Kesan Pertama: Juuou Mujin no Fafnir

0

Juuou Mujin no Fafnir

Seperti biasa, dalam setiap musimnya selalu ada paling tidak satu judul yang menceritakan kisah hidup seorang remaja laki-laki ditengah kawannya yang seluruhnya wanita. Musim kali ini, ada sebuah adaptasi dari novel ringan yang bergenre sejenis. Adaptasi ini berjudul Juuou Mujin no Fafnir (銃皇無尽のファフニール, Unlimited Fafnir). Cerita dalam seri ini difokuskan pada kehidupan para “D”, atau para gadis remaja yang dipilih oleh “Dragon”, yang ternyata merupakan calon pasangan bagi para “Dragon” tersebut, di sebuah pulau bernama Midgard. Suatu hari, ada seorang remaja laki-laki yang juga menjadi “D”, yang bernama Mononobe Yuu. Bergabungnya Yuu menjadi awal kisah mereka, yang sarat akan aksi dan romansa khas remaja.

Adaptasi yang didasarkan pada novel ringan karya Tsukasa ini dikerjakan oleh Diomedea. Memiliki durasi sepanjang 24 menit dalam 12 episode, anime ini menawarkan begitu banyak hal menjanjikan, dari segi cerita, animasi hingga penggunaan dan pengisian efek suara. Pengembangan latar belakang setiap karakter juga berjalan dengan perlahan namun mendetil, memberikan penontonnya cukup pemahaman tentang setiap karakter. Lagu dan efek suara yang dipergunakan juga mendukung jalannya cerita, membuat para penontonnya dapat dengan nyaman mengalun bersama dengan ceritanya. Lagu pembukaan, “Flying Fafnir”, yang dibawakan oleh TRUSTRICK menjadi pembuka yang apik dengan nada lagunya yang seolah menceritakan sesuatu. Lebih jauh lagi, penutup berjudul “Ray of bullet” yang dibawakan oleh dua pengisi suara dari seri ini, Rina Hidaka (Iris Freyja) dan Manami Nukamura (Mononobe Mitsuki), menjadi penutup penuh emosi yang dengan sempurna membungkus seri ini.

Namun sayang, meskipun pengembangan latar karakter cukup jelas, latar belakang yang menjadi dasar cerita hanya sedikit diulas sebagai pembukaan seri, dan sangat jarang diulas lebih lanjut dalam tiga episode pertama ini. Hal ini menjadi kelemahan utama seri ini, karena berpotensi membuat penontonnya bertanya-tanya tentang apa yang sedang berlangsung. Juga, seri ini terlihat cukup menitikberatkan dalam hal fanservice, yang beberapa terkesan agak sedikit dipaksakan. Meskipun demikian, adaptasi ini masih layak untuk dinikmati dan diikuti, terutama bagi mereka yang menggemari genre fantasi dan romansa remaja.

Advertisement Inline

Berikut adalah beberapa cuplikan adegan dari tiga episode pertama:

This slideshow requires JavaScript.

KAORI Newsline | oleh Krisma Budianto Irawan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.