Wawancara dengan Pemain Kantai Collection; Orang Indonesia Royal Keluar Uang!

56

kancolle-desktop

Kantai Collection (KanColle) sedang menjadi fenomena baru. Meski saat ini masih sangat asing dan rata-rata didominasi oleh mereka yang sudah cukup lama terpapar anime sebelumnya, basis penggemar permainan ini mulai tumbuh di Indonesia.

Berikut wawancara Shin Muhammad, Editor in Chief KAORI Newsline dengan Adhiwana, salah satu pemain KanColle yang tergabung dalam komunitas Nusantara Kancolle Community 48 (NKC48).

Menurut Anda, apa itu Kantai Collection?

Advertisement Inline

Menurut saya, Kantai Collection adalah browser game berisi kapal-kapal hasil moefikasi, di mana permainan inimemiliki kekuatan misterius untuk membuat orang-orang yang sudah mengenal dunia 2D terpikat untuk bermain dalam jangka waktu yang lama.

Seberapa besar pengaruh KanColle di kalangan penggemar anime di Indonesia saat ini?

Pengaruh Kancolle ya sudah lumayan besar di Indonesia, walau saya yakin ‘virus’ Kancolle ini masih terbatas pada orang-orang yang memang sudah berkutat di dunia anime dalam jangka waktu menengah dan panjang. Namun saya merasa ketika animenya dibuat dengan baik oleh studio yang bersangkutan, ‘virus’ ini akan lebih eksplosif lagi, tidak terbatas hanya pada orang-orang yang sudah lumayan veteran saja di anime, namun juga kepada kalangan yang lebih besar. Hal ini tentunya memiliki dampak baik maupun buruk bagi komunitas, di mana semakin banyak penggemanya diiringi pula dengan jumlah weaboo dan randomers yang akan semakin banyak, misalnya waifu claimers everywhere.

Secara umum, orang-orang masih kurang mengetahui Kancolle, sebagian besar yang tahu pun cuman tahu sebatas Shimakaze dan Kongou (karakter yang ada dalam Kancolle – Red).

Dibandingkan dengan Touhou atau Vocaloid, apa yang membuat Kancolle menarik bagi para penggemarnya?

Menurut saya, ada tiga hal utama yang tidak ada di Touhou dan Vocaloid dan menjadi daya tarik di Kancolle:
1. Kapal dan senjata-senjatanya. Orang yang menggeluti kapal (perang) dan tentunya dunia 2 dimensi (penggemar anime – Red) kemungkinan besar akan tertarik pada Kancolle, karena ia dapat sekaligus mengenal kapal-kapal lain dengan cara yang lebih menyenangkan.
2. Suara. Memang tidak sebaik Vocaloid dalam pengembangan vokal, namun masih lebih baik ketimbang Touhou yang tidak punya official voice sama sekali sehingga penggemar hanya bisa bergantung pada fan-on voice. Faktor suara ini juga membuka kemungkinan para pemerhati seiyuu (pengisi suara) untuk ikut memainkan permainan ini.
3. Keunikan desain karakter, di mana ada keunikan dari karakter yang tidak ada di Touhou, seperti thong dan ultra miniskirt yang dikenakan Shimakaze maupun kata-kata “Burning Love” Kongou.

Kancolle akan diadaptasi menjadi animasi. Menurut Anda, bagaimana respon orang Indonesia nantinya?

Tentu kembali pada studio yang bersangkutan dalam mengeksekusinya. Para pemain, khususnya yang sudah cukup lama bermain tentu akan lebih kritis dalam menilai, dan mayoritas pemain tentunya berharap agar tidak hanya unsur moe yang dikedepankan namun juga memerhatikan segi cerita maupun unsur-unsur lain. Sedangkan orang biasa, adaptasi kartun ini akan menentukan akankah dia tertarik atau tidak mengenai dunia Kancolle, meski harus diakui kalau faktor moe masih jadi cara paling efektif untuk menarik mereka agar bermain.

kancolle-shimakaze-yukikaze
Shimakaze dan Yukikaze. Sumber: http://www.pixiv.net/member_illust.php?mode=medium&illust_id=38519352

Faktor apa yang menurut anda paling berperan membuat seseorang yang awalnya tidak tertarik atau baru tahu, kemudian setelah main sebentar, jadi ketagihan?

Faktor paling pertama pastinya karena ada teman main. Tidak bisa dipungkiri bahwa komunitas sangat berperan penting dalam ketertarikan seseorang dalam bermain online game. Kemudian sistem “judi”, di mana mendapatkan kanmusu (perempuan perumpamaan sebuah kapal) yang tergolong langka adalah usaha yang tidak mudah (lain cerita kalau sedang hoki). Layaknya berjudi yang sesungguhnya, pasti ada keinginan untuk main lagi dan ada pikiran “siapa tahu kali ini sukses”. Jika sukses, tentu harus ada wadah untuk “pamer” dalam komunitas. Dan kalau sudah dapat namun tidak ada orang yang bisa (menjadi tempat) diperlihatkan kesuksesannya, tentu orang akan cepat bosan. Saya kira dua faktor itu yang membuat orang terus bermain, dalam jangka waktu lama.

Lalu, perlu waktu berapa lama sampai orang kemudian bosan dengan permainan ini…?

Ada yang sudah super sepuh ala Takahashi Tetsuzo (salah satu pemain – Red) yang sudah 5~6 bulan dan tentunya lebih dari 1000 jam, namun masih semangat bermain. Ada pula yang sudah pensiun.

Boleh tahu alasan mereka yang pensiun itu?

Saya tidak pernah menyurvei, jadi tidak bisa berkomentar. Namun yang pasti: sebagian besar orang yang mau bermain Kancolle biasanya melewati apa yang namanya “lotere” sebelom bermain dan berbagai hal-hal “ribet” yg harus dilakukan sebelum bermain, jadi pastinya mereka ketika sedang bermain, tidak akan menyerah secepat itu.

Apakah ada pemain di Indonesia yang rela mengeluarkan uang untuk gim ini…?

Ada, banyak. Di grup, pernah ada seseorang yang berbisnis jual beli koin DMM (yang dipakai untuk membeli item di dalam permainan) (menyebut nama seorang user). Bisa ditanyakan ke yang bersangkutan sudah berapa besar omsetnya. Yang jelas, laris.

Di Jepang sendiri permainan ini sukses menyodok fenomena gim/mobage lain namun Kadokawa mengeluhkan gim ini tidak menguntungkan. Kalau menurut Anda, mengapa berhasil menembus kesuksesan dan mengapa tidak menguntungkan (padahal banyak yang main)?

Banyaknya pemain berarti biaya pemeliharaan server yang besar. Walau banyak yang mengeluarkan uang saat bermain, mereka cenderung hanya mengeluarkan uang sesekali saja (saat marriage), bukan pengeluaran rutin bulanan.

Oke, kita berbicara mengenai fandom, kalau menurut Anda bagaimana fandom Kancolle di Indonesia saat ini?

Sudah ada, tapi belum besar. Belum seperti komunitas Touhou (komunitas Gensokyo Indonesia) yang sudah aktif menyewa stand di berbagai event untuk memperkenalkan Touhou dan menjual perniknya. Komunitas tempat saya bernaung masih kecil-kecilan, selain itu mulai berkembang pula circle (kelompok kreatif) yang melirik Kancolle sebagai waralaba potensial yang menjual jika dibuat produk derivatifnya. Tetapi belum sebesar Touhou atau Vocaloid.

Perlu diperhatikan pula bahwa Kadokawa tidak seperti ZUN, mereka tidak mengizinkan produk derivatif berupa doujin game seperti Touhou Sky Arena atau Koumajou Densetsu kalau dalam Touhou.

Apa pesan yang ingin Anda sampaikan ke para pemain lain?

Entahlah, mungkin ada bagusnya kalo para pembaca diharapkan jangan claim waifu seperti intenter lurker random di sekitar. Jika memang mau klaim waifu Anda dalam Kancolle, mainlah browser gamenya , ada sistem marriage kok , kalo pake bahasa yang sedikit otaku: kamu belum berhak claim waifumu di Kancolle kalau kamu belum benar-benar menikahinya di dalam game! Catatan: bahwa marriage system ini bukanlah hal yang mudah dicapai, perlu dedikasi yang cukup besar (minimal 1 bulan & bermain secara konstan 1~2 jam tiap harinya) supaya bisa nikah.

KAORI Newsline | oleh Shin Muhammad

56 KOMENTAR

  1. itu kadokawa ga pernah untung gara2 emang game ini tidak menonjolkan aspek pay-2-win, bahkan waktu anda mau “judi” itu diingatkan “Jangan beli resource dengan real money”
    dan yang biasanya paling perlu cuman 2 buah dock slot seharga 2000 yen (sekitar 250k rupiah)
    apakah ini strategi biar konsumen lebih menginvestasikan duitnya ke merchandise, entahlah. yg jelas, keuntungan kadokawa sblm muncul marriage system itu nyaris tidak ada (kalo sekarang ga tau)

  2. dari dulu sampe sekarang juga saya ndak tertarik sama kancol meski banyak yang nyebut-nyebut,
    mungkin besok kalau animasinya ada bakal nyoba nonton, semoga kancol beneran sebagus kata orang-orang dan tidak mengecewakan

    dan ini pasti bakal mainsetrum dan berhubung saya kurang suka kesetrum jadi ya nggak bakal napsu-napsu amat sama ini

  3. eh, saya sih udah jarang main
    awalnya doang semangat, kesananya bosen lol
    permasalahannya sih, ya biasa, koneksi cacados cokolatos yg super lambat
    masalah lainnya, gameplaynya teralu shallow, klik2 doang, kurang menarik hahaha

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.