Bor Mustikabumi II Tiba di Stasiun Dukuh Atas

0
TBM "Mustikabumi II" di Stasiun Dukuh Atas | Sumber: MRT Jakarta (Facebook)

Mesin bor bawah tanah keempat proyek MRT Jakarta yang bernama “Mustikabumi II” hari ini telah menembus (breakthrough) Stasiun Dukuh Atas (Jl. Tanjung Karang), semenjak dioperasikan bulan April 2016 lalu dari Stasiun Bundaran HI, dengan total panjang terowongan ± 678 meter.

Sebagai informasi, mesin Bor Mustikabumi II ini memiliki diameter ± 6,79 meter, dengan total panjang ± 59 meter dan bobot mencapai ± 300 ton, mulai dari bagian kepala (cutterhead) hingga bagian akhir (backup cars).

Advertisement Inline

Untuk gambaran cara kerja Tunnel Boring Machine (TBM) Bor Mustikabumi II ini, setiap mesin bor melakukan penggalian ke arah depan, kemudian langsung diikuti dengan pemasangan segmen terowongan berupa potongan-potongan precast dengan lebar 1,5 meter dan ketebalan 30 cm yang akan membentuk cincin (ring) di belakangnya. Setiap ring yang telah terpasang akan menjadi tumpuan hydraulic jacks dari mesin TBM untuk mendorong maju ke depan.

Kemajuan Pekerjaan Konstruksi Terowongan Jalur Bawah Tanah MRT

TBM "Mustikabumi II" di Stasiun Dukuh Atas | Sumber: MRT Jakarta (Facebook)
TBM “Mustikabumi II” di Stasiun Dukuh Atas | Sumber: MRT Jakarta (Facebook)

Terdapat empat mesin bor bawah tanah yang digunakan pada paket pekerjaan konstruksi bawah tanah proyek MRT Jakarta. Mesin bor tersebut digunakan untuk membuat terowongan jalur bawah tanah MRT sepanjang Senayan sampai dengan Bundaran HI. Dua mesin bor bawah tanah telah dioperasikan dari arah selatan, Patung Pemuda, menuju ke arah Utara, serta dua mesin bor bawah tanah lainnya dioperasikan dari arah utara, Bundaran HI, menuju arah selatan. Pekerjaan tunneling keempat bor bawah tanah nantinya akan berakhir di Stasiun Setiabudi. Direncanakan seluruh pekerjaan tunneling akan selesai pada akhir tahun 2016.

Mesin bor pertama (Antareja) mulai beroperasi sejak bulan September 2015, sedangkan mesin bor kedua (Antareja II) telah dioperasikan sejak bulan November 2015. Bor Antareja telah melakukan pekerjaan pembuatan terowongan sepanjang 1752 meter, sedangkan untuk Bor Antareja II telah melakukan pekerjaan pembuatan terowongan sepanjang 1503 meter. Saat ini mesin bor pertama (Antareja) dan kedua (Antareja II) tengah melakukan melakukan pengeboran dari Stasiun Istora menuju Stasiun Bendungan Hilir.

Dua mesin bor bawah tanah lainnya, bernama Mustikabumi I dan Mustikabumi II. Untuk Mustikabumi I telah dioperasikan mulai dari titik Bundaran HI sejak Februari 2016. Sedangkan untuk Mustikabumi II, telah mulai beroperasi dari lokasi yang sama sejak April 2016. Bor Mustikabumi I telah melakukan pekerjaan pembuatan terowongan sepanjang 682,5 meter, sedangkan untuk Bor Mustikabumi II telah melakukan pekerjaan pembuatan terowongan sepanjang 678 meter. Kedua mesin bor ini bergerak melakukan penggalian membuat terowongan jalur bawah tanah MRT menuju arah Selatan hingga menembus Stasiun Dukuh Atas dan akan dilanjutkan hingga berakhir di Stasiun Setiabudi.

Mesin bor pertama dan kedua (Antareja dan Antareja II) dioperasikan oleh kontraktor paket pekerjaan CP 104 & CP 105 (Senayan – Setiabudi), yaitu SOWJ Joint Venture yang terdiri dari Shimizu – Obayashi – Wijaya Karya – Jaya Konstruksi.

Untuk mesin bor ketiga dan keempat (Mustika Bumi I dan Mustika Bumi II) dioperasikan oleh kontraktor paket pekerjaan CP 106 (Dukuh Atas – Bundaran HI), yaitu SMCC-HK Joint Operation yang terdiri dari Sumitomo Mitsui Construction Company – Hutama Karya.

Cemplus Newsline by KAORI | Press Release

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.