kurugaya-litbus

Dari segi tempat memang tidak seberapa jauh. Pondok Gede sendiri boleh dibilang “Jakarta coret” sehingga dibandingkan 54 km dari Bogor tentu bukan apa-apa. Tetapi keikhlasan dan keteguhannya menunggu tiga jam dalam gath pertama (di Daop 1 Jakarta)-lah yang menjadikannya spesial.

Inilah kali pertama dalam sejarah Daop 1, ada acara berkedok buka puasa bersama (karena makan-makannya dilakukan jam 8 malam) dan ada pengguna yang begitu antusias mengikutinya meskipun belum pernah bertemu dengan pengguna di Daop 1! Dalam sebuah acara yang sempat diterpa isu stalker (buat apaan sih) dan TSnya kabur, inilah sebuah konsistensi yang ditunjukkan oleh para pengguna yang tidak merencanakan ikut sama sekali pada awalnya namun tetap datang menghadiri gath!

Advertisement Inline

Saat saya tanya, galeriqbal mengaku sudah pernah bertemu dengan Kincen dan Sekiboing sebelumnya di Bandung. Pengalaman bergabung dengan KAORI sendiri rupanya tidak jauh-jauh dari DMC Fans Club.

Saya awalnya heran mengapa tertarik mengisi FC di KAORI yang skalabilitasnya tidak begitu besar. Tapi mendengar jawabannya, saya bisa memahami bahwa kunci utamanya ada di pergaulan, bukan sekadar di isi yang diberikan.

Bergaul dengan Sekiboing memberikannya teman yang lama tidak ditemukannya di tempat lain. Meski harus diakui kamar Sekiboing yang lux dengan segala rupa konsol itu ikut menentukan, namun pertemanannya dengan Awanichi-lah yang semakin membuatnya betah di KAORI wabilkhusus di thread DMC.

Tentu tidak hanya berhenti di acara (bukan) buka puasa semata. Ada kesempatan strategis yang mungkin tidak dapat dilakukan bila saja acara buka puasa ini berjalan sesuai rencana, tetap ada stalkernya dan justru berubah menjadi begitu acak.

Diskusi mengenai pembentukan Forbis (nama tentatif, yang saya sudah bahas di MH beberapa bulan lalu) kembali mengemuka setelah terpendam agak lama. Dody sudah mengisyaratkan akan mengajak temannya yang berpengalaman dalam bidang event organiser. R10 pun mencoba untuk datang dan begitu pula yang lain.

Forbis yang dulu pernah dicetuskan idenya masih sama, mempertemukan banyak orang yang selama ini terpisah dalam satu forum diskusi, sehingga diketahui seperti apa kondisi industri animasi dan konten kreatif lokal di Indonesia saat ini.

Bila menjadi kenyataan, untuk kali pertama semua pemegang kepentingan industri anime dan animasi kreatif lokal akan duduk dalam satu meja dan satu tempat berdiskusi. Mulai dari stasiun televisi, lisensor, pemilik web striming baik yang legal maupun bajakan, fans, elit, dan tentunya pihak-pihak kreatif lokal.

Awalnya saya merencanakan Forbis akan digabung dengan Comifuro 3, namun bila hal tersebut tidak memungkinkan, mungkin saja KAORI akan jalan sendiri. Padahal saya ingin sekali acara Comifuro 3 bisa seramai anime convention yang ada di Amerika, jadi bukan sekedar cosplay, konser, lalu bubar tanpa ada hal bermanfaat yang bisa dibawa pulang.

Diskusi awal Forbis akan dilaksanakan setelah Lebaran dan kali ini mutlak hanya yang mau dan ingin ikut berbangga menjadi bagian dari KAORI-lah yang bisa ikut.

Selain dua hal yang patut disyukuri tersebut, ada hal-hal lain yang trivial namun menarik dibahas.

Pendaftaran calon staf Newsline akan ditutup tanggal 31 mendatang, dan sampai hari ini sudah ada lima orang yang mendaftar. Memang masih harus dibuktikan seperti apa kualitas stafnya, namun dalam kemungkinan paling buruk menurut hitung-hitungan saya, saya yakin akselerasinya bisa berjalan sebagaimana revitalisasi UPT Fansub. Dalam 6-8 bulan hasil akhirnya sudah bisa terlihat.

Lalu yang terakhir, setelah sekitar bertahun-tahun tidak serius main novel visual, keluarnya patch terjemah bahasa Inggris Grisaia no Kajitsu membangkitkan semangat saya untuk bermain. Saya kali terakhir serius (dalam artian tidak berhenti main setelah 48 jam) ketika bermain Clannad. Itu hampir enam tahun yang lalu, sebelum saya mendirikan KAORI. Ketelanjangan Amane yang rada acak pun harus diwaspadai saat memainkan ini meskipun ceritanya secara keseluruhan aman dimainkan saat bulan Ramadhan.

“Sepi”nya subforum novel visual KAORI dibandingkan subforum tetangga pun, menurut galeriqbal, adalah hal yang harus disyukuri. Meskipun dalam jumlah kunjungan memang tidak banyak, menurutnya subforum novel visual lebih ramah pengguna dan relatif tidak direpotkan oleh masalah leecher yang membelenggu forum sejenis ini.

Komunitas yang sistemnya bagus dan merakyat itu pasti akan memiliki tempat di hati penggunanya: di subforum manapun ditempatkan.

Shin Muhammad
Administrator KAORI

Ilustrasi: Kurugaya Yuiko / Little Busters!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.