BAGIKAN
Proyek Stasiun MRT Lebak Bulus , Jakarta

reon

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Siapa yang tidak kenal dengan moda transportasi ini? Proyek yang dimulai oleh pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini hampir selesai dibangun.

Kali ini, team KAORI melihat pembangunan jalur layang MRT antara wilayah Lebak Bulus РBundaran Senayan dengan panjang 9.810 meter. Pada Selasa (31/10), segmen terakhir box girder jalur layang ini telah resmi tersambung.

Pemasangan Box Grider terakhir pada jalur layang MRT

Tim Cemplus Newsline berkesempatan mengunjungi depo MRT yang berada di Lebak Bulus, di mana dari sini semua perjalanan MRT akan dimulai pada tahun 2019. Dalam kunjungan ke kantor dan depo MRT Jakarta, KAORI mendapatkan informasi bahwa ke depan, seluruh aktivitas yang berhubungan dengan MRT akan dipusatkan di kawasan ini. Nantinya akan tersedia tidak hanya stasiun, namun juga kantor pusat, depo, mess masinis, dan prasarana pendukung lain guna menunjang operasional MRT yang direncanakan akan beroperasi mulai dari pukul 5 pagi sampai 12 malam setiap harinya.

Proyek DIpo MRT , Lebak Bulus Jakarta
Proyek Stasiun MRT Lebak Bulus , Jakarta
Proyek Mesh MRT Lebak Bulus , Jakarta

Kecuali Haji Nawi, stasiun-stasiun di sepanjang jalur MRT pun kini memasuki tahap penyelesaian. Misalnya, stasiun Senayan, kini sudah memasuki tahap penyelesaian interior dengan prosentase pengerjaan sudah mencapai 91%.

Masalah tarif juga menjadi topik menarik yang didiskusikan. Layaknya spoiler film-film besar, besaran tarif baru bisa ditentukan menjelang akhir penyelesaian MRT. PT MRT Jakarta menargetkan pengumuman tarif pengguna sekitar tiga bulan sebelum MRT benar-benar beroperasi. Itu berarti kita baru bisa tahu angka pastinya sekitar tahun 2019.

Selain penyelesaian jalur layang dan stasiun-stasiun, hal menarik lain yang bisa diamati adalah pemasangan kabel Listrik Aliran Atas (LAA) dan pengadaan sarana kereta listriknya. Karena desainnya sama seperti KRL Commuter Line, KRL milik MRT Jakarta menggunakan tiang pantograf dan kabel listrik layaknya KRL saat ini. Sarananya akan didatangkan dari Jepang sekitar awal 2019.

Berapa taspat (batas kecepatannya)? Direktur utama PT MRT William Sabandar menyatakan nantinya MRT akan berjalan cukup kencang. Bila KRL dibatasi hanya bisa “digeber” 70 km/jam, nantinya MRT punya kecepatan maksimum 80 sampai 110 kilometer/jam.

Cemplus Newsline By KAORI