BAGIKAN

Oleh Mohd Faris

Kolom Editoliar mulai saat ini akan selalu menghadirkan hal-hal terkini dan paling kritis. Ini sejalan dengan misi KAI memajukan anime di Indonesia. Dan kali ini akan dibahas mengenai kritik terhadap opini yang berkembang, mengenai pendapat negatif terhadap anime.

Sebagai penghangat anda dapat membaca artikel ini atau cukup mengikuti saja penjelasan yang akan kami berikan di bawah ini.

Advertisement Inline

Pertama-tama yang akan digugat oleh redaksi adalah pendapat mengenai anime yang dituding menyesatkan umat. Redaksi mengutip kolom ini.

“Ketika anak-anak bergerombol di depan televisi tak ada satu orang tua pun yang bergeming dan prihatin sikap anak-anaknya. Padahal apabila kita perhatikan, maka nasib anak-anak kita berada dalam kondisi memprihatinkan. Bagaimana tidak, sementara film-film kartun tersebut mengajarkan kepada mereka pelanggaran-pelanggaran syariat Allah dan Rasul-Nya -Shollallahu ‘alaihi wasallam-“

Redaksi berpendapat bahwa hal ini tidak benar sama sekali bila dilihat kembali. Menurut redaksi, yang harus diwaspadai mestilah sinetron ataupun acara-acara parodi yang lebih berbahaya, tidak semata-mata melemparkannya pada anime.

Kemudian redaksi melihat kembali pada paragraf berikutnya, yang secara khusus mengulas bahaya beberapa anime. Di bawah ini yang dibahas merupakan anime Doraemon.

“Konon kabarnya, Doraemon bisa pergi menjelajah di masa lalu dan di masa yang akan datang. Katanya, ia dapat mengadakan sesuatu yang belum ada menjadi ada dengan “kantong ajaibnya”. Dalam kartun, ia digambarkan sebagai tempat untuk dimintai segala sesuatu yang ghaib oleh temannya. Lihatlah bagaiman film kartun tersebut betul-betul menyimpang dari aqidah.

Segala sesuatu telah ditetapkan waktu dan ajalnya oleh Allah -Ta’ala-. Makhluk tak mampu mengatur waktu, baik itu memajukannya atau mengundurkannya. Makhluk tak akan mampu menyebrang dari zaman kekinian menuju zaman lampau atau sebaliknya. “

Redaksi mengkritik apakah memang yang diceritakan dalam Doraemon akan benar-benar terjadi? Dan apakah Doraemon pernah membawa keyakinan agama apapun? Apakah Doraemon mengajak anda menjadi atheis, Kristen, Buddha, Hindu, atau yang lainnya? Dan mengkritik penafsiran tulisan di atas mengenai kantung ajaib Doraemon, ketahuilah bahwa kantung ajaib Doraemon adalah hal yang fiksi, bahkan secara logika pun nyaris irasional.

Justru dengan adanya Doraemon, sebaiknya manusia tertantang agar dapat mengembangkan alat-alat yang muncul dalam seri anime Doraemon menjadi kenyataan, untuk kemaslahatan umat. Seperti Baling-Baling Bambu, yang jika terwujud maka manusia dapat bepergian dengan mudah, dan ramah lingkungan. Apakah ini disebut memurtadkan umat?

Kemudian redaksi akan membahas anime lain yakni Dragon Ball, yang juga dibahas oleh tulisan tersebut.

“Cerita ini dalam film ini banyak mengandung unsur kebatilan, seperti adanya penyembahan dewa-dewa seperti Dewa Emperor, Dewa Bumi, Dewa Gunung, Dewa Naga, dan lain-lain. Keyakinan ini seluruhnya berasal dari agama Budha, Hindu dan Shinto yang penuh dengan kebatilan dan kesesatan, sementara Allah hanyalah meridhoi Islam sebagai agama yang benar.”

Soal kultur, tentu saja anime Dragon Ball tidak mengajak anda untuk menirunya. Dan tentu saja anime ini hanya hiburan semata, bukan untuk ditiru. Dan bahkan dalam Islam sendiri, dijamin kebebasan untuk beragama. Sehingga tulisan di atas merupakan hal yang sangat disayangkan.

Kesimpulan redaksi, memang masih banyak masyarakat di Indonesia yang terlalu senang membawa-bawa agama dalam setiap unsurnya. Namun hal ini tidak dapat dibiarkan, sesuai dengan asas Pancasila dan ajaran Islam sendiri yang menjamin kebebasan beragama. Dan selama anime-anime tersebut tidak menghina ajaran agama tertentu, tidak ada larangan untuk menyaksikannya.

Jadi, anda tidak perlu khawatir dengan hal ini dan yang penting adalah, pilihlah anime yang tepat bagi anda dan keluarga anda. Masih banyak anime yang mengajarkan kebaikan, dan pendidikan bagi keluarga selain berbagai anime kekerasan seperti Naruto (atau mungkin Higurashi 😀 ).

Diolah dari berbagai sumber.

53 KOMENTAR

  1. mereka tu nggak ngerti kalau
    “anime tu kebanyakan bukan buat anak kecil” 😉
    masih bnyk anime yg safe ditonton buat anak kecil spt ARIA (walo nggak yakin bakal ngerti serunya dimana 🙂 )
    mereka cuma generalisasi saja dan punya pandangan sempit

  2. yang gini nih yang bikin islam indo buruk di mata orang banyak. Cara pandangnya aja udah maksa nyambung ke agama, jadi keliatan deh begonya.

  3. Biasa, nyari2 kesalahan dan dihubung2kan dengan agama. Padahal anak kecil pun tau kalo itu fiksi. Yg nulis itu otaknya memang kekanakan atau sengaja cari sensasi? IMO, sinetron lebih pantas menerima tulisan2 di atas.

  4. Tentu tidak. Kalau dipikirkan, ini lebih banyak dianut oleh kalangan ekstrimis. Sama seperti mereka melakukan pembunuhan atas nama jihad.

    Jadi pandangan tsb. tidak bisa dianggap pandangan islam terhadap anime.

  5. mao gimana lagi ya.. orang indo sebagian besar pandangannya sempit.. pikiran tidak terbuka… plus buta hurufnya banyak.. a.k.a gk berpendidikan.. makanya bisa muncul artikel kaya gitu… that’s a fact.. walaupun gw sendiri org indo n malu bgt ngaku bangsa gw gk berpendidikan…

  6. Um….. Bukannya mreka blg anime tu cm kartun.
    Khan cm gbr corek. Knp hrs d permasalahin?

    Dan g smua bgs indo/org islam bpikir an sempit.
    Bukti nya qta engga kan. hehe ^^

  7. gini sih gak perlu dibahas, yg ngerasa gak seneng anime ya udah gak usah nonton, kalo gak pengen anaknya nonton ywdh larang aja, yang ngebolehin ya sukur, gtu aja kok repot, kalo gw sih nonton yg gw pengen nonton, orang laen mo komen apa ya bodo amat,

  8. Lagi2
    Sebagai Anime’rs Kita Harus Bisa Meluruskan Visi2 Yang Seperti Itu

    Buat Aku,Anime Banyak Mengajarkan Aku Mengenai Sisi Kehidupan Karakter2nya

  9. anak yang kita pikir berpikiran sempit, sebenarnya sudah mulai mengerti sedikit demi sedikit tentang tontonannya.Hanya di perlukan penjelasan dari orang tua atau asisten rmt kalau perlu mendampingi.Gunanya bila sudah waktu solat di bimbing. Toh anak bakal mengerti dan perlahan mengikuti. Masalah anime itu melangar agama dilihat dari mana anda memandang. Bila anda selalu berpikiran negatif maka itu yang anda lihat. Nabi saja menganjurkan berpikiran positif, dalam kasus ini memandangannya sebagai bahan hiburan belaka.

  10. yang bikin artikel (bukan artikel yg dibahas ini lho)harusnya dipenjarakan.. karena jelas2 menghina agama lain.
    Seorang muslim merasa terhina,marah, bahkan mungkin sampai tidak dapat mengendalikan emosi apabila Rasulullah SAW dihina oleh bangsa lain.
    Tapi kenapa seorang muslim yang menghina agama lain dibiarkan begitu saja ?
    ISLAM BERLAKU ADIL, tapi kalau hal ini dibiarkan begitu saja, maka semakin banyak orang menganggap remeh muslim Indonesia.

  11. tergantung pada diri sendiri lho menurut gw, anime itu bisa jadi nggak bener tergantung dari cara setiap orang untuk ngeliat dari sudut pandang mananya, kalo dah diliat anime itu melanggar agama ya udah kesononya bakal terus begitu…

  12. sebenarnya itu tergantung kita, bagaimana cara memahami anime-anime yang selalu disiarkan di televisi indonesia, seperti semangat-semangat para tokoh anime itulah yang harus kita contoh, lihat saja seperti film naruto,.. yang pikir memiliki semangat dan tekad yang besar untuk menjadi apa yang ia cita-citakan dan seperti itulah yang harus kita tiru, karena itu juga merupakan pendidikan karakter yang baik bagi anak bangsa, kalaupun ada yang melenceng maka kita yang lebih dewasalah yang harus mengarahkannya. dengan begitu apa yang menjadi tujuan utama penayangan film anime tersebut bisa tersampaikan.(HD)

  13. bener kata taretake
    sebenernya saya khawatir jg terhadap anime kayak suzumiya haruhi

    tapi secara overall kan emang budaya sana sama sini beda,jadi wajar

  14. saya orang islam 100% tp ju2r aj saya pngn ktwa pas baca yg bagian doraemon krna bner2 gk msuk di akal,,, masyarakat juga lbh pnterlah mngjarkan anak2nya kalo itu cuma fiksi,,, dan kalo mnyinggung bhwa doraemon mngjarkan meminta kepada selain ALLAH SWT,, lah di indonesia jga ada sinetron yg kaya gitu mlah lebih parah mintanya sama jin,,
    “jin & jun” itu apa si junnya gk mnta2 terus ama jinnya,,,

    • Islam itu mengajarkan penganut nya setiap titik, agar bahagia dunia dan akhirat. Jadi jangan heran kalau ada hukum nya kayak beginian!

  15. Alhamdulillah, akhir nya bisa Sign Up. Sebenar nya tidak apa apa, sama hal nya seperti menonton Spongebob. Cuma, 1 hal animasi perempuan dan tampilan nya itu terlalu menggoda, jadi bagi iman nya yang kurang bisa terjerumus dosa onani, dan melihat porno bahkan memperkosa.

  16. Assalamu’alaikum..
    Mohon maaf sblumnya, cuma mau sdikit kritik orang yg suka ‘LANGSUNG mengeluarkan pendapat pribadi, dan menilai BOLEH/GABOLEHnya suatu perkara dlm Islam’ & ‘orang Islam sendiri’ yg suka bilang “sdikit2 bawa agama”.

    Pertama, bagi org yg suka ‘langsung menilai boleh/gaknya sesuatu’, harus siap konsekuensi yaa(Atas apapun jawaban & pendapatnya situ). Karna bisa jadi, orang yg baca pendapat situ, ‘MENGIKUTI & MENERAPKAN di KEHIDUPANNYA’. Kalo bener, ya bagus Alhamdulillah! kondisinya jadi ‘win’ ‘win’ berarti wkwk Tapi, kalau salah, yaa.. persiapkan diri tuk bertanggung jawab di akhirat nanti. Dan tanggung jawab di akhirat pastinya SANGAT BERAT. Pasalnya, ulama” besar dunia aja, yg alimnya luar biasa, berpikir dalem daleeeeeeeem dulu, sblum menyatakan ‘hukum’ dari suatu perkara yg kurang jelas Halal/Haramnya. Karna saking seriusnya, dan P E N U H T A N G G U N G J A W A B nya sesuatu itu. Jadi, kurang lebih tersampaikan ya maksud sy berkomentar ttg hal ini disini? Trus yg kedua.
    Oke lah, sy ngaku, sy emg bukan orang yg pandai agama. Tapi seengganya sy tau, yg namanya “Al-Quran” & “Hadits”/ “Aturan Agama” HARUS DIATAS SEGALANYA. Iya S E G A L A N Y A. Kenapa? logikanya, Karna itu(Al-Quran) dari Allah SWT nya sndiri. Dari ‘Tuhan’. Tuhan kita sndiri!! Yg nyiptain kita. Yg nyiptain dunia, termasuk peraturan di dunianya. Yg nyiptain ‘baik’ & ‘ga baik’ nya sesuatu. Juga Halal/Haramnya suatu perkara. Mau di urusan kehidupan pribadi, bisnis, belajar mengajar, bersosialisasi, politik, dll.
    Dan inti dr komen ini cuma mau mengingatkan, ‘SEMUA HAL’ itu kurang lebih ada aturannya, dan kita punya Teladan, Nabi besar kita Rasulullah SAW, Yg akhlaknya sempurna. Teladan yg patut diteladani dlm menjadi pribadi, kepala keluarga, kepala negri yg baik. Teladan yg patut ditiru dlm Bepergian, berjalan, makan, minum, tidur, smp kalo di kamar mandi sekalipun. Jadi bukan cuma soal Ibadah aja. 🙁 D: D:
    Dan, kalo masih ada ‘orang Islam’, yg masih ngeluh “sedikit2 bawa agama”, sy saranin coba liat dan baca lagi sejarah Nabi kita SAW(Barangkali situ lupa), InsyaAllah situ nemu titik terangnya.

    Yah, kurang lebih bgini sih. Mungkin agak OutOfTopic juga sedikit, tapi smoga tersampaikan pointnya. Kalo ada pernyataan yg salah, sy minta maaf dgn sangat, atas Kemanusiawian-nya, dan kalopun ada yg bener, pasti dtgnya cuma dari Allah SWT. Wassalamu’alaikum..

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.