang Indonesia?
R: Untuk saya sendiri, customer dari Indonesia yang pernah membayar dengan tarif harga luar negeri itu saya baru dapat sekali. Waktu itu pernah dapet request di situs Fiverr dan ia mau menggunakan tarif standar di situ. Pas dicek nama kliennya kok rasanya gak asing, eh ternyata beneran dari Indonesia wkwkwk. Kalau customer lain sih umum kebanyakan sih dari Singapura dan Eropa.

K: Nah untuk saya sendiri malah lebih banyak mendapatkan klien dari Indonesia, mungkin juga karena circle kami memakai nama Indonesia juga. Nah untuk tarifnya sendiri, kami ada harga khusus untuk konsumen dari Indonesia yang notabene lebih murah dibandingkan kita menerima commision dari orang asing. Untuk perbandingan harga memang kami lebih rendah, tetapi berbanding lurus dengan durasi pengerjaan, sehingga kami lebih cepat mengerjakan commision tersebut. Kami juga bisa menaikan tarif untuk durasi pengerjaan yang lebih cepat.

Berbicara proses commision, ini kan hobi yang dijadikan job. Apakah kalian mengapresiasi pekerjaan sendiri atau atau nggak?
R: Kalau saya tetap mengapresiasi hasil dari pekerjaan saya, karena pekerjaan saya memanglah tidak mudah. Mengubah suatu gambar yang awalnya hitam putih menjadi berwarna itu adalah pekerjaan yang menantang, yang menjadikan doujinshi tersebut menjadi lebih menarik dan ngocok-able gitu.

Bagaimana komentar kalian tentang terjemahan doujin yang terjemahannya jatuhnya malah menjadi “poor grammar” atau hasil colorized-nya kacau?
K: Wah, itu adalah halangan terbesar buat tim kami. Kami kan biasa meng-upload di situs S*dpanda yang notabene sangat susah untuk diakses. Mungkin hanya segelintir orang saja sekarang yang tahu keberadaan situs tersebut, dan pembaca doujinshi di sana itu sangatlah “elit” dan perfeksionis. Terkadang kalau ada salah terjemahan dikit saja langsung dicari kesalahannya, apalagi kalau ternyata terjemahannya Poor Grammar, bisa habis dikomentarin sama pembaca di sana. Dan biasanya juga yang berkomentar seperti itu ada kemungkinan ia translator juga.

R: Kalau untuk saya sendiri yang bikin kesal itu seperti ini. Saya sebenarnya juga jadi salah satu yang meramaikan tag “colorize” di situs-situs seperti itu. Kemudian mulai banyak yang mencoba ikut untuk mewarnai kembali doujinshi tersebut, tetapi perwarnaan mereka itu ada yang tidak niat dan terlihat tidak “manusiawi” sehingga aneh ketika dilihat kembali. Meskipun begitu, saya tetap mengapresiasi mereka karena sudah mencoba.

Karena ada staf luar negeri, apakah ada kendala bahasa ketika menggarap suatu proyek? Lalu bagaimana komentar Anda tentang penerjemahan dengan machine translation (MTL)?
K: Nah, standar pertama agar bisa masuk ke grup translation itu kita harus bisa berbahasa Inggris, agar nantinya bisa berkomunikasi dengan staf lain. Lalu untuk terjemahan MTL, yang penting itu terjemahannya tidak terlalu kelihatan kasar ketika memakai MTL. Kecuali untuk doujinshi lain yang mempunyai terminologi atau istilah-istilah khusus seperti serial Fate, Kancolle, atau Touhou, kita tidak menyarankan untuk memakai MTL, soalnya kalau memakai MTL nanti hasil terjemahannya malah tidak enak dibaca. Sebagai penerjemah, kami itu tidak berprinsip tidak boleh pakai MTL sama sekali. Kalau dipakai untuk sekedar membantu penerjemahan masih bisa, dan tentu hasil dari terjemahan tersebut kami sesuaikan lagi. Tapi perlu diingat lagi MTL hanya digunakan untuk membantu penerjemahan. Kalau belum bisa mengerti bahasa Jepang, jangan memakai MTL.

Wawancara ini berlanjut ke halaman selanjutnya.

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.