BAGIKAN

Setelah hadir dalam 3 buah komik cetak, kini terungkap sebuah informasi bahwa edisi terbaru dari komik Pendekar Cyborg direncanakan akan berbentuk komik digital. Hal tersebut terungkap melalui akun instagram dari sang kreator, Adit Bujbunen Al Buse:

View this post on Instagram

(WIP) PENDEKAR CYBORG IV Setelah tiga seri komik Pendekar Cyborg gue buat rilis dalam format fisik bergaya komik-komik abang maenan, untuk tahun depan sepertinya gue akan mencoba memulai dan fokus dengan format digital. Format HTML5 interactive webcomics sepertinya jadi pilihan. Karena fiturnya cukup kaya, mendukung untuk audio dan motion.  Terlebih komik ini juga mempunyai tema salah satunya adalah homage game-game jadul. Jadi cukup terfasilitasi deh untuk kebutuhan pendukung temanya. Technolocgxcghy gitula. Buat Judulnya sendiri masih belum dapet. Dari "Maling Jemuran Penjelajah Galaksi", "Petaka Cyborg Kuntilanak Kesasar di Posyandu", "Kemelut Romantika Memedi Bionik", dsb, dll, dkk. Ya, nanti aja lah, yaw. Mohon restunya ajah. Smoga saik dan asoi. #PendekarCyborg4 #WIP #CGA #comics #webcomics

A post shared by Aditya Saputra (@bujubunengalabuset) on

Namun sejauh ini, masih belum ada informasi lebih lanjut dari proyek terbaru komik super futuristis tersebut, selain informasi bahwa komik terbaru tersebut merupakan homage dari game-game klasik.

Adapun edisi pertama dari komik super futuristis itu sendiri sebelumnya juga telah dirilis secara digital melalui Google Play.

Advertisement Inline

Pendekar Cyborg adalah sebuah cergam yang bertemakan homage tentang hal-hal lokal populer yang ada pada era 80an – 90an awal, seperti: Manusia bionik, breakdance atau tari kejang/dansa briko, SKJ, film-film laga/silat lokal kelas B, PC DOS game dan tentunya gimmick masa kecil seperti gambaran, maen gundu, abang ager, dsb. Dikemas dalam gaya komedi kecamatan retro-futurism nan kitschy.

Isinya sendiri menceritakan tentang seorang pendekar bionik bernama Prime Rage (dibaca dalam dialek Betawi) yang menjadi komandan pemimpin pasukan pemberontakan melawan cyborg-cyborg Jahad penjajah dari masa depan.

Isi digambar dengan menggunakan tehnik tehnolohy masa depan bergaya grafik CGA-esque pixel-art dan sampulnya menggunakan teknik lukis dihital. Disertakan pula di dalamnya sebuah soundtrack sebagai peneman hati yang gumbira, bergaya retrowave / synthwave / chiptune / c64 music / adlib music / disco-mamang / belisirop-wave / apa-apa-wave / rukunwarga-dance-music.

Cergam bertexnolohxy future kecamatan ini dibuat dengan gaya yang minus akan logika bertutur. Agar tidak mengurangi kenikmatan dalam membaca disaranken untuk tidak menggunakan logika dalam mengikuti cerita yang disajiken.

Dibuat secara berseri digambar dengan sabar.

Sesuai dengan KATANYA yang merupakan komik dari masa depan, aroma-aroma futuristik bergitu terasa kental dalam Pendekar Cyborg. Dari mulai embel-embel “Cergamusik” yang merupakan perpaduan konsep dari cerita, gambar, dan musik, sampai grafik yang tersaji di dalamnya yang sarat dengan muatan tehnolohy, sampai berbagai pernak-pernik penggembira lainnya yang begitu sarat memberikan citra bahwa Pendekar Cyborg memang sebuah komik yang (katanya) berasal dari masa depan. Bayangkan saja, bahkan untuk bisa mendapatkannyapun, komik ini tidak bisa didapatkan di toko-toko buku masa kini melainkan memesannya melalui internet untuk kemudian dikirimkan secara ekspres langsung (mungkin) dari masa depan. Metode pembelanjaan yang sangat futuristik bukan?

Dengan mengusung grafik dan imaji-imaji yang sangat komputeristik, futuristik, dan penuh dengan imaji tehnolohy yang saik beeng sangat, Pendekar Cyborg memulai debutnya dari masa depan dalam episoda pertama bertajuk “Konflik Bionik Mengguncang Kerukunan Warga”, Pendekar Cyborg akan mengajak anda semua menjalani petualangan Prime Rage yang begitu futuristik, komputeristik, dan sarat dengan tehnolohy dengan grafik yang begitu memanjakan mata laksana robot-robot futuristik nan memukau dengan segala pencitraannya yang begitu saik beeng.

Ditulis oleh Adit Bujbunen Al Buse, fakta bahwa dalam komik ini terpadukan unsur komik dengan musik juga kembali menyiratkan bahwa di masa depan komik terbukti mampu dikawinkan dengan musik sekalipun konsep perkawinan komik dengan musik bukanlah hal yang benar-benar baru di masa kini.

Intip ulasan dari komik pertama Pendekar Cyborg pada tautan berikut ini.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.