Televisi Digital, ayo!

    1

    Televisi digital, sebah kebutuhan mutlak di masa kini. Dengan kurangnya saluran yang menyajikan tayangan bermutu, dan sesaknya kanal frekuensi akibat penggunaan oleh siaran analog, menyebabkan televisi digital sebagai sebuah keharusan.

    Sebelumnya, mari kita pahami apa itu digital.

    Penyiaran digital, berarti menyiarkan semua konten dan acara dengan modulasi digital. Berarti sistem penyajian gambar akan diberikan secara digital, tidak lagi analog yang kurang jernih serta rentan gangguan.

    Apa bedanya televisi digital dengan televisi analog?

    Televisi digital mampu memberi kita layanan interaktif, gambar lebih jernih, serta jumlah saluran lebih banyak. Bila pada kondisi standar, kita mampu menerima 14 kanal saat ini, setelah menjadi digital, kita mampu menerima enam kali lipatnya, atau hingga 84 kanal bahkan lebih.

    Kita dapat menggunakan layanan interaktif (red button), dan dapat melihat informasi interaktif mulai dari berita, ramalan cuaca, dual audio, subtitles, dan variasi regional. Bisa saja, RCTI yang anda saksikan di Jakarta saat ini belum tentu sama dengan apa yang disaksikan oleh orang lain di Yogyakarta.

    Saya cukup puas dengan siaran analog (atau bahkan bosan), lalu kenapa harus ke digital?

    Alasan utama pemerintah mengadakan layanan digital adalah untuk menata ulang frekuensi yang ada. Penggunaan frekuensi yang lebih baik dapat mengoptimalkan jatah, dan memberikan kemungkinan bagi layanan digital lain, seperti internet wireless.

    Bila anda saat ini menerima siaran analog dengan gambar yang baik, saat anda berpindah ke digital, anda pun tetap menikmati gambar yang baik, atau bahkan lebih baik. Dan bila anda belum menerima siaran analog, maka perpindahan ke digital berarti: selamat datang televisi!

    Dengan digital, anda pun dapat mengoptimalkan televisi baru yang anda miliki. Penyiaran nasional sampai saat ini masih diperuntukkan untuk televisi dengan rasio 4:3 (atau televisi standar), dan dengan perpindahan ke digital, televisi nasional pun akan berpindah ke 16:9 (televisi widescreen), yang membuat anda lebih nyaman menonton televisi.

    Saya punya televisi dengan dukungan HDTV, apa hubungannya?

    Televisi dengan kemampuan high-definition akan menerima keuntungan dari perpindahan ke digital. Karena, gambar yang ditampilkan akan lebih baik dan lebih halus. Walau demikian, saat ini belum ada servis siaran HD di Indonesia (kecuali melalui satelit khusus). Perpindahan ke digital akan membuat anda lebih nyaman menonton, dan mungkin saja ke depan akan muncul saluran digital dengan resolusi standar HD.

    Bisakah televisi saya dipakai? Atau saya harus ganti televisi?

    Tidak. Televisi digital tidak memerlukan penggantian televisi. Sama seperti bila anda memasang televisi berlangganan berbasis satelit atau kabel, anda hanya perlu menambahkan dekoder (set top box), dan kali ini menyambungkannya ke antena khusus. Sementara pada pesawat televisi sendiri, bisa dihubungkan ke dekoder dengan sambungan SCART, S-Video, ataupun cukup melalui sambungan yang biasa anda gunakan untuk menyambungkan antena televisi anda.

    Walau bagaimanapun, untuk dapat menikmati fitur digital secara penuh, anda sebaiknya mengganti pesawat televisi anda.

    Lalu, siapa yang akan membayar biaya dekoder saya? Ataukah ia dipinjamkan?

    Seharusnya, setiap rumah tangga membeli set top box nya sendiri. Walau demikian, pemerintah memutuskan untuk membagikan dekoder sebagai salah satu bagian dari program konversi ke sistem digital ini, yang mana mekanismenya sendiri masih disusun.

    Kapan saya bisa menikmati sistem digital?

    Tenang saja, sistem digital di Indonesia baru diujicoba di wilayah Jakarta, dimana pemancar TVRI sudah mulai menyiarkan dalam bentuk digital. Pemerintah sendiri mencanangkan migrasi dimulai pada 2012 dan berakhir lima tahun setelahnya.

    Apa yang terjadi dengan televisi berlangganan yang saya miliki saat ini?

    Tidak ada perubahan apa-apa, anda tetap bisa menikmati televisi berlangganan sebagaimana biasanya. Karena migrasi digital teresterial sama sekali tidak berpengaruh terhadap siaran satelit.

    Di mana saya bisa memperoleh informasi lebih lengkap soal hal ini?

    Anda dapat mengunjungi pranala berikut ini.

    Departemen Komunikasi dan Informasi: http://www.depkominfo.go.id/portal/?act=detail&mod=berita_kominfo&view=1&id=BRT080225113801

    Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital

    Get Set for Digital – contoh penerapan siaran digital di Britania Raya: http://www.digitaluk.co.uk/

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.