BAGIKAN

ketua-bkpm-franky-sibarani-di-jepang_20150529_110256

Sejumlah wartawan Jepang mempertanyakan apakah Indonesia dapat menjaga komitmen kerja samanya terhadap Jepang. Salah satunya adalah masalah pajak impor kendaraan bermotor Jepang ke Indonesia menjadi pertanyaan serius wartawan Jepang saat bertemu dengan Kepala BKPM Franky Sibarani, Jumat (29/5/2015).

“Pemerintah Jepang mempertanyakan tarif impor kendaraan bermotor Jepang ke Indonesia yang belum juga turun. Bagaimana pendapat Bapak?” tanya wartawan dari salah satu media Jepang.

Advertisement Inline

Menurut Franky, saat ini pihak Indonesia sedang melakukan negosiasi dengan pihak pemerintah Jepang mengenai hal tersebut.

“Kita belum tahu hasil negosiasi tersebut mungkin bisa tunggu sampai ke luar hasilnya nanti,” jawab Franky sebagaimana dilansir dari Tribunnews.

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang, Yoichi Miyazawa memprotes Indonesia yang tidak juga menurunkan tarif impor kendaraan bermotor sesuai kesepakatan ekonomi (EPA) bersama antara Jepang-Indonesia yang dibuat tahun 2008.

Menurut EPA, per 1 Januari 2016 tarif impor mobil Jepang ke Indonesia akan menjadi 5 persen dari yang saat ini masih 22,5 persen.

Apakah dalam beberapa bulan ini tarif tersebut dapat mendadak turun menjadi 5 persen, menjadi keprihatinan mendalam pihak Jepang saat ini.

Pertanyaan wartawan Jepang lain mengenai komitmen Indonesia terhadap berbagai proyek yang telah disepakati bersama sebelumnya, apakah Indonesia dapat tetap menjaga komitmen tersebut dengan baik?

“Misalnya investor Tiongkok masuk lalu berubah diberikan ke Tiongkok? Apakah di kabinet sekarang komitmen tersebut bisa berubah?” tanya wartawan salah satu media Jepang kepada Franky.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.