Pengantar

Klub Baca Manga KAORI yang mulai diadakan di tahun 2021 tetap berlanjut di tahun 2022. Kegiatan ini diadakan sebagai suatu kesempatan bagi peserta untuk menambah ragam bacaan manga, dengan mencoba membaca seri-seri di luar majalah atau kelompok demografi yang biasanya dibaca.

Kegiatan ini dilakukan dengan format sederhana, yaitu setiap bulan dipilih satu majalah manga sebagai sumber bacaan, dan peserta cukup membaca setidaknya satu judul manga yang pernah dimuat di majalah tersebut (disarankan memilih manga yang tidak sedang dibaca atau belum pernah dibaca sebelumnya). Pilihan majalahnya setiap bulan akan diselang-seling antara majalah shoujo/josei dan majalah shonen/seinen. Kemudian di hari Minggu terakhir setiap bulan akan diadakan obrolan di Discord KAORI Nusantara untuk membahas komik-komik yang telah dibaca di bulan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya terbuka bagi staf KAORI, tapi juga bagi #Kaoreaders yang berminat.

Baca Juga: Klub Baca Manga KAORI Edisi Desember 2021: Sho-Comi

Edisi Januari 2022: Gekkan Shonen Magazine

 

Majalah yang terpilih untuk sesi Klub Baca Manga di bulan Januari 2022 adalah majalah shonen, Gekkan Shonen Magazine yang diterbitkan oleh Kodansha. Majalah ini awalnya terbit di tahun 1964 dengan nama Bessatsu Shonen Magazine, sementara nama yang sekarang digunakan sejak 1975 (nama Bessatsu Shonen Magazine sendiri kini digunakan oleh majalah yang berbeda yang juga diterbitkan Kodansha). Beberapa judul populer di majalah ini yang pernah terbit di Indonesia termasuk Tekken Chinmi (Kung Fu Boy), BECK, Noragami, Dear Boys, C.M.B., dan Your Lie in April.

Dalam diskusi yang dilaksanakan pada 30 Januari pukul 16.00 di Discord, ada tiga komik Gekkan Shonen Magazine yang dibahas, yaitu Farewell, My Dear Cramer (Naoshi Arakawa, 2016-2020), Welcome to the Ballroom (Tomo Takeuchi, 2011-sekarang) dan Noragami (Adachitoka, 2010-sekarang). Berikut adalah ringkasan isi komik-komik tersebut beserta beberapa komentar menarik dari peserta diskusi.

Farewell, My Dear Cramer (Sayonara Watashi no Cramer)

© Naoshi Arakawa/Kodansha

Setelah kalah di pertandingan terakhirnya semasa SMP, winger berbakat Sumire Suou memutuskan untuk berhenti bermain sepak bola. Namun salah satu gelandang bertahan terbaik di kompetisi SMP Jepang, Midori Soshizaki, mengajaknya untuk bermain di SMA yang sama. Bukannya bergabung di tim kuat, mereka berdua malah bergabung di SMA Warabi Seinan yang lemah. Di sana lah mereka berdua bertemu dengan Nozomi Onda, gelandang kreatif yang malah tidak terkenal di kompetisi SMP karena sebelumnya dia bermain untuk tim sepakbola pria.

Editor The Indonesian Anime Times, Dany, menyatakan komik ini patut diperhitungkan sebagai salah satu komik sepak bola yang “melek” taktik (seperti Ao Ashi). Ada aspek taktik yang cukup kental di sini dan disampaikan dengan cukup sederhana. Dan itu menjadikan pertandingan-pertandingannya sendiri terasa kaya karena menurut Dany, keputusan taktik yang diambil coach Goro masuk akal.

Selain itu, dia menilai ada pengembangan karakter yang sangat menarik dari para karakter di komik ini. Meskipun motivasi tiap karakternya tidak terlalu banyak digali, tapi apa yang terjadi di atas lapangan memperlihatkan kalau tiap karakternya berkembang. Ada juga sebuah pertanyaan besar yang dicoba diberikan oleh komik ini, yaitu “apakah sepak bola wanita bisa populer”, karena walaupun mereka berprestasi, ada rasa pesimisme, bahkan dari mantan pemain, ketika membicarakan topik ini. Hal itu menjadikan komik ini bisa menjadi bahan diskusi yang menarik untuk membicarakan komik olah raga yang berusaha mengangkat posisi gender pada suatu olahraga.

Welcome to the Ballroom (Ballroom e Youkoso)

© Tomo Takeuchi/Kodansha

Tatara Fujita menghabiskan hampir seluruh masa SMP-nya menjadi pecundang, hingga akhirnya dia naksir kepada Shizuku Hanaoka yang ternyata seorang penari ballroom. Maka untuk mendekati Hanaoka, Fujita mulai berdansa.

Kontributor The Indonesian Anime Times, Vina, memandang Welcome to the Ballroom merupakan manga yang membawa wacana “passion yang terbentur realita”. Meskipun alasan awal Fujita memasuki dunia dansa adalah untuk mendekati Hanaoka, tapi ketika semakin lama ia menumbuhkan perasaan sukanya terhadap dansa, dia mulai ragu apakah dirinya boleh “tinggal” di dunia itu, sebab dia memulai dansa karena orang lain, dan kondisi ekonomi keluarganya juga lumayan sulit untuknya untuk tetap berdansa.

Vina merasa karena terbit di majalah bulanan, komik ini punya dialog yang lebih padat. Bagaimana komik ini seolah menyesuaikan masalah utama Fujita dengan topik-topik yang dimunculkan di dialog antar tokoh, baik secara langsung maupun tidak, juga menjadi hal yang menarik. Misalnya, saat Fujita bingung niat awal dia berdansa untuk apa, tokoh-tokoh di sekitarnya juga mulai bicara soal niat mereka. Mengingat karakter Fujita yang pemalu, ini turut membangun makna dari ceritanya.

Noragami

gekkan shonen magazine
© Adachitoka/Kodansha

Kisah komik ini berkisar pada tiga karakter yang karena satu dan lain hal menjadi saling berhubungan dekat meski memiliki motivasi dan tujuan yang berbeda-beda. Pertama ada Yato, seorang dewa urakan tanpa tempat tinggal yang membantu berbagai permasalahan orang-orang yang meminta bantuannya dengan bayaran lima yen dengan harapan kelak dia akan menjadi dewa yang punya banyak pengikut dan punya kuilnya sendiri. Kemudian ada Hiyori Iki, gadis sekolahan yang meminta bantuan Yato untuk mengatasi masalah yang dialaminya, yaitu rohnya menjadi mudah lepas dari tubuhnya setelah ia tertabrak bus karena berusaha menyelamatkan Yato dari bus tersebut. Dan ada juga Yukine, roh anak lelaki yang dijadikan senjata dewa oleh Yato.

Editor The Indonesian Anime Times, Halimun, melihat karakterisasi Yato yang morally ambiguous merupakan salah satu aspek yang menarik dari komik ini. Sebagaimana dijelaskan oleh Yato sendiri, berbeda dari manusia, kaum dewa tidak terikat oleh aturan moral mengenai perbuatan yang baik atau buruk. Hal ini kerap menjadi sumber konflik dengan Hiyori, yang sebagai manusia ada kalanya sulit memahami mengapa Yato melaukan hal-hal tertentu. Selain itu, meski masalah-masalah manusia yang dibantu oleh Yato tidak sedikit yang merupakan masalah kehidupan sehari-hari, namun komik ini tetap memiliki unsur action juga dari keberadaan roh-roh jahat yang biasanya dibasmi oleh dewa dengan menggunakan senjata dewa, atau melalui konflik Yato dengan dewa lain akibat dari perbuatannya di masa silam.

Topik Bulan Februari 2022: Betsucomi

Untuk bulan Februari 2022, majalah yang menjadi sumber bacaan Klub Baca Manga KAORI adalah majalah shoujo Betsucomi terbitan Shogakukan. Majalah ini awalnya diluncurkan di tahun 1970 sebagai edisi ekstra dari Shoujo Comic, namun pada perkembangannya diorientasikan kepada demografi pembaca usia SMA, lebih tinggi dari Shojo Comic. Beberapa judul klasik yang pernah dimuat di majalah ini termasuk The Poe Clan, They Were Eleven, dan Banana Fish. Obrolan mengenai komik-komik dalam majalah ini akan dilakukan pada tanggal 6 Maret 2022 mendatang.

Tertarik mengikuti diskusinya? Yuk ikuti diskusinya pada tanggal 6 Maret pukul 16.00 besok di Discord KAORI Nusantara. Discord-nya sendiri dapat dikunjungi melalui tautan berikut: https://discord.gg/9WGNKht

KAORI Newsline

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.