SHARE

reon

Sudah banyak ulasan mengenai Spirited Away. Film ini pertama tayang di Jepang pada 15 tahun lalu dan sebagaimana CEO Kaninga Pictures Willawati menuturkan, sudah banyak masyarakat yang mengakses film-film Ghibli (termasuk ini tentunya) dengan beragam cara, termasuk dengan cara download. 

Berbeda dengan ulasan-ulasan lain yang telah mengupas A sampai Z apa yang ingin dihadirkan Hayao Miyazaki kepada penontonnya (pada saat itu), ulasan ini ditulis dalam dunia di mana your name. meledak di Indonesia, tahun politik, dan bagaimana posisi Ghibli di mata penggemar anime di Indonesia saat ini. Ulasan ini ditujukan bagi penggemar anime yang akan berkenalan dengan film Ghibli dan hendak menjadikan Spirited Away sebagai film Ghibli perdananya

——–

Chihiro adalah anak perempuan berusia 10 tahun yang dilahirkan dalam keluarga kelas menengah Jepang. Suatu hari, Chihiro dan orang tuanya mengunjungi suatu lorong dan menemukan dirinya terdampar di dunia lain. Dalam dunia lain ini, ia hidup di Yuuya, tempat peristirahatan dan pemandian bagi bangsa jin dan dewa-dewa. Kehadirannya sebagai seorang manusia yang tersesat disadari oleh Lin, yang membimbingnya sehingga Chihiro dapat menemui penyihir Yubaba, sang penguasa Yuuya.

Yubaba yang rakus dan selalu memikirkan uang menakut-nakuti Chihiro, namun akhirnya setuju menjadikan Chihiro sebagai pekerjanya. Namanya pun berubah menjadi Sen dan ia kemudian dibimbing oleh Haku, anak laki-laki yang mengawasi Yuuya ketika Yubaba pergi.

Sen kaget ketika menemui kedua orang tuanya telah disihir Yubaba menjadi babi. Dengan penuh rasa sedih, Sen memulai hidup barunya di dunia lain. Pekerjaan pertamanya adalah melayani tamu paling menjijikan, Dewa Bau, di mana diam-diam Sen dibantu oleh sosok misterius, yang dipanggilnya Tanpa Wajah (Kaonashi-san.) Perjalanannya mengembalikan orang tuanya pun berlangsung.

Tema yang Sangat Familiar, Dalam Nuansa Fantasi

Susan Napier berhasil menerbitkan satu paper tersendiri khusus untuk membahas Spirited Away. Tetapi bagi penonton anime di Indonesia yang lebih dahulu menonton Kimi no Na wa. (Your Name), akan merasakan suasana yang sangat familiar di pertengahan sampai akhir cerita. Hubungan antara Haku dan Chihiro memberikan suasana yang mirip seperti hubungan Taki dan Mitsuha, dipisahkan oleh dimensi berbeda dan disatukan oleh kenangan yang sama.

Dalam dunia fantasi ini, Miyazaki-sensei memberikan banyak simbol yang mewakili masyarakat Jepang. Saat Chihiro menyapa dewa bau yang datang dan membantunya berendam, terungkap bahwa sang dewa bau nyatanya adalah dewa sungai yang terkenal, namun dicemari oleh sampah-sampah manusia. Begitu pula saat melihat si Tanpa Wajah, yang melahap para pekerja di Yuuya dan begitu marah hingga mencari-cari Chihiro.

Chihiro mengingatkan pula akan sosok Fubuki dari Kantai Collection. Semangatnya yang selalu ingin bekerja keras (not to mention kalau aura yang ditimbulkan terasa mirip), bagaimana ia menjadi dewasa secara tiba-tiba, dan keteguhan hatinya untuk meninggalkan dunia isekai, tempat di mana ia membuat banyak kenangan, ditampilkan dengan indah tanpa kesan seksual.

Isekai yang Penuh Petualangan

© Studio Ghibli

Tetapi bagian yang membuat 1,5 jam dalam film ini terasa singkat adalah bagaimana setiap fragmen-fragmen ceritanya memiliki kekuatan, namun berpindah secara halus. Misalnya saat Chihiro berjuang menyelinap ke singgasana Yubaba, kemudian berpindah saat Chihiro memohon pekerjaan padanya (dan diminta untuk tidak petantang-petenteng). Kemudian secara indah, Chihiro bertemu dengan Tanpa Wajah untuk kali pertama, sampai akhirnya Tanpa Wajah berhasil mengacaukan seisi penginapan.

Penganimasiannya yang sangat halus dengan gaya yang tetap relevan lima belas tahun kemudian membuktikan kelasnya. Bila film ini diputar secara random di kalangan awam, tidak banyak yang menyangka film ini berusia jauh lebih tua dari Air atau Lucky Star, di mana keluhan terbesar penggemar anime saat ini adalah rasa turn off melihat gaya gambar anime-anime lama.

Gerbang Tepat Untuk Masuk ke Dunia Ghibli

Spirited Away menyajikan kisah petualangan yang mudah diakses siapa saja. Berbeda dengan The Wind Rises yang sarat muatan politik atau Nausicaa yang membuat penontonnya (baca: penggemar anime) membayangkan “oh ini pendahulunya Evangelion,” film ini mengantarkan penontonnya untuk masuk ke sisi lain dunia anime Jepang. Sisi lain bernama dunia Ghibli, dan membuka mereka untuk menikmati Kiki’s Delivery Service dan lainnya. Anime yang bukan anime.

Posisi Ghibli dalam Animasi Jepang

Positif

  • Tanpa neko-neko, membawakan tema isekai (baca: fantasi) tanpa membuat penontonnya merasa bingung (seperti bila hendak mengikuti Harry Potter)
  • Lagu, baik BGM maupun tema yang memukau
  • Animasi yang sangat halus dan mendetail like nothing else
  • It’s Ghibli

Negatif

  • Bagi yang menemukan anime identik dengan petualangan-petualangan instan, akan sulit menerima anime ini karena alurnya yang lembut, perlahan, dan tidak segera menghadirkan konfliknya
  • It’s Ghibli

Yang Disayangkan

  • Karena Ghibli termasuk obscure di kalangan penggemar anime, banyak generasi-generasi SAO dan Re:Zero yang tidak terselamatkan karena tidak menonton film ini.

Spirited Away tayang serentak di bioskop-bioskop kota besar Indonesia di jaringan 21 Cineplex pada 1-7 April 2017. Acara ini adalah bagian dari kegiatan World of Ghibli Indonesia. Informasi lengkap mengenai jadwal tayang dan harga tiket dapat dicek di situs http://www.worldofghibli.id/.