Bagaimana rasanya bila school life bertemu battle royale dengan cara yang absurd?

D-Fragments (D-Frag!) adalah anime yang diangkat dari komik berjudul sama karya Tomoya Haruno. Anime yang dikerjakan oleh studio Brain’s Base ini menceritakan seorang berandalan bernama Kenji Kazama. Ketika Kazama bertemu gadis-gadis dari klub pembuat game (sementara, karena ternyata ada dua klub pembuat game di sekolah ini!) – Chitose, Sakura, Minami, dan Roka – keseharian Kazama langsung berubah drastis. Semula Kazama hanya harus “mendaftar” di klub pembuat game agar klub tersebut tidak jadi dibubarkan, Namun Kazama terjerumus ke berbagai macam hal-hal konyol yang terjadi, mulai dari “diancam” klub pembuat game (yang asli, karena ada dua di sekolah ini), menjadi “Princess Pinch”, dan bermain di battle royale untuk menentukan siapa yang terkuat di sekolahnya. Kekonyolan di sekeliling Kazama bahkan ikut menarik adiknya ke tengah pusaran kehebohan kehidupan sekolahnya.

Jadi, kenapa anime ini sangat direkomendasikan buat ditonton?

Berbagai macam karakter dengan kelakuan-kelakuan “unik”nya.

dfrag11

Advertisement Inline

Karakter-karakter di D-Frag! memiliki keunikan masing-masing yang membuat anime ini sangat kocak. Misalnya, Kazama yang selalu men-tsukkomi setiap kali teman-temannya melakukan sesuatu yang konyol. Roka, si ketua klub game (bukan yang asli) yang berelemen api moe dan bisa mengeluarkan kegelapan tiap kali bertarung, atau Takao dengan buah dada yang selalu menjadi korban guyonan sekitarnya. Bahkan, karakter sampingan pun punya nama atau ciri khusus yang cukup menarik seperti Shawn Conecone (yang terinspirasi dari aktor Sean Connery). Selain itu, dalam battle royale pada episode 6-7 untuk memperebutkan kantung milik Roka, muncul banyak karakter sampingan dengan nama dan perilaku yang ajaib seperti Texas Roasted Pork Moromi, Fifty-Fifty Fujisaki, No Nickname Akasaka, dan masih banyak karakter yang memilki nama dan ciri yang bisa membuat perut terkocok.

IOSYS

Stalemate! Yang menjadi lagu pembuka di anime D-Frag diaransemen oleh ARM dan dinyanyikan oleh jk Girls IOSYS. IOSYS sendiri adalah grup music indie yang terkenal di dunia musik doujinshi karena kiprahnya dalam mengaransemen ulang lagu-lagu Touhou Project. Beberapa di antara lagu-lagu IOSYS yang terkenal di antaranya adalah Marisa stole the precious thing, Kanbu de Tomatte Sugu Tokeru, dan Chino’s Perfect Math Class. ARM sendiri adalah seorang komposer music veteran di dunia musik Jepang.

dfrag13
“Ketua geng Kazama suka dipanggil mbak??” “OI KENAPA ITU YANG MUNCUL PERTAMA DI KEPALA KALIAN!?”

Seluruh Keseharianmu, Didramatisir

Seluruh kegiatan yang terjadi di dalam D-Frag! biasanya akan berakhir secara hiperbola. Contohnya, untuk menentukan siapa yang dapat memiliki “kantung kegelapan” Roka yang semula hanya diikuti 4 orang, tiba-tiba dapat berubah menjadi battle royale dengan 50 peserta. Begitu pula ketika Noe, adik Kazama, mengantar bekal Kazama dan justru berakhir menjadi peluru dari “ketapel dada Takao”. Tentu saja Kazama tidak bosan-bosan men-tsukkomi setiap kekonyolan yang terjadi.

dfrag3
“Milikmu milikku, milikku, ya milikku juga!” – Giant

Halo, mas dan mbak yang lagi nontonin kita

Breaking the 4th wall selalu muncul dalam anime ini. Guyonan ini selalu dilontarkan saat akan melakukan flashback atau dalam bentuk tsukkomi dari Kazama. Selain 4th wall, banyak juga adgean di anime ini memanfaatkan referensi dari anime lain seperti pada adegan di mana Chitose menjelaskan kenapa dia bisa punya buku rahasia dari Ataru, atau saat Chitose melontarkan kalimat yang dikatakan Giant dari seri Doraemon.

dfrag6
“THAT’S CHEATING!!”

Lebih Segar Dalam Versi Dub

Menonton versi dub berbahasa Inggris melalui AnimeLab, D-Frag yang telah disulihsuarakan pun ternyata tetap asyik ditonton. Para translator yang telah bekerja keras berhasil menyuguhkan guyonan Tsukkomi seperti aslinya, pengisi suara yang dapat menjiwai karakternya, serta terjemahan yang cukup “lepas” membuat D-Frag versi bahasa Inggris asik untuk ditonton baik oleh penonton pertama maupun oleh mereka yang telah menonton versi aslinya dalam bahasa Jepang. Guyonan yang diterjemahkan dengan menggunakan slang dapat menangkap kondisi seperti bahasa aslinya. Kalimat seperti “Takao’s Titatic tatas,” “Close range rack attack,” atau “She called you Boobs McGee” menghiasi adegan guyonan Takao. Tsukkomi yang dilontarkan dalam bahasa Inggris pun masih memiliki esensi seperti aslinya.

Dfrag1

Pada akhirnya, anime yang tahun 2014 ini jadi rekomendasi untuk ditonton. Baik versi asli dengan Tsukkomi khas jepang maupun versi bahasa Inggris yang lebih santai, anime ini bisa menghibur dan mengisi waktu luang Anda dengan kekocakan Kazama dan kawan kawannya.

KAORI Newsline | oleh Naufal | diedit oleh Kevin W

1 KOMENTAR

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.