Proyek Tram Kota Surabaya Akan Segera Dimulai!

0
Jalur trem "masa depan" yang membelah lalu lintas kota Surabaya (Facebook / Dinas Perhubungan Kota Surabaya)

Setelah sebelumnya ‘digantung’ dan menunggu ‘kepastian’ akan pengerjaan proyek kereta ringan di Kota Surabaya selama 2 tahun, akhirnya proyek pembangunan atau yang bisa dikatakan pembangunan ulang jalur tram di Kota Surabaya akan segera dimulai tahun ini.

Dikutip dari laman penggemar resmi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya di jejaring sosial Facebook, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan bahwa proyek pembangunan tram kota surabaya akan segera dimulai setelah munculnya kejelasan mengenai sumber dana dalam pembangunan tram tersebut. Proyek dengan anggaran Rp 2.7 triliun ini akan ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan kucuran pertama tahun 2017 sebesar Rp 100 Miliar.

“Kemarin dirapatkan di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kalau untuk tram di Surabaya, mereka sudah punya biayanya dari APBN. Untuk tahun ini baru Rp 100 miliar. Untuk tahun depan akan lebih banyak lagi anggarannya. Saya inginnya tahun ini dikerjakan. Kita tetap kerja sama dengan Kemenhub dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk utara selatan ini.” Ujar Risma saat melakukan konferensi pers di ruang kerjanya pada Kamis (8/6).

Penandaan pertama proyek tram kota Surabaya oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan tim Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI (Facebook / Dinas Perhubungan Kota Surabaya)

Fase awal pembangunan tram kota Surabaya akan dilakukan dari jalan Tunjungan menuju Joyoboyo, sekaligus dengan pembangunan dipo tram di Joyoboyo. Fase ini akan dinamai dengan fase koridor Utara-Selatan, karena membentang dari utara sampai selatan kota Surabaya. Namun, untuk pembangunan dipo di Joyoboyo, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih membahasnya dengan KAI.

Pemberian marka tanda jalur tram oleh tim Dinas Perhubungan Kota Surabaya (Facebook / Dinas Perhubungan Kota Surabaya)
Proses pemberian marka jalan untuk menandai ‘calon’ jalur tram kota surabaya (Facebook / Dinas Perhubungan Kota Surabaya)

Sebagai titik awal pembangunan jalur tram, jalan Tunjungan akan mengalami pengurangan ruas jalur. Karenanya, Wali Kota Surabaya bersama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Surabaya berkoordinasi mengenai solusi penyempitan ruas jalan, salah satunya dengan pembongkaran bangunan untuk pelebaran jalan Simpang Dukuh. Pembongkaran tersebut dilakukan sebagai salah satu cara untuk pengalihan jalur di jalan Tunjungan yang relatif banyak terpotong. Pemindahaan pembongkaran bangunan ke jalan Simpang Dukuh juga dimaksudkan untuk melancarkan arus lalu lintas ketika pengerjaan tram dimulai.

“Jadi semula kan empat (jalur) dan kita potong menjadi 3 bagian yang nanti dua jalur untuk trem dan satu jalur mengarah ke barat untuk pedestrian jalan. Namun ini masih dikaji oleh Dishub dan kepolisian apakah satu atau dua arah,” kata Risma di sela-sela pembongkaran bangunan di sepanjang jalan simpang dukuh, Jumat (9/6).

Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini, didampingi tim Dinas PU Kota Surabaya dan Satpol PP, memulai eksekusi pembongkaran bangunan sepanjang Jl. Simpang Dukuh (sumber: website resmi Dinas Perhubungan Kota Surabaya)

Kepala Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat juga menambahkan bahwa Dishub kota akan  mengatasi kemungkinan penyempitan jalan tunjungan sebagai lokasi proyek, dengan mengadakan rekayasa lalu lintas dan pelebaran jalan simpang dukuh untuk mengakomodasi penyempitan jalan tunjungan.

“Semua program kami apakah jalan pedestrian tram termasuk depo, berjalan secara paralel. Termasuk park and ride. Kita tidak saling menunggu tapi secara paralel. Untuk antisipasi penggunaan jalan Tunjungan untuk jalur tram, Insya Allah sudah kita hitung manajemen dan rekayasa lalin. Kita alihkan ke genteng kali dan simpang dukuh,” jelas Irvan.

Dengan dimulainya pembangunan tram di Kota Surabaya, maka era modernisasi transportasi perkotaan di Indonesia telah dimulai. Pembangunan transportasi berbasis kereta ringan ini juga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat yang cukup tinggi di kota yang tercatat sebagai kota terbesar kedua di Indonesia.

Cemplus Newsline by KAORI

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.