BAGIKAN
Pintu masuk/keluar operator Keio Railway. (KAORI Nusantara / Kevin Wilyan)

reon

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sistem perkeretaapian Jepang adalah salah satu yang terbaik di dunia. Standar yang tinggi, shisha kanko (tunjuk dan sebut) di mana-mana, sampai kereta yang datang tepat waktu, adalah citra yang dijual perkeretaapian Jepang. Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa tarif kereta api Jepang sesungguhnya merupakan salah satu yang terumit di dunia.

Njelimet-nya sistem tiket di Jepang

Konsep ini terdengar lucu, tetapi di operator manapun di Jepang, tersedia dua macam komponen tarif. Saat kita membeli tiket di vending machine atau melakukan tap in dengan kartu uang elektronik, kita membayar tarif dasar. Tarif dasar (乗車券, joushaken) ini dibayar di depan baik saat kita naik kereta komuter, kereta jarak jauh, sampai Shinkansen dan dihitung per kilometer.

Setiap operator punya cara sendiri-sendiri dalam menghitung tarif dasar. Tokyo Metro misalnya, punya tarif dasar 170 yen untuk jarak tempuh 1-6 km pertama, namun hanya 310 yen jika kita menempuh jarak 40 km. Sedangkan JR punya tarif dasar 130 yen untuk 5 km pertama dan akan terus membesar secara progresif jika jarak tempuhnya bertambah. Sampai Nagoya (366 km dari Tokyo), tarif dasarnya menjadi 6.260 yen.

Komponen kedua yang harus dibayar adalah tarif ekspres. Istilah tarif ekspres sebenarnya kurang tepat karena tiket ini (整理券, seiriken, atau surcharge dalam bahasa Inggris) berfungsi untuk menentukan apakah kita boleh naik kereta tersebut atau tidak. Tetapi seiriken juga hanya ada di kereta-kereta ekspres yang kelasnya lebih tinggi dan berhenti lebih sedikit dari kereta api komuter.

Penumpang Shinkansen misalnya, selain harus membayar tarif dasar, penumpang juga harus membayar seiriken yang berbeda tarifnya antara Kodama, Hikari, dan Nozomi. Jika kita hendak naik Nozomi Shinkansen dari Tokyo menuju Nagoya, selain membayar tarif dasar sebesar 6.260 yen, kita harus membayar pula seiriken sebesar 4.100 yen atau 4.830 yen. Untuk naik Shinkansen dari Tokyo ke Nagoya, totalnya menjadi 10.360 yen atau 11.090 yen.

Berdiri naik Shinkansen? Siapa takut? (KAORI Nusantara / Kevin Wilyan)

Mengapa bisa berbeda? Ternyata Nozomi memiliki tiga jenis tiket, yaitu tiket yang memiliki nomor tempat duduk (seperti di Indonesia), tiket tanpa nomor tempat duduk, dan tiket kereta green car (kelas bisnis) yang lebih nyaman dan lega. Tidak ada perbedaan fasilitas layanan antara tiket tanpa nomor tempat duduk dengan tiket bernomor. Sama-sama punya konfigurasi 3-2, sama-sama punya colokan listrik, tidak ada perbedaan fasilitas apapun.

Bila sedang kosong, kita bisa langsung duduk menempati gerbong-gerbong yang kosong (dalam Shinkansen, umumnya kereta nomor 1 sampai 5). Bila sedang ramai dan seluruh tempat duduk telah terisi penuh, pilihannya hanya berdiri di bordes. Ya, berdiri di bordes Shinkansen adalah pemandangan umum di Jepang saat musim liburan!

Cepat atau lambat, bayarnya sama

Terlepas dari ribet dan rumitnya tiket kereta api jarak jauh, mari kita kembali ke kereta api perkotaan. Selama kita menaiki KRL komuter, tarif dasar yang dibayarkan tetap sama, terlepas apakah KRL tersebut berhenti di setiap stasiun atau berhenti hanya di beberapa stasiun besar. Banyak operator kereta api Jepang yang menyediakan enam sampai tujuh kelas kereta api komuter. Tobu Tojo Line punya 7 kelas kereta berbeda yang bisa dinaiki tanpa harus membayar biaya tambahan. Semua, kecuali TJ Liner, dapat dinaiki tanpa perlu membayar biaya tambahan.

Informasi stasiun berhenti di jalur Tobu Tojo. (KAORI Nusantara / Kevin Wilyan)

Lalu, bagaimana perjalanan kereta api di stasiun-stasiun kecil? Cara menjangkaunya mudah saja. Naik kereta ekspres sampai ke stasiun perhentian sebelum tujuan akhir kita, lalu berpindah naik kereta dengan kereta lokal yang berhenti di setiap stasiun. Lazimnya, jumlah kereta api ekspres akan jauh lebih banyak dari kereta lokal dan di beberapa stasiun transfer, kita bisa melihat orang yang beramai-ramai pindah ke kereta lokal di sebelahnya, yang sudah duduk manis menunggu penyalipan oleh kereta ekspres.

Bersambung ke halaman selanjutnya: Melintasi berbagai operator, tidak untuk mereka yang berhati lemah!