Harapan masyarakat lokal di wilayah Hokkaido, Jepang yang berkeinginan untuk melihat jalur Shinkansen Hokkaido diperpanjang hingga Sapporo semakin besar. Jalur kereta api (KA) super cepat atau High-Speed Train (HST) yang mulai dioperasikan diantara stasiun Shin-Aomori di prefektur Aomori dan Shin-Hakodate-Hokuto di prefektur Hokkaido sejak Sabtu (26/3) ini direncanakan akan diperpanjang hingga Sapporo pada akhir tahun 2030.

Setelah perpanjangan dilakukan, kereta Shinkansen ini akan menghubungkan Ibukota negara, Tokyo dengan Sapporo dalam 5 jam perjalanan saja. Pemerintah Daerah Prefektur Hokkaido telah memperkirakan pembangunan jalur tambahan dari Shin-Hakodate-Hokuto menuju Sapporo akan mengakibatkan peningkatan efek ekonomi sebesar ¥90 milyar per tahun di seantero pulau Hokkaido. Mereka juga telah siap untuk mempertimbangkan pengajuan percepatan jadwal pembangunan jalur ekstensi ini.

Jalur HST yang terbaru di Jepang ini terhubung dengan jalur Shinkansen Tohoku di stasiun Shin-Aomori, sehingga memungkinkan penumpang melakukan perjalanan antar pulau dengan Shinkansen dari stasiun Tokyo menuju Shin-Hakodate-Hokuto atau sebaliknya tanpa harus transit atau berganti kereta.

Shinkansen Hokkaido tipe H5 | Gambar: www.pref.hokkaido.lg.jp
Shinkansen Hokkaido tipe H5 | Gambar: www.pref.hokkaido.lg.jp

Pada sebuah konferensi pers yang dihelat hari Rabu (23/3) lalu, Walikota Sapporo, Katsuhiro Akimoto menekankan bahwa perpanjangan jalur Shinkansen Hokkaido ini akan memberikan dampak besar yang signifikan apabila terlaksana. “Kami akan bekerja keras untuk merealisasikan perpanjangan jalur Shinkansen ini secepat mungkin.” ujarnya.

Salah seorang pejabat dari Dewan Federasi Perdagangan dan Industri Hokkaido mengatakan bahwa perpanjangan jalur hingga Sapporo ini sangat diperlukan karena efek menguntungkan yang timbul dari pengoperasian Shinkansen di wilayahnya akan menyebar dan dapat dirasakan masyarakat luas di seantero pulau Hokkaido. Perlu diketahui bahwa perjalanan dari Hakodate menuju Sapporo saja memakan waktu hingga 3,5 jam dengan kereta ekspres konvensional.

Pekerjaan pembangunan jalur pada bagian antara Shin-Hakodate-Hokuto dan Sapporo sendiri sebenarnya telah dimulai pada 2014 lalu. Tahun lalu, Pemerintah Pusat Jepang memutuskan untuk mengoperasikan bagian jalur sepanjang 212 km pada akhir tahun 2030 nanti, lebih cepat 5 tahun dari jadwal semula. Namun, masyarakat lokal Hokkaido telah meminta Pemerintah untuk mempercepat pekerjaan ini, berkaitan dengan harapan mereka untuk dapat menggelar Olimpiade Musim Dingin di daerahnya tahun 2026 mendatang.

Masyarakat lokal Hokkaido yang menyambut kedatangan Shinkansen dari pulau Honshu. | Foto: The Yomiuri Shimbun
Masyarakat lokal Hokkaido yang menyambut kedatangan Shinkansen dari pulau Honshu. | Foto: The Yomiuri Shimbun

Sapporo telah mengumumkan pencalonan wilayah mereka sebagai tuan rumah dari salah satu pesta olahraga dunia tersebut pada tahun 2026. Menurut seorang analis lokal, jika kota tersebut terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade maka proyek perpanjangan jalur Shinkansen Hokkaido ini kemungkinan besar akan dipercepat.

Hokkaido Railway Company (JR Hokkaido) yang merupakan operator dari Shinkansen Hokkaido ini juga berharap perpanjangan jalur Shinkansen ini dapat disegerakan dengan maksud untuk menaikkan kinerja bisnis HST-nya, dengan harapan akan cepat “balik modal”. JR Hokkaido memperkirakan akan menanggung rugi rata-rata senilai ¥4.8 milyar untuk pengoperasian Shinkansen di beberapa tahun pertama hingga 2018.

Presiden JR Hokkaido, Osamu Shimada mengatakan bahwa Shinkansen Hokkaido ini akan tetap berada di zona merah (kerugian) sampai nantinya jalur Shinkansen ini diperpanjang hingga Sapporo. “Layanan Shinkansen antara Tokyo dan Sapporo diperkirakan akan menarik penumpang (untuk keperluan) bisnis. Namun, berbagai macam kemungkinan akan tetap ada, termasuk didalamnya promosi pariwisata.” Lanjutnya.

Cemplus Newsline by KAORI

2 KOMENTAR

  1. “masih akan ada di zona merah”

    berarti operasionalnya masih seperti shinkansen masa awal ya …. masih harus nanggung rugi dulu. opportunity nya kurang karena gk nyampe sapporo , jadi gk begitu menarik buat pengguna.

    apa hal yg sama akan trjadi juga di indonesia ??

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.