elisa

ELISA, penyanyi yang terkenal menyanyikan lagu untuk seri anime Valvrave The Liberator dan Toaru Kagaku no Railgun ini adalah salah satu penyanyi yang berpartisipasi dalam konser bertajukANISONG, konser yang diselenggarakan pada ajang event jejepangan bergensi di Indonesia, ANIME FESTIVAL ASIA 2016 beberapa hari yang lalu. Simak wawancara eksklusif Kaori Nusantara dengan penyanyi yang baru saja merilis single terbarunya berjudul Rise and Shine, yang merupakan lagu penutup dari 91 Days, seri anime yang tengah tayang di musim ini.

Tahun ini adalah kali pertama Elisa datang di Indonesia, bagaimana kesannya sejauh ini terhadap Indonesia?

Saya belum sempat kemana-mana berhubung saya baru saja tiba di Jakarta tadi malam. Hmm, saya sering mendengar bahwa Indonesia terkenal dengan makanannya yang penuh bumbu dan pedas dan kebetulan saya sangat suka makanan pedas. Saya mencicipi sambal dan rasanya sangat enak, saya suka!

Dari semua lagu yang pernah Elisa rilis, lagu apa yang paling Elisa sukai?

Lagu Rise and Shine, yang menjadi lagu pembuka seri anime 91 days yang tengah tayang di musim panas tahun ini. Saya menyukai lagu ini karena dalam lagu ini saya berperan sebagai istri pemimpin mafia yang seksi *tertawa*. Lagu-lagu yang lain di antaranya God Only Know yang merupakan lagu pembuka seri anime The World God Only Know, I’m by your side dan Realism yang merupakan lagu penutup Valvrave The Liberator.

Belum lama ini Elisa menggelar konser di Seattle, Amerika Serikat. Adakah perbedaan spesifik antara konser di luar negeri dengan di Jepang?

Jawab: Mungkin perbedaan yang besar adalah kalau di Jepang para fans menggunakan penlight saat konser berlangsung namun di Amerika menggunakan light stick adalah hal yang berbahaya maka dari itu mereka menggunakan light stick yang lebih aman dan lembut.

Selama konser di Jepang, para fans biasanya akan berteriak (chant) pada saat lagu selesai dan mereka kompak dalam melakukan hal tersebut, kalau di para fans di luar negeri biasanya berteriak pada saat yang seru saja misalnya ketika saya mengeluarkan falsetto. Setiap negara memiliki caranya masing-masing dalam mengapresiasi lagu yang saya bawakan.

Dan di Jepang sendiri light stick terdiri dari berbagai macam warna yang dibawakan tegantung dari lagu dan dari penyanyinya, misalkan jika lagunya bertempo cepat, warna dari light stick adalah merah dan jika lagunya ballad warna light stick-nya akan berubah menjadi warna putih.

Elisa banyak membawakan lagu yang berbahasa Inggris, kalau boleh tahu, Elisa belajar Bahasa Inggris dimana?

Jawab: Saya sama seperti teman-teman di sini, belajar Bahasa Inggris pertama kali pada saat duduk di bangku sekolah dulu. Namun sayangnya para siswa di sekolahan Jepang biasanya tidak terlatih untuk berbicara dalam Bahasa Inggris, jadi saya sangat mengalami kesulitan pada saat itu apalagi ketika menyanyikan lagu debut major saya yang berjudul Euphoric Field, lagu tersebut bebahasa Inggris apalagi saya masih duduk di bangku sekolah menengah tahun kedua ketika saya membawakan lagu tersebut.

KAORI Nusantara | Teks oleh Dirman Sugito

Tinggalkan komentar Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.