© Tetsuya Imai / Tokuma Shoten - "Alice dan Zoroku" Production Committee

Bila anda mencari sebuah seri dengan tema yang umum namun tidak terasa generik, Alice to Zouroku bisa menjadi sebuah alternatif tontonan musim ini. Sebuah seri dengan tema yang umum namun memiliki sentuhan tersendiri.

Berlatar Tokyo saat ini, Alice to Zouroku menceritakan tentang Sana, “gadis” yatim piatu yang tak memiliki ingatan tentang siapa dirinya. Sana memiliki sebuah kekuatan misterius bernama “Alice’s Dream” yang membuatnya dapat menciptakan berbagai-macam benda yang dia bayangkan. Tidak tahan dijadikan kelinci percobaan, Sana melarikan diri dari suatu lab rahasia. Menjadi buronan, Sana tidak sengaja berjumpa dengan Zouroku, seorang kakek tukang bunga yang pernah berbisnis dengan yakuza. Sana akhirnya tinggal bersama kakek Zouroku dan cucunya, Sanae sambil melarikan diri dari organisasi misterius yang menginginkan kekuatannya.

Alice to Zouroku diangkat dari komik berjudul sama karya Tetsuya Imai. Komiknya terbit pada Desember 2012 di Monthly Comic Ryu dan sampai saat ini telah mencapai tujuh volume, serta meraih penghargaan Japan Media Arts Festival’s New Face Award pada tahun 2013.

Advertisement Inline

Animenya digarap oleh J.C Staff, disutradarai oleh Katsushi Sakurabi (Flying Witch, Lunar Legend Tsukihime), dan naskahnya ditulis oleh Fumihiko Takayama (Patlabor WXIII, Sweet Blue Flowers).

Kenapa seri garapan J.C Staff ini berbeda dengan seri-seri dengan tema yang sama?

Ojiisan meets Girl

© Tetsuya Imai / Tokuma Shoten – “Alice dan Zoroku” Production Committee

Bila umumnya sebuah seri diawali dengan premis “boy meets girl”, Alice to Zouroku diawali dengan “Ojiisan meets girl”. Ini adalah sebuah cerita dimana Sana si protagonis perempuan bertemu dengan kakek Zouroku, yang tidak lain adalah protagonis laki-laki seri ini. Seri ini dapat dikategorikan sebagai sains-fiksi karena bentuk kemampuan “Dream of Alice” dalam seri ini mirip dengan kemampuan esper di seri lain seperti To aru Majutsu no Index.

Jika biasanya tokoh protagonis laki-lakinya adalah remaja SMA/SMP dengan keahlian tertentu, Alice to Zouroku berprotagoniskan seorang kakek! Menariknya, walaupun Zourouku adalah seorang kakek-kakek biasa, karakternya disajikan layaknya seorang protagonis remaja generik. Lurus pandangannya, berpendirian teguh dan menjadi seorang pangeran kuda putih bagi sang heroine. Dirinya membenci hal-hal yang tidak benar. Tidak mau berurusan dengan hal-hal kotor dan hidup seperti orang jujur. Di awal episode, banyak yang mengira kalau kakek Zouroku adalah orang terpandang di dunia gelap namun sebenarnya dirinya hanyalah seorang tukang bunga.

Sang “Alice” yang bernama Sana digambarkan layaknya Alice dalam Alice in Wonderland. Berbeda dengan putri yang harus diselamatkan oleh seorang pangeran, Sana sebenarnya dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun karena dirinya kekurangan akal sehat sehingga sulit memahami dunia nyata. Disinilah kakek Zourouku masuk sebagai sang pangeran untuk membimbing Sana memahami dunia nyata.

Sains-fiksi rasa fantasi

© Tetsuya Imai / Tokuma Shoten – “Alice dan Zoroku” Production Committee
© Tetsuya Imai / Tokuma Shoten – “Alice dan Zoroku” Production Committee

Latar cerita Alice to Zourouku menarik karena ceritanya memadukan dua hal yang serupa namun bertolak belakang: Sci-fi dan fantasi. Walapun seluruh kemampuan Dream of Alice terkesan seperti sihir, paduan teknologi yang terlihat dalam animenya memberikan kesan bahwa anime ini adalah anime sains fiksi.

Seiring berjalannya cerita, kemampuan Sana terasa lebih cocok dikategorikan sebagai kemampuan sihir daripada kemampuan mental. Kemampuannya adalah memunculkan apapun yang dia imajinasikan. Baik memunculkan sekumpulan babi, teleportasi, terbang dan menciptakan apapun bagaimanapun bentuknya. Dari sisi sains-fiksi, memang kemampuannya dapat dikategorikan sebagai kemampuan esper.

Begitu juga dengan kemampuan karakter-karakter lain. Mengeluarkan rantai, tangan raksasa dan berbagai macam senjata tanpa bantuan apapun lebih terkesan sebagai sihir daripada kemampuan mental.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.