Ulasan Komik re:ON Comics Vol. 26

0
© re:ON Comics

Majalah komik re:ON Comics kembali hadir di volume ke-26. Bagi yang tidak mendapatkan re:ON volume 21 dengan sampul edisi khusus di acara ComicFest ID tahun lalu, volume ke-26 ini adalah pertama kalinya komik Spalko tampil sebagai ilustrasi sampul. Walau tidak ada serial yang baru debut di edisi ini, ada satu komik one shot yang ikut isi volume ke-26. Jadi, kali ini ada komik apa saja?

Spalko (Sweta Kartika)

© Sweta Kartika/re:ON Comics

Kebenaran terungkap dalam berbagai arti. Pergerakan cerita dalam bab ini berlangsung cepat, dengan terbukanya identitas Blitzking dan perasaan Janus yang sesungguhnya. Sesungguhnya dendam Blitzking terhadap penolakan menggambarkan bagaimana ia tidak melihat Lala dalam posisi yang setara untuk menjadi pasangannya, tapi lebih seperti objek untuk ditaklukkan dan dimiliki.

Advertisement Inline

Grandpa is Here (Nan Nan)

© Nan Nan/re:ON Comics

Setelah bab pertama menggambarkan “kematian simbolik” Vincent, kini bab kedua memainkan penghantuan. Membiarkan ambigu apakah Vincent dihantui oleh hantu sungguhan atau dihantui oleh perasaan bersalahnya sendiri adalah kunci dari bab ini. Hal tersebut membantu menjaga suasana mencekam dari kondisi psikologis Vincent yang semakin kacau karenanya.

Animacore (Aloysius Alfa)

© Aloysius Alfa/re:ON Comics

Bruiser K kini ditemani oleh adiknya dalam PVP melawan Anthra dan Latte. Ritme permainan berubah, tapi bukan berarti K benar-benar telah menanggapi lawannya secara serius. Ia hanya mengandalkan penambahan jumlah tanpa menganalisis permainan lawan dan menyesuaikan strategi. Dan hal itulah yang konsisten dilakukan Latte bersama Anthra, termasuk untuk mengakali bantuan yang diterima K.

Tawur (C. Suryo Laksono)

© C Suryo Laksono/re:ON Comics

Budi dkk secara tak terduga bertemu dengan Starki di SMA 70. Tetapi setelah kedua pihak mengumpulkan hasil pengamatan masing-masing, mereka belum menemukan titik terang mengenai rahasia SMA 70 dan Oppa, serta kondisi Budi yang ia sembunyikan sendiri. Situasi kemudian mengalami eskalasi dengan cepat dalam pertemuan yang bisa jadi menyoroti perbedaan dan juga persamaan karakter Budi dan Oppa.

Bachelor’s Brotherhood (Shu Eirin)

© Shu Eirin/re:ON Comics

Kali ini Tony (dan pembaca) diajak mengenal Novy lebih dekat. Melalui pertemuan dengan ibunya Novy, Tony mempelajari bagaimana Novy memberontak terhadap ekspektasi-ekspektasi stereotip peran gender bagi laki-laki yang dibebankan oleh keluarga kepadanya (walau harus diakui, cara Novy melakukannya sebenarnya ikut mempertahankan stereotip peran gender laki-laki dan perempuan untuk kepentingannya sendiri).

The Grand Legend Ramayana (Is Yuniarto)

© Is Yuniarto/re:ON Comics

Setelah berhasil menguasai ibukota Panchavadi, tujuan Surpanaka terkuak. Sang putri yang menikmati penderitaan orang lain bermaksud menjatuhkan penduduk dalam jurang kekacauan. Dengan monster berkeliaran bebas dan tidak jelas siapa yang bisa menjadi kawan atau pelindung, bagaimanakah penduduk Panchavadi dapat bertahan dari “rimba” liar tanpa aturan itu?

Reon and Friends (Gita Juwita dan Dini Marlina)

© re:ON Comics

Penyakit menjadi salah satu bentuk ujian untuk melihat solid atau tidaknya suatu keluarga. Dan ketika Reno sakit, sekeluarga pun bergerak cepat untuk merawat, termasuk adik-adiknya. Tanpa ada pengalaman sungguhan mengobati penyakit, setidaknya niatnya bernilai sesuatu.

Galauman (Ockto Baringbing dan Ino Septian)

© Ockto Baringbing/re:ON Comics

Galauman menyiapkan babak baru sementara keadaan kota Jakarta semakin kacau karena lumpuhnya gadget akibat EMP Kelompok Karunia. Satu musuh baru diperkenalkan dalam bab ini sementara Gabriel diajak oleh Veranda untuk bertemu sosok penting (yang seharusnya tak asing bagi pembaca). Bagaimanakah pertarungan antara mereka nantinya?

Onthelku (Matto Haq)

© Matto Haq/re:ON Comics

Bayu diselamatkan oleh pengendara sepeda putih misterius dari para penyerang bayaran. Namun itu tak berarti Bayu belajar untuk melepaskan dirinya dari kutukan kecemburuan sosial dari nilai hegemoni kelas elit yang telah ia internalisasikan dalam dirinya sendiri. Dalam rasa rendah dirinya, kali ini Bayu melakukan sesuatu yang benar-benar merendahkan dirinya sendiri.

Me Vs Big Slacker Baby (Annisa Nisfihani)

© Annisa Nisfihani/re:ON Comics

Dalam bab ini, cobaan yang dihadapi Arin setelah tertimpuk bola basket semakin berat. Tapi justru dalam kondisi sulit inilah perasaan sebenarnya yang jujur dari Arin, Alvan dan Kiki tampak. Perasaan-perasaan yang belum dapat tersampaikan dengan kata-kata kepada satu sama lain, tapi dapat dilihat dan dirasakan.

Meong Meong (Sagtavilia)

© Sagtavilia/re:ON Comics

Suka dengan karakter kemonomimi? Komik one shot yang satu ini menghadirkan personifikasi kucing dalam lebih dari satu arti. Pertama, kucing-kucing di sini mengalami kisah cinta bagai manusia yang terpisah oleh perbedaan kelas. Kedua, kucing-kucing di sini sesekali ditampilkan dalam wujud manusia, bagai mengandaikan seperti apa penampilan mereka jika saja mereka manusia.

Our Teachers are Artists (Editorial Dept. dan Annisa Nisfihani)

© re:ON Comics

Salah satu pengertian “idola” adalah sosok yang memberi inspirasi. Kehidupan ganda yang telah dijalani oleh Hina dan Yuria pada intinya adalah menjadi inspirasi melalui dua jalan yang berbeda. Dalam bab pamungkas kali ini, mereka berdua mendapat pengingat yang manis akan hal tersebut.

Selain komik-komik di atas, rubrik re:FRESH kali ini menghadirkan komik  10 cerita pengalaman magang di kantor re:ON (dengan spoiler sosok di balik komik Dodo & Remi?). Rubrik re:DRAW memberi panduan bagaimana mewarnai gambar semi realistis. Sementara di rubrik re:INTRODUCE ada wawancara dengan Clarissa Punipun dengan cerita di balik di-cosplay-kannya sosok Oren.

KAORI Newsline | oleh Halimun Muhammad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.